Etika Mencukur Rambut Bayi

“Rambut adalah mahkota”, itulah salah satu ungkapan populer yang menggambarkan betapa pentingnya peranan rambut bagi seseorang. Dan ungkapan inilah yang mengakibatkan banyak orang lebih memilih memanjangkan rambutnya, ketimbang memotongnya. Namun hal ini tidak berlaku pada bayi. Orang tua biasanya cenderung lebih memilihkan potongan rambut pendek bagi mereka ketimbang rambut panjang. Namun hal ini rupanya tidak berlaku pada bayi.

Sebaliknya, bayi hendaknya senantiasa dipotong pendek. Hal ini dilakukan dengan berbagai alasan, misalnya tentu saja dengan rambut pendek si bayi akan lebih aman, tidak mudah kepanasan, lebihmudah merawatnya, dan lain-lain.

Memotong atau mencukur rambut bayi merupakan salah satu tradisi yang biasa dijalankan dalam serangkaian aktivitas menyambut kelahiran si bayi tersebut. Biasanya, aktivitas ini dilakukan pada hari kelahirannya yang ketujuh. Ini adalah satu pekerjaan yang gampang-gampang susah. Meskipun hanya sekedar mencukur rambut bayi, namun ritual ini ternyata tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ada etika-etika yang harus mereka lakukan seiring dengan pelaksanaan ritual tersebut.

Berikut ini adalah beberapa etika yang hendaknya dilakukan ketika hendak melakukan ritual pencukuran rambut bayi:

1. Dimulai dari sebelah kanan

Mencukur hendaknya dimulai dari kepala sebelah kanan, bukan dari sebelah kiri. Hal ini juga berlaku ketika melakukan pencukuran rambut secara umum (orang dewasa).

2. Hanya jika memungkinkan

Ritual pencukuran rambut bayi hendaknya hanya dilakukan jika si bayi memang memiliki  rambut. Jika si bayi tidak memiliki rambut, atau memang jika rambut si bayi terlalu sedikit untuk dicukur, maka tidak perlu dilakukan ritual pencukuran rambut pada si bayi.

3. Menyeluruh

Jangan mencukur rambut bayi sebagian-sebagian. Lakukan pencukuran rambut dengan menyeluruh atau merata.

4. Menanam rambut

Diperbolehkan mengubur rambut yang telah dicukur di tanah. Selain sebagai salah satu cara yang mudah yang dapat dilakukan untuk membuang bekas potongan rambut, mengubur rambut yang telah dicukur juga merupakan salah satu hal yang dianjurkan di dalam ajaran agama Islam.

www.sekeluarga.com

About these ads

3 Tanggapan to “Etika Mencukur Rambut Bayi”

  1. maskan Says:

    minta tolng dong saya nyari2 doa ketika potong rambut bayi kok gak nemu, mohon kirimkan ke email ku ya makasih

  2. abu abdillah Says:

    masyaaloh..indah sekali tulisan ini, namun alangkah lebih baik jika disertai dalil..karena zaman sekarang susah dipercaya jika hanya dikatakan “katanya, biasanya”

  3. hamzah hr Says:

    doa waktu mencukur rambut anak bayi…
    Robbi Ha’bliy min ladunkan dzurrriyyatan thoyyibatan innaka samiy’uddu’aa


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: