Rumah Tangga Romantis

Rumah tangga romantis merupakan impian yang pastinya selalu ada dalam hati setiap manusia. Karena dengan terwujudnya rumah tangga yang romantis, maka sebuah keluarga atau rumah tangga yang damai, nyaman, dan tenteram pun akan terwujud.

Rumah tangga romantis bukanlah milik orang-orang yang ber-uang atau kaya raya semata, bukan milik para intelektual semata, bukan milik para penguasa semata. Rumah tangga romantis adalah hak dan milik setiap insan yang berakal sehat. Rumah tangga romantis adalah milik setiap insan yang mengerti arti pentingnya rumah tangga dan senantiasa berkeinginan dan berjuang untuk menjaganya.

Ya, rumah tangga romantis adalah milik setiap insan yang mengerti arti pentingnya rumah tangga dan senantiasa berkeinginan dan berjuang untuk menjaganya. Karena terwujudnya sebuah keluarga yang romantis bukanlah satu fenomena yang dapat terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui rangkaian usaha dan perjuangan. Berikut ini merupakan rangkaian langkah yang hendaknya terdapat pada setiap pasangan suami istri untuk mewujudkan sebuah rumah tangga yang romantis.


Sentuhan Mesra

Tidak dapat dipungkiri, bahwa sentuhan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menjalin sebuah ikatan antara dua insan yang saling mencintai dan menyayangi. Sentuhan merupakan ekspresi dari sebuah rasa. Sentuhan yang hangat, lembut, dan mesra merupakan tanda kasih dan cinta yang bersemi di dalam dada.

Sentuhan sebagai salah satu sarana untuk menunjukkan rasa cinta tidaklah sebatas sentuhan fisik semata. Sentuhan ini tidak terbatas hanya pada belaian, kecupan, atau pelukan saja, melainkan juga didukung dengan sentuhan-sentuhan nonfisik lainnya. Sentuhan dengan kata-kata yang akan menembus ke dalam hati dan melelehkan jiwa, merupakan salah satu unsur yang harus mengiringi sentuhan fisik yang berupa belaian, kecupan, dan juga pelukan mesra. Bisikan-bisikan mesra dan canda-canda nakal merupakan bumbu penyedap yang akan turut menambah cita rasa sentuhan fisik, sehingga ikatan cinta yang terjalin pun semakin beraroma, harum, dan nikmat terasa.

Sentuhan lain yang juga harus turut menyertai sentuhan fisik dan sentuhan kata-kata mesra adalah sentuhan sikap dan perbuatan. Sentuhan sikap dan perbuatan ini pun lebih mengarah pada hati dan kejiwaan pasangan. Sentuhan perbuatan dapat dilakukan dengan memberikan kejutan-kejutan atau hadiah-hadiah kecil bagi pasangannya. Kejutan atau hadiah-hadiah tersebut tidak mesti dalam bentuk benda-benda yang mahal atau mewah. Hadiah atau kejutan kecil sederhana, dengan harga yagn murah pun dapat menyentuh hati pasangan. Karena, inti dari pemberian tersebut bukanlah masalah “berapa” dan “apa”, melainkan masalah “kenapa” dan “bagaimana”. Kenapa kita melakukan hal itu? Kenapa kita memberikan hadiah atau kejutan itu? Yaitu karena rasa cinta dan kasih sayang kita kepada pasangan kita. Dan bagaimanakah kita memberikan hadiah kecilitu kepada pasangan kita? Itulah yang akan dilihat, dirasakan, dan dinilai oleh pasangan kita. Melalui kejutan-kejutan atau hadiah-hadiah kecil tersebut maka pasangan kita akan merasa dicintai, disayangi, diperhatikan, dimanja, dan dikasihi.

Tiga faktor ini tidak boleh sampai hilang dalam pembentukan rumah tangga yang romantis. Sentuhan fisik, sentuhan kata-kata, dan sentuhan perbuatan merupakan satu kesatuan yang saling berikat erat satu sama lain, yang bersatu padu untuk menumbuhkan dan mempertahankan keromantisan di dalam rumah tangga.


Luangkan Waktu Anda

Kebersamaan merupakan salah satu faktor yang memiliki peranan sangat besar dalam mewujudkan keluarga yang romantis. Semakin banyak waktu untuk bersama, maka semakin banyak dan besar pula kesempatan untuk saling berbagi. Semakin banyak waktu untuk bersama, maka semakin besar kesempatan untuk saling memperhatikan dan memanjakan pasangan. Dan tentunya, semakin banyak waktu untuk bersama akan memberikan kesempatan yang sangat besar untuk lebih jauh lagi dalam mengenal dan memahami karakter pasangan masing-masing, yang akhirnya dengan pengenalan dan pemahaman tersebut akan menimbulkan sikap saling mengerti, menerima, menjaga dan mengisi kekurangan dari masing-masing pasangan. Untuk itu, hendaknya setiap pasangan senantiasa meluangkan waktu untuk pasangannya masing-masing, jangan selalu hanya disibukkan oleh pekerjaan kantor hingga mengabaikan pasangan dan rumah tangganya. Hal ini tentu saja dapat mengikis dan menghilangkan keromantisan di dalam rumah tangga, yang akhirnya menimbulkan keretakan di dalam rumah tangga itu sendiri.


Mengurus Diri

Selama ini, istilah mengurus diri biasanya hanya ditujukan dan dituntutkan kepada para wanita atau istri saja. Padahal, untuk mewujudkan sebuah keluarga yang romantis tidak cukup hanya dilakukan oleh salah satu pihak saja, melainkan melalui sebuah kerjasama yang baik antara suami dan istri. Dan tentu saja untuk mewujudkan sebuah rumah tangga yang romantis tidak cukup hanya dengan memiliki seorang istri yang resik (bersih), pandai berhias, dan pandai memasak saja.

Sebagai manusia biasa, adakalanya seorang istri mencapai titik lelah, titik jenuh setelah bergelut dengan dapur dan segala pekerjaan rumah tangga, yang membuatnya tampak kumuh atau tidak sedap dipandang mata. Hal inilah yang akhirnya melekatkan istilah mengurus diri hanya kepada para wanita atau istri saja. Dan mereka lupa, bahwa sebenarnya seorang lelaki atau suami pun memiliki titik jenuh, titik lelah, stress, dan lain-lain yang disebabkan oleh pekerjaan kantor dan lain-lain, yang akhirnya pun dapat membuatnya tampak kusut, kumal, dan tidak sedap dipandang mata.

Dengan demikian jelaslah bahwa sebenarnya kata mengurus diri juga harus ditujukan kepada lelaki atau suami, tidak hanya mengarah pada wanita atau istri saja.

Seorang isrti hendaknya mampu berhias untuk sang suami, merawat tubuh dan jiwanya, selain juga harus mampu bekerja di sumur, di dapur, dan dikasur tentunya. Sementara seorang suami juga harus mampu merawat dirinya untuk memberikan yang terbaik buat sang istri yang juga telah memberikan yang terbaik buat dirinya. Hendaknya seorang suami juga harus beusaha semaksimal mungkin untuk senantiasa menjaga stamina, penampilan, dan keharuman tubuhnya. Dengan demikian, akan selalu ada timbal balik yang saling melengkapi dan saling melayani antara suami dan istri.

Adanya kesadaran dalam diri setiap suami dan istri untuk senantiasa mengurus diri merupakan salah satu langkah yang tidak boleh diabaikan guna mewujudkan sebuah rumah tangga yang senantiasa romantis.


Membahas Seks Bukan Hal Yang Tabu

Satu hal yang perlu selalu diingat adalah, menempuh kehidupan rumah tangga berarti telah mengambil sebuah konsekuensi untuk menanggung, menjaga, melengkapi, mengisi, dan memperbaiki segala keburukan, kekurangan, dan kelebihan yang dimiliki oleh pasangan. Keburukan dan kekurangan istri menjadi keburukan dan kekurangan sang suami, begitu pula sebaliknya. Dan kelebihan sang istri juga menjadi kelebihan sang suami, begitu pula sebaliknya. Keduanya berkewajiban untuk saling terbuka, saling jujur, dan tentunya saling menjaga kejujuran dan keterbukaan tersebut. Tidak perlu lagi ada rasa malu, takut, atau ragu untuk membicarakan masalah-masalah yang vital dalam rumah tangga.

Seks adalah salah satu masalah yang sangat vital dalam kehidupan rumah tangga. Sayangnya, sampai saat ini masih sangat banyak pasangan suami istri yang enggan, malu, takut, ragu, atau merasa tabu untuk membicarakannya dengan terbuka. Padahal keterbukaan dalam masalah seks ini merupakan satu hal yang sangat membantu dan sangat dibutuhkan di dalam kehidupan rumah tangga.

Banyak pasangan suami istri yang merasa lebih baik menyimpan uneg-uneg mereka mengenai hubungan seks dengan pasangannya ketimbang menyampaikan atau membicarakan uneg-uneg tersebut dengan pasangan mereka masing-masing. Alhasil, kehidupan seks pun terasa hambar, hanya seperti sandiwara, yang perlahan-lahan dapat menimbulkan keretakan rumah tangga mereka.

Ketebukaan dalam masalah seks akan membuat kehidupan rumah tangga semakin romantis. Sebab, keterbukaan tersebut akan memberikan informasi mengenai hal-hal apa yang selama ini salah dalam berhubungan seks, mengenai apa-apa yang disukai dan dibenci pasangan kita maupun oleh kita sendiri ketika berhubungan seks. Dengan demikian, masing-masing pasangan akan mengetahui apa yang menjadi keinginan pasangannya ketika sedang melakukan hubungan seks. Pada akhirnya, mereka pun akan dapat memberikan kepuasan yang maksimal kepada pasangannya masing-masing. Namun sebaliknya, ketertutupan mengenai masalah seks justru akan menyembunyikan permasalahan yang ada di dalamnya. Kita tidak akan mengetahui apa yang paling disukai dan dibenci pasangan kita ketika sedang berhubungan seks. Dan tentu saja tanpa mengetahui apa yang disuka dan dibenci oleh pasangan kita, kita tidak akan dapat memberikan kepuasan yang maksimal kepada pasangan kita. Bahkan boleh jadi, tanpa disadari justru kita telah menyakitinya ketika sedang berhubungan seks. Dan hal inilah yang tentunya akan menghilangkan keromantisan di dalam rumah tangga.

Terbukalah dalam masalah seks dengan pasangan anda. Bicarakan dengan baik, dan tentunya tidak harus dibicarakan pada saat berhubungan atau di atas ranjang saja. Membicarakan masalah seks juga dapat dilakukan dalam waktu-waktu luang di tempat yang lain, ketika sedang bersantai atau bahkan di meja makan.


Jangan Memaksakan Kehendak

Meskipun anda dan pasangan sangat saling mencintai, telah menikah dan telah bersatu dalam bahtera rumah tangga, namun ingatlah bahwa pada dasarnya anda dan pasangan adalah dua insan yang sama-sama diciptakan dengan persamaan dan perbedaan. Untuk itu, hendaknya kita tidak perlu memaksakan apa-apa yang tidak disukai oleh pasangan kita.

Setiap manusia diciptakan dengan berbagai persamaan dan perbedaan, maka sudah sepatutnyalah bagi setiap pasangan suami istri untuk senantiasa memupuk rasa saling mengerti dan memahami.

Jangan jadikan perbedaan sebagai perpecahan, tapi jadikanlah ia sebagai penghias dan pelengkap yang turut menjaga keutuhan bangunan rumah tangga anda.


Satukan Impian

Jangan biarkan rumah tangga anda hambar tanpa memiliki kesatuan impian yang jelas. Jangan biarkan rumah tangga anda statis dengan membiarkannya mengalir seperti air saja.

Ciptakanlah dalam kehidupan rumah tangga anda sebuah impian bersama, cita-cita bersama untuk sekian tahun mendatang. Dengan adanya impian dan cita-cita bersama ini maka kedua belah pihak, baik suami maupun istri akan senantiasa sama-sama berjuang untuk mewujudkan impian bersama tersebut. Kebersamaan ini tidak akan mudah hilang karena terdapat impian dan cita-cita yang harus mereka kejar dan wujudkan bersama.

Cita-cita dan impian bersama ini memiliki andil untuk turut menjaga kebersamaan pasangan suami istri. Karena, cita-cita atau impian bersama tersebut tidak akan tercapai kecuali dengan perjuangan bersama dan selalu bersama.


Bebaskan Kamar Anda Dari TV dan Komputer

TV adalah salah satu media informasi yang cukup vital bagi manusia. Meskipun demikian, adakalanya ia berubah menjadi mesin perusak yang dapat menghancurkan keromantisan rumah tangga anda. Hal itu dapat terjadi manakala anda menempatkan TV di dalam kamar. Tentunya TV tersebut merupakan gangguan yang sangat berarti bagi keintiman anda dan pasangan. Begitu juga dengan komputer, ia pun dapat mengganggu kehangatan anda dengan pasangan. Pasangan anda akan merasa sangat kesal manakala ia sedang membutuhkan perhatian, tempat bermanja, dan bercanda dengan anda di dalam kamar namun anda malah lebih fokus pada acara televisi favorit anda, atau anda ternyata lebih fokus pada pekerjaan kantor yang anda kerjakan dirumah dengan komputer yang anda letakkan di dalam kamar tersebut. Pasangan anda akan merasa kecewa manakala ia telah memberikan isyarat untuk melakukan hubungan intim, namun anda tidak membaca isyarat tersebut karena terlalu fokus pada acara televisi favorit anda atau pada komputer anda. Dan jika terjadi secara berulang-ulang tanpa ada pembenahan, tentu saja keromantisan di dalam rumah tangga pun akan menjadi korbannya.

Jangan jadikan kamar anda dan pasangan sebagai arena pertunjukan atau ruang kerja, tapi jadikanlah ia sebagai tempat spesial bagi anda dan pasangan. Yang ada di dalam kamar hanyalah canda, tawa, bermanja, berbagi rasa, kehangatan dan sejenisnya bersama pasangan anda tercinta.


Hapus Masa Lalu

Tidak perlu saling mengingatkan masa lalu yang dapat menjatuhkan pasangan maupun diri sendiri. Setiap orang memiliki masa lalu, baik itu masa lalu yang baik maupun yang buruk. Yang terpenting saat ini adalah bagaiamana membangun sebuah rumah tangga yang penuh dengan keromantisan dan kehangatan. Bagaimana berjuang bersama-sama untuk menciptakan sebuah rumah tangga yang senantiasa diselimuti dengan keromantisan hingga akhir hayat.

Suami istri adalah pasangan yang saling melengkapi dan saling menerima, maka tidak perlu ada pikiran mengenai siapa yang lebih baik atau lebih buruk masa lalunya. Rumah tangga adalah lembaran baru yang bersih dan siap menerima tinta-tinta yang akan memberinya corak dan warna. Tulislah dalam lembaran baru tersebut hanya kisah anda bersama pasangan, tanpa ada masa lalu yang menyakitkan.

Lupakan segala masa lalu yang kelam yang akan mengganggu terwujudnya rumah tangga anda yang harmonis. Namun kenanglah masa lalu tersebut sebagai pembelajaran yang akan membuat anda menjadi manusia yang lebih kuat dan lebih tegar untuk mewujudkan rumah tangga yang romantis bersama pasangan anda.


Jangan Tutup Dirimu

Janganlah menutup diri manakala ada permasalahan atau hal-hal penting menyangkut masalah rumah tangga, baik masalah-masalah yang ringan maupun permasalahan yang berat. Tanyakan, sampaikan, keluhkan, suarakan isi hati dan kepalamu. Sebaliknya, pasangan hendaknya senantiasa dapat merespon dengan sikap yang bijaksana. Apapun yang disampaikan oleh pasangan hendaknya diperhatikan hingga pasangan menyelesaikan penyampaiannya. Kemudian, tanggapi segala penyampaian tersebut dengan sikap positif. Sampaikan dan tanggapi segala permasalahan dengan kepala dingin. Kuasai emosi dan ego yang ada dalam jiwa sehingga pertengkaran atau adu mulut pun tidak akan terjadi atau minimal dapat terminimalisir.

www.sekeluarga.com

About these ads

3 Tanggapan to “Rumah Tangga Romantis”

  1. Desi Junianti Says:

    Alhamdulillah.., sangat bermanfaat. Tks

  2. nurdiyon Says:

    Alhamdulillah

  3. saidatulnisa Says:

    syukur alhamdulillah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: