Takwa Kepada Allah swt Hindarkan Celaka

“Celaka”, sepatah kata yang sangat menakutkan dan senantiasa dihindari oleh setiap manusia yang berakal sempurna. Tidak ada seorang manusia pun yang sehat mental dan logikanya, yang sudi menyandang kata tersebut baik dunia maupun di akhirat kelak.

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang menginginkan kehidupan dunia yang celaka. Namun celaka dapat datang kapan saja, di mana saja, dan pada siapa saja. Oleh sebab itu, perjuangan menjadi satu-satunya langkah bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini agar terhindar dari celaka. Manusia bekerja untuk menghidarkan diri dan keluarganya dari celaka, manusia bersekolah adalah untuk menghindarkan diri dari celaka, manusia berobat untuk menghindarkan diri dari celaka, manusia makan dan minum adalah untuk menghindar dari celaka juga.

Celaka di dunia, waktunya mungkin tidak akan lama, karena rata-rata usia kehidupan umat Nabi Muhammad saw tidak akan jauh melebihi 60 tahun, andaipun lebih  tidak akan terlalu jauh dan itupun sedikit adanya. Namun yang kehidupan dunianya berakhir dibawah usia 60 tahun pun sangat banyak jumlahnya. Setelah jatah usia mereka habis, maka jauhlah mereka dari celaka dunia. Syukur jika ternyata celaka mereka telah berakhir seiring berakhirnya jatah usia mereka. Namun, sungguh malanglah mereka jika ternyata mereka masih harus mendapat celaka lagi di akhirat kelak, yang berupa azab kubur dan siksa api neraka. Na’udzubillahiminzalik.

Celaka di akhirat adalah mendapatkan azab Allah swt sebagai pertanggung jawaban amal perbuatan kita semasa di dunia.

Satu-satunya cara yang dapat kita lakukan untuk menghindarkan diri dari celaka akhirat yang berupa azab Allah swt yang sangat pedih adalah dengan senantiasa bertakwa kepada-Nya. Menjalankan segala perintah Allah swt dan menjauhi segala larangannya. Mengabdi sepenuhnya hanya kepada Allah swt sebagaimana firman-Nya artinya:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Demikianlah Allah swt telah memberikan petunjuk kepada hamba-Nya, agar mereka tidak lupa dan salah dalam menjalani kehidupan.

Takwa kepada Allah swt merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki seorang hamba untuk dapat memasuki surga Allah swt. Masalah ini sama hal dengan sebuah perusahaan yang berusaha menciptakan mesin pencuci piring. Setelah pembuatannya selesai, mesin itupun dites. Ternyata, ketika dites mesin tersebut tidak dapat digunakan untuk proses pencucian piring. Dengan hasil yang demikian, terang saja perusahaan yang telah mencipatkan robot tersebut pun akan menghancurkannya lagi.

Demikianlah gambaran bagi orang-orang yang tidak mau bertakwa kepada Allah swt, tidak mau mengabdi beribadah kepada Allah swt, celaka atau kehancuranlah yang akan ia dapatkan. Allah swt yang telah menciptakan manusia hanya untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya semata, dan setelah hidup di dunia ternyata manusia tersebut kemudian membangkang dari segala bentuk perintah dan larangan Allah swt, tidak mau beribadah kepada Allah swt, maka tentu saja Allah swt akan memberikan kehancuran atau celaka kepadanya.

Allah swt adalah Zat yang menggenggam kehidupan di dunia dan akhirat. Allah swt-lah yang mengatur fenomena kehidupan di dunia dan di akhirat. Allah swt-lah yang mengetahui segala rahasia kehidupan. Hanya dengan bertakwa kepada Zat yang Maha Sempurna itulah maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat.

Wallahua’lam

www.syahadat.com

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: