Isteri egois? Mendengar dua kata tersebut rasanya sudah menyakitkan telinga. Kalau ternyata isteri kita egois?
Entah dari zaman apa, tradisi pacaran ternyata sudah mendarah daging pada sebagian besar kehidupan manusia. Meksipun tidak menjanjikan apa-apa, tetap saja banyak yang percaya setia pada tradisi tersebut. Banyak yang mengatakan bahwa dengan pacaran akan memberikan kesempatan kedua belah pihak untuk saling mengenal dan memahami pasangan lebih mendalam. Kenyataannya, banyak pasangan pengantin yang sebelumnya telah menikmati masa pacaran dalam jangka waktu tahunan, namun ketika menikah masih menemukan banyak perbedaan dan perselisihan.
Bahkan, banyak pula orang-orang yang dikejutkan oleh pasangannya setelah menjalani rumah tangga. Seperti bom waktu yang tiba-tiba meledak dan memporak-porandakan segala tatanan dan keindahan. Hal ini seolah menjelaskan bahwa betapa pacaran itu penuh dengan topeng kepalsuan. Ketika pacaran hanya sifat-sifat baiknyalah yang ditampilkan, sedangkan sifat buruknya disembunyikan. Ketika menikah, sifat-sifat buruk itupun perlahan bermunculan dengan sendirinya.
Memang, banyak sekali kejutan-kejutan yang menyelingi kehidupan rumah tangga. Isteri kita yang pada awalnya (sebelum menikah) kita kenal sebagai seorang wanita yang lembut, penyayang, dan penurut, namun setelah menikah berubah 180 derajat. Wanita yang senantiasa kita idam-idamkan karena kerendahan hati, rasa solidaritas, dan kelapangan dadanya,tiba-tiba berubah menjadi wanita yang sangat egois ketika menempuh bahterah rumah tangga.
Isteri yang lembut, penurut, penyayang, menghormati dan menghargai suami bagaimanapun keadaaannya, taat beribadah, inilah isteri yang mungkin paling banyak diharapkan oleh para lelaki dan suami. Dalam agama Islam dikenal istilah isteri sholehah, yaitu isteri yang senantiasa menghormati dan mematuhi perintah suami, taat beribadah dan tidak suka berbuat ulah. Gambaran sifat-sifat isteri tersebut tentu saja menjadi impian dan harapan bagi setiap lelaki dan suami. Terlebih lagi jika ditambah dengan tubuhnya yang semampai, wajahnya yang cantik, kulitnya yang putih, halus dan lembut, berpendidikan dan berwawasan luas, keturunan orang kaya… lelaki mana yang tidak mau memiliki isteri dari golongan yang satu ini.
Sayangnya, tidak semua harapan dan impian kita itu dapat terwujud dengan sempurna. Bahkan, banyak yang gagal sepenuhnya. Keingingan untuk memiliki isteri yang lembut, penyayang, menghormati suami, dan taat beribadah sering kali hanya sebatas impian semata.
Wanita yang selama ini kita kenal penyayang, lembut, penurut, taat beribadah, rendah hati, dan memiliki rasa hormat yang tinggi, tiba-tiba berubah menjadi seorang isteri yang egois, mau menang sendiri, tidak peduli akan perasaan suami, suka mencemooh dan merendahkan suami karena penghasilannya yang pas-pasan atau karena hal lain.
Memiliki isteri yang egois memang merupakan salah satu cobaan yang berat bagi seorang suami. Harus tahan banting mendengar celoteh-celoteh pedasnya, harus memiliki kesabaran yang tinggi untuk menghadapi sikapnya yang keras kepala dan mau menang sendiri.
Memiliki isteri yang egois, mungkin memang sangat menyebalkan dan menyesakkan dada. Namun apapaun yang terjadi, dialah yang telah menjadi pilihan kita. Kita yang telah memilih dirinya, maka kita pula yang harus menerimanya. Isteri kita yang egois, itulah isteri kita, wanita yang dahulu kita puja dan kita impi-impikan. Maka ketika kita mendapatkan keburukannya, janganlah membenci atau meninggalkannya. Jangan pula menghadapinya dengan kekerasan dan keegoisan yang sama. Jangan mempertemukan api dengan api, karena tentu saja yang terjadi adalah api tersebut akan berkumpul dan membesar, melahap segala yang ada disekitarnya.
Anda tidak perlu kecewa dan putus asa jika memang isteri anda memiliki sifat egois. Carilah solusi dengan kepala dingin, karena segala permasalahan pasti ada solusinya. Berikut ini kami tuliskan beberapa langkah sederhana untuk menghadapi seorang isteri yang memiliki sifat egois:
a. KomunikasiKomunikasi adalah salah satu bentuk solusi dasar atau awal bagi sebagian besar permasalahan. Untuk itu, teruslah menciptakan dan mempertahankan kebiasaan berkomunikasi yang baik diantara suami isteri. Dengan adanya komunikasi yang baik antara suami dan isteri, kesalahpahaman antara keduanya pun akan berkurang, dan potensi timbulnya permasalahan di dalam keluarga pun dapat terminimalisir.
b. NasehatJangan pernah bosan untuk memberikan nasehat kepada sang isteri untuk membiasakan diri dengan perkataan-perkataan yang baik. Sampaikan kepada sang isteri agar senantiasa berusaha untuk menyampaikan segala bentuk kritik, saran, maupun uneg-uneg kepada suami dengan bahasa dan sikap yang baik. Hal ini bertujuan untuk meminilasir tersinggung dan emosinya suami manakala mendapatkan kritik, saran, dan atau uneg-uneg tersebut.
c. Katakan dengan indah
Jika anda mendapatkan sesuatu yang tidak jelas maksud dan tujuannya dari isteri anda, hendaknya anda meminta penjelasan kepadanya dengan cara yang santun, dengan kata-kata yang sopan, dengan nada dan sikap yang penuh dengan kelembutan.
d. Waktu yang tepat
Lakukan langkah-langkah di atas pada waktu yang tepat. Tidak semua nasehat harus atau dapat disampaikan pada saat terjadinya suatu masalah. Dan tidak semua masalah dapat selesai pada saat itu juga. Jika memang isteri kita terlihat sedang sangat sensitif, jangan langsung mencekokinya dengan nasehat-nasehat (terlebih lagi dengan kritikan), hendaknya anda berikan waktu baginya untuk menenangkan diri terlebih dahulu.
Pada malamnya atau keesokan harinya, barulah anda menyampaikan nasehatnasehat tersebut dengan bijak setelah emosi sang isteri ternetralisir atau terminimalisir.
e. Kontinyu
Semua langkah-langkah di atas adalah rangkaian proses. Dan setiap proses tentunya membutuhkan waktu. Untuk itu, hendaknya kesabaran senantiasa menjadi landasan kuat dalam menjalankan langkah-langkah di atas. Lakukan semuanya dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan berkelanjutan.
Memiliki isteri sholehah, tentunya menjadi dambaan dan harapan setiap lelaki. Namun jika realita mengatakan bahwa isteri anda adalah wanita yang memiliki sifat egois, jangan lukai dia, jangan kecewakan dia, jangan membenci dia, jangan campakkan dia, dan jangan khianati dia. Tetap cintai dan sayangi dia, sebagaimana dahulu anda sangat memuja dan menyayanginya.
Jangan biarkan ujian yang berupa sifat egois tersebut meretakkan atau menghancurkan kehidupan rumah tangga anda.

Februari 4, 2010 pada 1:01 am
Assalamualaikum,
Solusi yang sangat bagus, sangat bermanfaat bagi pasutri.
Februari 5, 2010 pada 2:55 am
‘alaykumsalam wr wb
terimakasih, semoga bermanfaat
Agustus 20, 2010 pada 6:21 am
assalamualaikum,,,,
alhamdulilah setelah membaca ini akhirnya ada pencerahan juga bagi saya.
akan saya coba solusinya,terima kasih.
Agustus 25, 2010 pada 6:49 am
Alhamdulillah. Semoga dapat bermanfaat, amien
November 27, 2010 pada 4:17 pm
saya akan coba setelah membaca ini,mudah2an brmamfaat utk kluara saya.
November 29, 2010 pada 12:32 pm
Dan jangan lupa untuk senantiasa diiringi dengan doa, karena seberapapun besarnya usaha kita semua akan sia-sia jika tanpa ridho dari-Nya.
Semoga Allah swt memberikan jalan keluar yang terbaik. Amien.
Desember 4, 2010 pada 1:19 am
Assalamualaikum wr wb
Artikel disana benar benar pas dengan kejadian yang saya alami namun pada pratiknya benar benar sulit dan perlu perjuangan yang sangat besar.
Istri itu milik Allah, inilah yang paling dasar seorang suami mampu menyadarinya. kalau kita lihat realitanya, benar benar pusinggggggggggggg.
semoga Allah memberkan kesabaran padaku dan para suami. semoga Allah memberikan yang terbaik.
Desember 4, 2010 pada 4:10 am
Amin. Tetaplah bersabar dan berjuang saudaraku
Desember 3, 2011 pada 3:30 am
amin,,,sama gw juga mencari ridho nya alloh supaya istriku berubah
Januari 3, 2011 pada 6:56 pm
Betul kalau dari sudut pandang bahwa kita wajib mempertahankan rumah tangga atau dalam pandangan bahwa istri kita adalah kepunyaan Allah. Pasti! semua yang ada di dunia milik Allah SWT.
Bagaimana kalau kita melihat dari sudut pandang bahwa masih banyak sekali perempuan2 yang benar2 sholehah dan telah berumur dan sangat2 merindukan pahala sebagai istri…… apakah kita biarkan mereka…………???
Januari 23, 2011 pada 8:16 am
Semoga blog ini mendapat ridho dri Alloh,krena islam mengajarkan untuk sling nasehat menasehati.Semoga kita tetap di jalan ini,Jalan Alloh..Islam yang kita cintai sampai mati.Amin
Februari 28, 2011 pada 10:29 am
Amien. Jazakumullah
Februari 16, 2011 pada 9:47 am
Jazakallahu khair…”INNALLAHU HAMAASHOOBIRIIN” = SESUNGGUHNYA ALLAH SWT DEKAT KEPADA ORANG-ORANG YANG SABAR.
Februari 27, 2011 pada 8:01 am
shubahanallah istriku sama seperti yg telah diuraikan diatas… smoga Allah SWT yang slalu memberikan aku kesabaran dan kekuatan utk hadapi istriku yang egois ini…. dan smoga Allah akan memberi hidayah kepada istriku agar dibukakan pintu hatinya ke sifat2 yang baik. Amieeeen.
April 20, 2011 pada 7:15 am
5 tahun aku menikah , masih belum aku menemukan ketenangan hati … , YA ALLAH ? berikanlah hambamu kesabaran dalam mengahadapi ujian ini … aku akan selalu coba sabar dalam menghadapi kekacauan rmh tanggaku ini … insyaallah,aku akan coba nasehat itu …. mohon doanya……
April 27, 2011 pada 1:59 pm
Semoga Allah swt memberkahi. Amien
Mei 2, 2011 pada 9:33 am
Itulah yang aku alami saat ini mas…
semoga aku diberi kesabaran dan kekuatan untuk membimbingnya.
ya Allah berikan lah hidayah untuk istriku nantinya..jadikan ia Istri yang sholeh, penyabar dan patuh pada suaminya ini..
Mei 4, 2011 pada 6:59 am
Amin Ya Allah…
Mei 8, 2011 pada 2:39 pm
sakit hati rasanya saat ini,,,
memang g seperti yg diharapkan,,,
sudah keterlaluan,,,!!!!!!!
Mei 11, 2011 pada 5:03 am
Sabar pak… Terus berusaha dan berdoa. Tawakal beriring optimis. Semoga Allah swt memberikan jalan yang terbaik. Amien
Mei 16, 2011 pada 2:58 am
istriku…ohh kenapa dirimu keras kepala’ sampai kapan kau begini’??? Hikz..nasib, tp itu sudah pilihanku sendiri apapun resikonya hrs aq tanggung, mohon doanya teman2 agar istriku bs berubah sifatnya. Thx
Mei 17, 2011 pada 4:27 am
Semoga Allah swt merahmati kalian
Oktober 14, 2011 pada 12:52 am
setiap doa pasti dikabulkan oleh Allah……dan jangan berdoa jelek meskipun saat itu anda tersakiti ……
Mei 23, 2011 pada 8:32 am
mas kl sdh sering
kita nasihati tp gak ada perubahan juga..selanjutnya apa yang harus diperbuat?…mohon bantu cari jaln keluarnya mas..jazakumullah khairan katsiran
Juli 16, 2011 pada 9:33 am
smwa udh q coba tpi tetap gk bisa sadar bhwa q ni siapanya,…
Juli 20, 2011 pada 5:14 am
Sabar saudaraku. Jangan pernah berputus asa.
Fadzakkir inna fa’atidzdzikra, berilah peringatan karena sesungguhnya peringatan itu perlu
Fadzakkir innamaa anta mudzakkir, berilah peringatan, sesunggunynya kamu hanyala seorang pemberi peringatan
Tetaplah menasehati dan tetaplah menjadi contoh yang baik bagi keluarga saudara
Semoga Allah swt memberikan kesabaran kepada saudara, dan memberikan pahala atas kesabaran itu dan memberikan pengganti/balasan yang terbaik atas segala ikhtiar saudara, Amien
Juli 18, 2011 pada 12:46 pm
Ass,,trima ksh atas saran juga nasihat2nya yg tlh saya baca td mdh2an brmnfaat dan bs sy trpkan.Mohon do’anya
Juli 20, 2011 pada 5:09 am
Amien.
Juli 30, 2011 pada 2:53 am
terima kasih pak ya, jadi tambah pengalaman dan ilmu bagi yang belum menikah ! syukron katsir !
Agustus 2, 2011 pada 4:35 am
Afwan
Agustus 7, 2011 pada 4:08 am
memang betul segala masalah kuncinya adalah komunikasi tetapi yg saya hadapi sekarang adalah sangat sulitnya istri sy untuk sy ajak berkomunikasi walaupun sy sudah mencoba untuk down to earth,tp yg ada istri sy cuma bs menikmati sesuatunya hanya berdasarkan dr sudut pandangnya saja,sangat sulit sekali saya ajak untuk bertukar fikiran untuk melihat de sudut pandang yg lain.emosinya sangat sulit sekali dikendalikan dan cenderung sering melempar kesalahan kepada orang lain walaupun jelas2 itu kesalahan timbulnya dari dirinya sendiri.yang saya takuti adalah efek dr karakter istri yg akan tertular kelak keanak2 sy yg tercinta ,itu yg membuat saya sangat resah selain hilangnya penghargaan diri sy sebagai suami…sy mhn bantuan masukannya untuk permasalahan saya…terimakasi
Agustus 8, 2011 pada 4:53 am
semoga Allah selalu memberikan kesabaran kepadaku untuk menghadapi istri yang egois. susah memang mempraktekkan hal di atas karena istriku tipe orang yang gak bisa di ajak bicara. slah bicara satu kalimat saja, bisa pecah perang dunia ke-3. masalahnya sampai kemana-mana, kalau dah begitu dia sering pingsan. aku jadi bingung bagaimana harus menghadapinya. dibiarkan salah, dilawan pasti bakalan bubrah rumah tanggaku,kalau tidak mengingat anak, mungkin aku sudah pilih untuk meninggalkannya. Ya Allah … berilah kekuatan untukku
Agustus 8, 2011 pada 2:27 pm
pengalaman ini yang saat ni saya rasakan,mdh2 cepat terselesaikan,,,,,
Agustus 19, 2011 pada 9:56 am
bersabar saja…watak wanita memang sebagian besar begitu. Kalau melihat Sirah sejarah Rasul ,rumah tangga Rasul dulupun, istri-istri Rasul banyak yang perlakuan dan perkataannya kadang menyakiti Rasulullah SAW, tetapi Rasul memang sebaik-baik suami yang penyabar.Kita hanya manusia biasa yg mencoba meneladani.
Oktober 10, 2011 pada 5:52 pm
ass. istri sy malahan lebih dr uraian di atas,kata2nya seperti preman kalo lg ada kekesalan sm suami atau anak,baru 5 thn usia rmh tangga kami&dikaruniai 1 anak.berbagai macam cara tlh aku lakukan u/ mendidik istri,sampai pd akhirnya aku berbuat kasar terlebih karena istriku sangat membangkang,astagfirullah aku memukul wajahnya.memang istriku sangat jauh sekali melenceng dr tuntunan Allah SWT dan Rasul saw.skr dia plg k rmh ortu nya.aku tau dia sangat marah&skt hati,berbagai cara tlh aku coba u/ mengislhlahkan sikon ini tp tetap saja,malahan tambah buruk.satu hal yg memberatkan perpisahan ini yaitu anak.aku blm bs mencontoh kisah nabi Ismail,karena anaku adalh segalanya.ada yg bs ngasih solusi sm masalah yg aku alami?? terima kasih.wss.
Agustus 28, 2012 pada 2:27 pm
kumpulkan anak yatim sebanyak 40 orang… kemudian beri mereka makan.. dengan makanan2 yg lezat2 serta banyak… sampai mereka merasa puas… setelah itu.. suruh mereka untuk mendo’akn masalah kamu agar cepat selesai… insyaallah… dengan izin allah… masalah akan selesai dengan cepat dan bagus hasilnya…
Oktober 11, 2011 pada 4:20 am
Terima kasih atas sara yang sudah anda paparkan di atas…..mdh2n blog ini adalah jodoh dan petunjuk dari Allah SWT.Amin….Mohon Do’anya….smoga ikhtiar kita tak pernah ada putus asa dan selalu di beri kemudahan….aminnnn……
Oktober 16, 2011 pada 2:02 pm
Asslkum..wr..wb..kth..memang istri egois sngt membuat tdk pny gairh hdup,,istri sya memg lbh tua 1th dr umr sya,dia lo lg mrh omgny sgt ksr,ktor sekali,cmbr brt,kdg ak brfkr..?!!tp ak jgn smp,,krn ak sngt syg kelrg ini,,mhon doanya smg kelrgku te”p uth,,
Oktober 17, 2011 pada 6:05 am
Amien. Semoga Allah merahmati keluarga antum sehingga terhindar dari perpecahan
Oktober 17, 2011 pada 7:06 am
amin,,,,,
Oktober 17, 2011 pada 3:16 am
bagus bngt masukanya tetapi yg jadi permasalahan justru itu dipoin yg pertamanya ini klw terjadi masalah susah bngat untuk di ajak komunikasi.biasanya setiap ad mslh hilang berlalu gtu saja,cmn saya sbnrnya tidak mau terus2 sprti itu,bgmn solusinya ya?
Oktober 17, 2011 pada 6:07 am
coba di review aja permasalahannya di lain waktu ketika hati dan kepala sudah sama-sama dingin. sebelum mulai mereview, diminta janji dulu supaya ga marah. Biasanya saya seperti itu ketika berada di situasi demikian dan alhamdulillah berhasil
Oktober 18, 2011 pada 1:17 pm
subhanallah……….
sepertinya banyak sekali permasalahan yang dihadapi dalam rumah tangga apalagi ini khusus kepada istri. ehmm ruwet juga ya liatnya. emang gimana sih realitasnya? atau jangan2 kita tau bagaimana cara menghadapinya? n kita kurang kreativ dalam berkomunikasi? insyaallah untuk mengukur itu tidaklah terlalu susah. manusia akan senantiasa terpengaruh oleh pemikirannya tatkala berbuat sesuatu. oleh karena itu, kalo saya boleh koment meskipun belum menikah hehehe ubahlah pemikirannya, persepsinya atau pemahamannya dengan cara yang makruf.,, bagaimana aqidahnya bahwa dia adalah mahluk Allah yang telah diberi amanah untuk melakukan kewajibannya terutama kewajibannya sebagai istri.. istri tidak akan pernah berubah jika pemikirannya tidak diubah begitu pula para suami… karena mereka adalah mahluk yang sma yang membedakan adalah kecenderungannya terhadap dirinya…. semoga dengan sadarnya dia sbg mahluk allah juga menyadari akan tanggung jawabnya kepda suami. wallahu a’lam
Desember 8, 2011 pada 2:11 pm
solusinya cukup bagus. Hanya seperti apa cara mengubah pemikirannya, persepsinya atau pemahamannya dengan yang makruf itu? mohon kiranya diperjelas. Karena kadang ada karakter yang tidak menyukai sebuah perdebatan sedangkan menghadapi orang yg spt ini untuk mengubahnya hampir 90% akan terjadi perdebatan
Desember 23, 2011 pada 5:52 am
Assalamu’alaykum wr wb
Kalau demikian, cobalah untuk mengurangi sikap seolah-olah menggurui atau nasehat terlalu panjang yang berpotensi kepada perdebatan. Berikan masukan yang lebih mengarah kepada keteladanan, sedikit penyampaian (singkat, padat, jelas, terarah) yang diikuti dengan keteladanan yang kontinyu dari diri kita sendiri.
Wallahua’lam
Oktober 19, 2011 pada 6:49 am
kita harus sering banyak baca al-qur’an d rumah kita, biar istri kita ngga d masukin ma iblis…,karena wanita itu godaan-nnya lebih dasyat dari pada iblis,,,contoh-nya nabi adam yang di rayu ma siti hawa suruh makan buah qhuldi, padahal nabi adam ma iblis pada saat itu tidak tergoda.
November 5, 2011 pada 3:48 pm
Ternyata banyak juga yg punya istri egois
November 6, 2011 pada 1:06 pm
emang kdengarannya gampang menghadapi istri yg egois, namun pada kenyataannya sangat sulit. . Yg mengalami pasti akan tahu btapa sulitnya. .
November 10, 2011 pada 2:54 am
mdh2 kiat d ats bisa mjdikn solusi tuk kluagaku.tntny dgn ridho alloh swt
November 10, 2011 pada 3:56 am
Amien
November 21, 2011 pada 5:19 pm
terima kasuh sangat membantu..
November 30, 2011 pada 1:04 am
JAZAKALLAHU KHAIRAL JAZAA’ …………. makasih banget atas nasehatnya, yang walaupun hanya lewat media seperti ini mudah2an ini akan dapat dijadikan peptunjuk dan dapat menentramkan semua hati para laki-laki yang memiliki permasalahan seperti pada artikel ini. amiiiiiin…………
November 30, 2011 pada 9:38 am
Mudah-mudahan solusi tsb dapat menyeleseikan masalah yang sedang ku hadapi.
Amin….
Desember 3, 2011 pada 12:00 am
Aslmkm.
Terima kasih, artikel yang sangat menarik….
Ini masukan sangat penting bagi saya sebagai laki-laki
kelak jika Allah memberi saya kesempatan menjadi suami
yang dan (Insya Allah) menjadi ayah atas titipannya.
Amin ya Allah ya robbal alamin…
Desember 8, 2011 pada 2:06 pm
Terima kasih atas tulisannya. Saya emng lagi browsing untuk membekali diri ini bagaimana menghadapi karakter istri seperti ini. Walaupun saya belum menikah tapi bagi saya tiada yg bisa menjamin apakah saya akan mendapatkan istri yang sempurna spt yg dijelaskan di awal tulisan ini.
Ada hal yg menarik bagi saya dari salah satu cara yaitu komunikasi. Sebenarnya tidak hanya dengan istri, dimanapun kita berada tentunya ada juga kita jumpai karakter orang yg egois. Nah Komunikasi yg seperti apa yg sebaiknya dilakukan? Komunikasi yang baik itu sangat luas maknanya dan bentuk.
Tetapi bagi saya, awalnya kita harus menanyakan kepada diri kita, benarkah ia yang egois? atau sebenarnya keegoisan itu timbul karena sebelumnya kita dulu yang berlaku egois kepada dia.
Desember 25, 2011 pada 11:46 pm
sy stuju dengan artikel diatas, tp yg jadi permasalahan adalh jika suami terus menerus mengalah bahkan bs dibilang sperti pembantu bgaimnkah cara mengatasinxa?
kadang seorang suami merasa tdk than dgan perlakuan si istri….
trimaksih..
Desember 27, 2011 pada 6:50 pm
aslmkum,sya sgt brTrmksh bnyak atas smua masukanya buat saya, ,smoga bermanfaat buat kehidupan rmh tangga saya,,sekali lg sy sgt bertrmksh
Desember 30, 2011 pada 5:21 pm
pusiiiingg….mikirin sifat istri yang egois dan merasa selalu benar….mudah-mudahan saya juga bisa bertahan dengan keadaan seperti ini
Januari 8, 2012 pada 1:12 pm
Allahamdulilah, saya mengerti dan saya akan coba bersabar, terima kasih artikelnya.
Januari 10, 2012 pada 6:09 pm
saya dah bingung mesti gmana lg. kalo lg ada uang istri perhatian, tp kalo lg gak, boro2, terus dari omongan yg saya dengar dari istri sy. dia lebih msh gmana orang tuanya, di banding sy, suaminya. gmana solusinya yah . . . .?
Februari 3, 2012 pada 3:21 am
wanita itu mempunyai 3 kekurangan. (1) kurang iman (sebab mereka ada masa2 datang bulan yg menyebabkan tidak dapat melaksanakan sholat dan ibadah lainnya, (2) kurang bagian (dalam hal bagian warisan), dan ke (3) kurang akal.
perkataan imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah.
Februari 7, 2012 pada 3:54 am
Terimakasih saudaraku.. akhirnya saya sadar bahwa SABAR itu sebenarnya tiada batasannya,kecuali manusia itu sendiri yg membuat batasannya..
Februari 22, 2012 pada 2:54 am
WELEH- WELEH……… KOKYA KEBANYAKAN ISTERI-ISTERI PADA EGOIS, YA?! MUDAH-MUDAHAN KITA-KITA YANG ISTERINYA EGOIS DIBERI KESABARAN. AMIIIN………….
Maret 1, 2012 pada 5:30 am
Alhamdulilah….
dapet masukan n pengetahuan sebelum saya menikah,, lg bnyk cari info ttg menata keluarga neh… stugu artikel berikutnya…. thx
Maret 24, 2012 pada 9:28 pm
Alhamdulillah,suatu solusi yang bijak dalam menghadapi istri,semoga suamiku bisa begitu amiin…
Maret 25, 2012 pada 9:36 am
kalau kita terus-terusan mengalah..brrti g jauh beda kita juga seorang suami yang SUSIS..
bagaimana islam menyikpi hal tersebut?trima kasih
semoga para suami-suami penyabar ini diberikan ketabahan oleh Allah SWT
amiin
Mei 7, 2012 pada 4:41 am
Coba mengalah sejenak untuk meredam emosi. Kalau sudah sama-sama dingin, baru diperbaiki dengan bahasa yang lebih halus
Mei 9, 2012 pada 2:46 pm
2th sdh q mnjalin rmh tngga n hasilnya q dah pnya buah hati, tp knapa slma 2th itu lbh sring ribut drpd damainya n bukane q mmbela diri ttpi mslh2 itu timbul akibat istri yg sgt2 egois,n saat ini adl saat dmn q rasanya dah pesimis utk mmperjuangkan rmh tngga,q dah ga kuat dg klakuan istri yg sll merendahkan hrga diriQ,cm aq bngung ketika aq mlihat si buah hatiku,,skalipun q laki2 tp q ttp ga kuasa menahan tangis ktika q mlihat buah hatiQ,aplagi jk prceraian tjd dan wktu q dg anak akan terbatas,q ga bs bayangin apakah q snggup ato tidak? mohon pencerahannya…
Mei 10, 2012 pada 3:48 am
Untuk sementara coba anda lebih banyak diam dulu, mungkin bisa dengan memfokuskan diri untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt dulu (ibadah). Saudara jangan ambil pusing atau terlalu banyak berkomentar dengan apa yang istri anda lakukan atau katakan selagi hal itu tidak akan memberikan kerugian yang fatal bagi istri, anak, anda sendiri atau orang lain. Coba anda lakukan selama 1 atau 2 bulan, berbicara seperlunya. Ketika menemukan hal-hal yang sekiranya menjurus pada pertengkaran maka tinggalkan saja, jangan dilanjutkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pembelajaran bagi istri anda.
Demikian. Semoga bermanfaat. Wallahua’lam
Mei 29, 2012 pada 5:08 am
nah yg ini rasanya yg cocok buat saya, saya akan coba mas nurdin, mudah”an ada manfaatnya buat klrg saya
Mei 29, 2012 pada 6:13 am
Amien…
Juni 16, 2012 pada 1:16 pm
?????????? ?????????? ?????????? ????? ????????????
Bagaimana kalo masalah keegoisan istri tidak bisa d rubah?
Sudah 2thn istri sy tidak berubah rasa egoisnya.
Namun sy tetap berusaha untuk bersabar semoga Allah SWT dapat memberkahi kami dan memberikan rahmat kpd istriku.
?????????????..?????????????.. ??? ????? ????????????
Juli 2, 2012 pada 3:53 am
Maaf, Coba saudara mencari pihak ketiga sebagai penengah untuk melakukan mediasi. Boleh dari pihak saudara, sahabat atau siapa saja namun usahakan si penengah atau mediator ini adalah orang yang istri anda hormati/segani.
Wallahua’lam
Juni 16, 2012 pada 1:18 pm
Bagaimana jika sudah 2thn belum berubah rasa egoisnya?apa yang harus saya lakukan?
Juni 30, 2012 pada 3:08 am
kasus saya,..sama menghadapi istri keras kepala dan mau menang sendiri,
1 tahun menikah…anak saya sering dipojokkan jika ada salah,..tapi kurang mendapat kasih sayang dari ibu tirinya…
Sebagai imam seharusnya saya yang memegang kendali keluarga, tapi sifat keras istri selalu mencari2 kesalahan.
Juli 2, 2012 pada 3:56 am
Maaf, Coba saudara mencari pihak ketiga sebagai penengah untuk melakukan mediasi. Boleh dari pihak saudara, sahabat atau siapa saja namun usahakan si penengah atau mediator ini adalah orang yang istri anda hormati/segani.
Wallahua’lam
Juli 6, 2012 pada 3:08 am
Terima kasih…
sarannya…
Tolong kalo ada do a/ amalan mengatasi istri yg keras kepala…
saya dibantu…
Juli 22, 2012 pada 8:54 pm
Wah Pak Aan…sama dgn saya, solusinya pisahkan anak dgn ibu tirinya… walaupun berat….anak saya sekolahkan di pesantren dr MTs sampai MA (6 thn) sampe skrg kuliah tetap tdk serumah…. tapi kita sebagai bapaknya harus menyayangi mrk semua istri & anak.
Juli 14, 2012 pada 6:10 pm
terima kasih banyak,semoga bermanfaat bagi saya dan keluarga.
jangan bosan yah kasih masukan
Juli 20, 2012 pada 10:49 pm
smua ini masalahnya hanya kesadaran akan hak dan kewajiban si istri atau si suami.bukan kah di waktu menikah kita diberitahukan akan hak seorang istri dan hak seorang suami begitu juga kewajibannya.jadi jika kedua belah pihak menjalankan hak dan kewajibannya masing – masing maka perseteruan antara suami istri tdk akan terjadi.
September 6, 2012 pada 9:13 am
artikel yang sangat pas dengan yg sedang sy alami saat ini. terkadang sy sampai kehabisan akal untuk mendidik istri sy.sifat keras kepalanya sudah sangat keterlaluan.mudah2an allah mengampuni istri saya krn telah bnyk brdosa pada suaminya…..
September 16, 2012 pada 10:40 pm
kullu nafsin ja ikatul maut…..semua yg bernyawa pasti akan mati …..masalah rumah tangga….ini adalah ladang amal kita….untuk menuju akhirat kelak
September 24, 2012 pada 3:00 pm
Sifat Egois, emosi, ga bsa di hilangkan, tp msh bisa di cntrol, minimalkan.
Pasangku pnya sifat2 itu, dah berbagai cara, trix, nashat, tp msih nihil, ku msh slalu mengalah, bahkan, ibu’a, bibi2′a jg sering nangis gara2 sifat psangan ku. Tp ku percya, dgn sifat sabar dan tabah yg ku punya, ku optimis tuhan pasti brikan kbhagian kelak, jd tuk orang2 yg mempunyai pasangan dgn sifat egois, emosi yg tinggi, kunci’a adalah tegar, sabar, tawakal, dan tabah, mskipun kdang menyakitkan, tp jgn lah sampai ada kata cerai.
Trims.
September 24, 2012 pada 3:03 pm
Sifat Egois, emosi, ga bsa di hilangkan, tp msh bisa di cntrol, minimalkan.
Pasangku pnya sifat2 itu, dah berbagai cara, trix, nashat, tp msih nihil, ku msh slalu mengalah, bahkan, ibu’a, bibi2′a jg sering nangis gara2 sifat psangan ku. Tp ku percya, dgn sifat sabar dan tabah yg ku punya, ku optimis tuhan pasti berikan kbhagian kelak, jd tuk orang2 yg mempunyai pasangan dgn sifat egois, emosi yg tinggi, kunci’a adalah tegar, sabar, tawakal, dan tabah, mskipun kdang menyakitkan, tp jgn lah sampai ada kata cerai.
Trims.
Oktober 2, 2012 pada 11:11 pm
akan d coba d rumh smga berhasil doakan y….
November 2, 2012 pada 3:21 pm
persis yg kualami sekarang ini…, tapi semua cara itu sudah aku coba tetapi sang istri klo di kasih nasehat nasehat yg baik ehh dia malah memuncak kemarahannya dan ingin meninggalkan aku dan buah hati , tetapi sekarang ini masih aku pertahankan…, semoga Allah menghilangkan sifat sifat buruknya… , dan di memberikan kesabaran padaku.. Amien ..
November 17, 2012 pada 7:02 am
Assallamualaikum….! Kalau kita sdh menasihati apabila istri menentang thdp perkataan suami, lalu istri tdk menuruti sampai jd fitnah dlm keluarga. Apakah dosa atau tdk bagi suami ?
November 22, 2012 pada 3:55 am
Sebelumnya saya sudah coba sarannya..tapi yang terjadi hanya cacian, hinaan darinya bahkan keluarga ku jga kena semprot omongan dia,…..bisanya cuma mrah2 trus…permintaanya tu ga masuk akal bahkan melanggar syariah…..yang jadi masalah istri ku bkn cuma egois tpi berikut pelupa…kadang dia ga nerima ksalahan yg dilakukan nya sndiri…merasa paling benar…smua salah..mohon do’a dari tman2..
Desember 4, 2012 pada 7:00 am
smua saran di atas sdh di coba,tapi tetap ja ga da perubahan.pusing……..
Desember 7, 2012 pada 7:31 am
alhamdulillah akhirnya … stress bareng-bareng gara-gara wadon
Januari 18, 2013 pada 8:30 am
Ya…Alloh Berilah aku kekuatan dari kata2 istri yang menyakitkan ,..Anjing kamu,..anak kandungku sakit perut cuma dikasih minyak kayu putih…..