Di Balik Hukum Allah swt

Banyak di antara kita yang senantiasa merasa berat atas peraturan yang ditetapkan oleh Sang Penguasa, Allah swt. Bahkan seringkali perintah dan larangan Allah swt tersebut menjadi beban yang sangat berat. Keragu-raguan dan tanda tanya banyak menghantui hati dan isi kepala orang-orang yang merasa terbebani oleh aturan Allah swt, “Benar nggak sih ini buatan Allah?… Kenapa sih Allah ngasih aturan-aturan kayak begini?… Ribet amat sih nih aturan Allah?”. Bahkan akhirnya ada pula yang meragukan apakah Allah swt dan siksaannya itu ada atau tidak.

Sungguh, pertanyaan-pertanyaan di atas adalah satu hal yang aneh jika memang terlontar dari mulut seorang muslim. Karena pada dasarnya, muslim itu adalah orang-orang yang bernaung di bawah naungan Islam yang merupakan ajaran yang diturunkan oleh Allah swt. Kalau kita telah bernaung dan menggunakan stempel ajaran Islam sebagai identitas dan jati diri lalu kenapa harus mempertanyakan semua hal tersebut yang menggambarkan satu keraguan atas ajaran Islam itu sendiri.

Andai saja setiap kita dapat mengambil pelajaran dari segala bentuk fenomena dalam kehidupan ini, niscaya pertanyaan-pertanyaan di atas tidak akan muncul dalam benak kita. Tidak akan ada yang akan meragukan Allah swt dengan segala peraturan yang telah ditetapkan-Nya. Segala bentuk pertanyaan dan keragu-raguan akan berubah menjadi satu keyakinan dan rasa syukur yang tiada bandingnya kepada Allah swt atas peraturan yang tleah ditetapkan-Nya. Kenapa demikian?

Allah swt tidaklah menciptakan dan menetapkan segala sesuatu dengan sia-sia, tanpa alasan atau tujuan yang jelas. Allah swt juga tidak menetapkan segala sesuatu (peraturan) untuk kepentingan-Nya sendiri. Segala bentuk peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah swt tidak lain dan tidak bukan adalah untuk kebaikan manusia dan alam semesta itu sendiri.

Itulah salah satu kesempurnaan dan keindahan yang terdapat di dalam Islam. Aturan Islam itu disampaikan untuk kebaikan umat Islam itu sendiri, serta untuk alam semesta, bukan untuk Allah swt pribadi.

Ketika Allah swt mewajibkan manusia untuk mengerjakan shalat minimal lima kali dalam sehari semalam, tentu saja perintah tersebut bukanlah perintah yang asal diberikan, melainkan perintah yang pasti memiliki tujuan yang kuat. Dan ternyata apakah tujuan dari sholat tersebut? Yaitu untuk senantiasa mengingatkan kepada Allah swt sehingga dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar. Maka dengan adanya sholat ini, manusia dapat hidup secara manusiawi melalui aturan Robbani.

Ketika Allah swt melarang manusia untuk mengkonsumsi segala sesuatu yang memabukkan (minuman keras dan obat-obatan yang terlarang), tentu saja ada mudharat bagi yang melakukannya. Karena selain dapat merusak organ-organ fisik, minuman keras dan obat-obatan terlarang tersebut ternyata juga dapat merusak kualitas IQ, menimbulkan halusinasi, dan lain-lain yang akan merugikan para penggunanya.

Ketika Allah swt mengharamkan zina dan liwat (sodomi), banyak sekali manusia yang tidak mengindahkan larangan tersebut. Rumah-rumah bordil dan klub-klub malam tempat perzinahan merajalela, serta PSK-PSK jalanan pun bertaburan. Akhirnya, kini kita telah mengetahui bahwa gonta-ganti pasangan (zina) telah menimbulkan penyakit HIV sebagai pembunuh nomor satu di dunia yang sampai kini belum ditemukan obatnya.

Ketika Allah swt memerintahkan umat Islam untuk berpuasa, ternyata selain dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah swt, puasa juga diketahui dapat meningkatkan kesehatan dan mengobati berbagai penyakit jasmani.

Berkenaan mengenai puasa menyehatkan ini berbagai lembaga penelitian dan kesehatan dunia telah melakukan penelitian dengan seksama, dan ternyata mereka mendapatkan data yang mengagumkan. Dari data yang mereka peroleh diketahui bahwa puasa dapat memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan, membebaskan tubuh dari racun,kotoran dan ampas, membuat kulit lebih sehat dan berseri, memblokir makanan untuk bakteri, virus dan sel kanker, menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan daya serap makanan, menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi organ tubuh, meningkatkan fungsi susunan saraf pusat, dan sebagainya.

Dari penelitian yang mereka lakukan juga diperoleh data bahwa ternyata puasa juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti: pengerasan pembuluh darah, penyempitan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, kanker hati, kanker lambung, diabetes, hepatitis, pendarahan otak, epilepsi, sukar tidur, intelegensi berkurang, radang tenggorokan, radang hisung, radang amandel, radang kandung kemih, radang usus kronis, radang lambung kronis, radang persendian, tukak usus, tukak lambung, TBC, brochitis kronis, asma, flu, ginjal, dan masih banyak penyakit lainnya.

Subhanallah! Maha Suci Allah swt, Maha Benar Allah swt. Takkan pernah ada habisnya jika kita gali satu persatu faedah yang terdapat di dalam perintah dan larangan Allah swt, karena ilmu manusia itu tidaklah lebih besar dari setetes air di ujung jari tangan yang dicelupkan ke dalam lautan. Sedangkan ilmu Allah swt, tidak akan pernah habis meskipun tujuh lautan digunakan sebagai tinta untuk menuliskannya. Allah swt berfirman:

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Lukman: 27)

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (QS. Al Kahfi: 109)

Sesungguhnya, tiadalah Allah swt menurunkan satu peraturan baik itu dalam bentuk perintah maupun larangan, melainkan karena kasih sayang Allah swt kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya. Tiadalah Allah swt menurunkan suatu peraturan melainkan semua itu adalah demi kebaikan manusia dan semesta.

Tidak perlu lagi mempertanyakan dan meragukan perintah dan larangan Allah swt. Perintah dan larangan Allah swt adalah ibarat perintah  dan larangan orangtua yang tidak pernah mengharapkan keburukan bagi anak-anak mereka.

Saudaraku, bersyukurlah karena Allah swt telah menurunkan aturan-aturan dalam kehidupan ini. Bersyukurlah karena Allah swt masih memberikan petunjuk kepada kita mana jalan yang baik dan mana jalan yang buruk, sehingga kita dapat menghindarkan diri dari kebinasaan.

www.syahadat.com

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: