<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Naungan Islami</title>
	<atom:link href="http://naunganislami.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://naunganislami.wordpress.com</link>
	<description>Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 05:11:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='naunganislami.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0fc3795faa9978783fdfc61100da8a0d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Naungan Islami</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://naunganislami.wordpress.com/osd.xml" title="Naungan Islami" />
	<atom:link rel='hub' href='http://naunganislami.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Persiapan Ramadhan</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2011/07/15/persiapan-ramadhan/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2011/07/15/persiapan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 10:17:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[FIQIH]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[TAUSYIAH]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[busana muslim]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[shaum]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=943</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah keterangan dikatakan bahwa bulan Ramadhan adalah sebaik-baik bulan atau bulan yang terbaik di antara bulan-bulan yang ada. Ia memiliki keberkahan dan kelebihan yang luar biasa. Bulan Ramadhan begitu banyak menorekan peristiwa bersejarah dan suci. Bahkan di dalam bulan suci Ramadhan terdapat satu malam yang memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan, yang apabila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=943&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah keterangan dikatakan bahwa bulan Ramadhan adalah sebaik-baik bulan atau bulan yang terbaik di antara bulan-bulan yang ada. Ia memiliki keberkahan dan kelebihan yang luar biasa. Bulan Ramadhan begitu banyak menorekan peristiwa bersejarah dan suci. Bahkan di dalam bulan suci Ramadhan terdapat satu malam yang memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan, <span id="more-943"></span>yang apabila dihitung-hitung kurang lebih setara dengan delapan puluh tiga tahun. Malam seribu bulan tersebut biasa dikenal dengan malam Lailatul Qadar, yaitu malam ketika Allah swt menurunkan Al Quran yang merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat muslim. Begitu banyak keistimewaan yang terdapat di dalam bulan suci Ramadhan sehingga kedatangannya pun begitu dirindukan oleh seluruh umat Islam (yang beriman).</p>
<p>Salah satu kewajiban yang terdapat di bulan suci Ramadhan adalah berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama satu bulan penuh. Kewajiban berpuasa ini dengan jelas diperintahkan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah swt sebagaimana firman Allah swt yang artinya:</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”</em> QS. Al Baqarah: 183–185</p>
<p>Selain dari Firman Allah swt di atas, kewajiban berpuasa pun dapat kita temukan melalui perkataan Rasulullah saw dalam berbagai hadits-nya. Salah satunya adalah hadits yang menyatakan bahwa Puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu perangkat yang turut ada atau harus ada dalam rangka mendirikan bangunan Dienul Islam.</p>
<p>“Dari Ibnu Umar radhiallahu &#8216;anhuma, katanya: &#8220;Rasulullah s.a.w. bersabda: <em>“Agama Islam itu didirikan atas lima perkara.yaitu menyaksikan bahwasanya tiada </em><em>Tuhan</em><em> melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah pesuruh Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah dan berpuasa dalam bulan Ramadhan.”</em> (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Dapat dikatakan bahwa puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa, bahkan memiliki keistimewaan tersendiri. Hal ini karena ibadah puasa adalah untuk Allah swt. Semua amal ibadah yang dilakukan oleh setiap hamba Allah swt adalah untuk diri mereka sendiri, sedangkan puasa itu spesial untuk Allah swt, sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits Qudsi yang artinya:</p>
<p>Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. ber-sabda: <em>“Allah &#8216;Azzawajalla berfirman &#8211; dalam Hadis qudsi: “Semua amal perbuatan anak Adam &#8211; yakni manusia &#8211; itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan saya akan memberikan balasan dengannya. Puasa adalah sebagai perisai &#8211; dari kemaksiatan serta dari neraka. Maka dari itu, apabila pada hari seseorang di antara engkau semua itu berpuasa, janganlah ia bercakap-cakap yang kotor dan jangan pula bertengkar. Apabila ia dimaki-maki oleh seseorang atau dilawan bermusuhan, maka hendaklah ia berkata: &#8220;Sesungguhnya saya adalah berpuasa.&#8221; Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di dalam genggaman ke-kuasaanNya, niscayalah bau bacin dari mulut seseorang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi. Seseorang yang berpuasa itu mempunyai dua kegembiraan dan ia dapat merasakan kesenangannya, yaitu apabila ia berbuka, iapun bergembiralah dan apabila telah bertemu dengan Tuhannya, iapun gembira dengan adanya amalan puasanya.”</em> (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Dalam sebuah keterangan pun dikatakan bahwasanya pada bulan suci Ramadhan seluruh pahala  ibadah akan dilipatgandakan, bahkan ibadah sunnah pun akan dinilai sebagaimana ibadah fardhu’. Begitu istimewanya bulan suci Ramadhan dan begitu utamanya ibadah-ibadah di bulan suci Ramadhan (khususnya puasa), maka tentunya akan lebih baik bagi setiap muslim untuk senantiasa mempersiapkan diri guna menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan yang begitu mulia tersebut. Sambut Ramadhan dengan sebaik-baik sambutan, bukan menyambutnya dengan tangan kosong atau bahkan kebiasaan-kebiasaan yang sesungguhnya tidak diajarkan di dalam Islam. Kemdian isi Ramadhan dengan sebaik-baik isi, bukan sembarang isi.</p>
<p>Ada empat poin yang hendaknya kita lakukan dalam rangka mempersiapkan diri guna menyambut datangkan bulan suci Ramadhan:<strong></strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>1.      </strong><strong>Persiapan Mental</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Seperti kita ketahui bahwa godaan di bulan suci Ramadhan begitu beraneka, mulai dari aneka tontonan/sinetron terbungkus judul religius, ramainya mall-mall dan pasar malam yang sangat menarik hati untuk berpaling dari shalat berjamaah dan tarawih. Oleh karena itu, salah satu hal yang harus kita lakukan tentunya adalah mempersiapkan mental untuk menghadapi kedatangan bulan suci Ramadhan, sehingga ketika ia datang maka kita telah benar-benar siap untuk mengisinya dari awal hingga akhir. Kurangnya persiapan mental tentunya dapat menimbulkan rasa malas dan enggan untuk mengisi dengan bulan suci Ramadhan dengan amal-amal ibadah secara maksimal, mulai dari puasanya, tarawihnya, infak dan shadaqahnya, tilawah al quran-nya, dan berbagai ibadah lain sampai dengan I’tikaf-nya. Malas karena semangat ibadahnya telah terpikat oleh daya tarik mall-mall, sinetron religi, ramainya pasar malam dan lain-lain yang akhirnya dapat memupuskan niat kita untuk shalat fardhu berjamaah, tarawih berjamaah, dan bahkan dapat menggugurkan nilai puasa kita sehingga yang tersisa hanyalah lapar dan dahaga saja.</p>
<p style="padding-left:30px;"> <strong>2.      </strong><strong>Persiapan Spiritual (Ruhiyah)</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Selanjutnya, yang tak kalah penting adalah persiapan secara spiritual atau ruhiyah. Yaitu dengan terlebih dahulu membiasakan diri dengan berbagai amal ibadah, baik yang sunnah maupun yang wajib, sehingga tidak <em>shock</em> pada saat berhadapan atau menjalani ibadah di bulan Ramadhan. <em>Bisa karena biasa</em>. Bisa beribadah secara maksimal di bulan suci Ramadhan karena sudah membiasakan diri dengan berlatih di bulan-bulan selain atau sebelum Ramadhan (membiasakan diri dengan tilawah Al Quran, puasa sunnah, shalat berjamaah, dan lain sebagainya).</p>
<p style="padding-left:30px;"> <strong>3.      </strong><strong>Persiapan Intelektual (Ilmu)</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Yang pasti harus seseorang miliki dalam melakukan berbagai aktivitas, apapun aktivitas itu tentunya adalah ilmu yang memadai. Tanpa adanya ilmu, tentunya seseorang akan rawan melakukan kesalahan atau bahkan terkalahkan. Ingin maik motor, tentunya ia harus mengerti bagaimana menghidupkan mesinnya, yang mana rem-nya, rambu-rambunya, dan lain-lain. Begitu pula dengan berbagai aktivitas yang lainnya, tentunya terlebih dahulu kita harus memiliki pengetahuan tentang apa yang akan kita lakukan. Dengan demikian, hendaknya setiap umat muslim senantiasa aktif untuk mengikuti kajian-kajian atau majelis ta’lim, khususnya yang berkaitan dengan Ramadhan. <em>Tarhib Ramadhan</em> (Menyambut Ramadhan), yaitu kajian seputar mempersiapkan diri untuk menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan biasanya banyak diadakan di berbagai masjid atau majelis ta’lim menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.</p>
<p style="padding-left:30px;"> <strong>4.      </strong><strong>Persiapan Fisik dan Materi</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Persiapan lain yang tidak boleh hilang dalam rangka mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan adalah Fisik dan Materi. Setiap kita hendaknya menjaga kondisi fisik guna mengisi bulan suci Ramadhan secara maksimal. Menjaga kesehatan melalui membiasakan diri berolahraga, menjaga kebersihan (badan, pakaian, makanan, rumah, masjid, lingkungan dan lain-lain). Selain itu, tentunya kita juga harus mempersiapkan rezeki untuk kelangsungan ibadah kita di bulan suci Ramadhan. Persiapan rezeki bukan berarti harus mempersiapkan diri untuk berlebih-lebihan atau bermewah-mewah, melainkan mempersiapkan rezeki yang <em>halal</em><em>an thayyiban</em>.</p>
<p> Itulah beberapa persiapan yang hendaknya dimiliki setiap muslim guna menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan dengan semaksimal mungkin. Sebagai tambahan berikut ini kami kutipkan beberapa hal yang berkaitan dengan Puasa (Ramadhan), semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>Syarat-Syarat Puasa Ramadhan</strong></p>
<ol>
<li>Islam</li>
<li>Baligh</li>
<li>Berakal</li>
<li>Muqim (tinggal/berdiam di suatu tempat)</li>
<li>Sehat</li>
<li>Tidak dalam keadaan haidh/nifas</li>
</ol>
<p><strong>Hal-Hal Yang Membolehkan Untuk Berbuka</strong></p>
<ol>
<li>Safar (dalam perjalanan)</li>
<li>Sakit</li>
<li>Mengandung dan menyusui</li>
<li>Jompo/Lanjut Usia</li>
</ol>
<p><strong>Hal-Hal Yang Bisa Membatalkan Puasa</strong></p>
<ol>
<li>Makan dan minum dengan sengaja</li>
<li>Istimna (mengeluarkan mani dengan sengaja)</li>
<li>Bersetubuh (meskipun tidak sampai keluar mani)</li>
<li>Haidh dan nifas</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wallahua’lam</p>
<br />Filed under: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/akidah-akhlak/'>AKIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/fiqih/'>FIQIH</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/tausyiah/'>TAUSYIAH</a> Tagged: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/adab/'>adab</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/akidah-akhlak/'>AKIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/aqidah-akhlak/'>AQIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/busana-muslim/'>busana muslim</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/etika/'>etika</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/fiqih/'>FIQIH</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/ibadah/'>ibadah</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/jihad/'>jihad</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/muslim/'>muslim</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/puasa/'>puasa</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/ramadhan/'>ramadhan</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/shaum/'>shaum</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/tips/'>tips</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naunganislami.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naunganislami.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naunganislami.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naunganislami.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/943/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/943/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/943/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=943&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2011/07/15/persiapan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lomba Menulis Essai</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2011/07/11/lomba-menulis-essai/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2011/07/11/lomba-menulis-essai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 09:20:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[fi sabilillah]]></category>
		<category><![CDATA[HOBI]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[LOMBA]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=938</guid>
		<description><![CDATA[Lomba Menulis Essai dengan Tema: “Menjadi Manusia Indonesia: Berbakti pada Negeri” (Deadline 16 September 2011) Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan (membangkitkan kembali) karakter ke-Indonesiaan yang positif, yang kini sudah banyak hilang dari jiwa masyarakatnya, meningkatkan kebanggaan &#38; kecintaan terhadap tanah air Indonesia, membuktikan rasa bangga &#38; cinta tanah air dengan berkontribusi nyata bagi perubahan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=938&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lomba Menulis Essai dengan Tema: “Menjadi Manusia Indonesia: Berbakti pada Negeri”</strong></p>
<p><strong>(Deadline 16 September 2011)</strong></p>
<p>Lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan (membangkitkan kembali) karakter ke-Indonesiaan yang positif, yang kini sudah banyak hilang dari jiwa masyarakatnya, meningkatkan kebanggaan &amp; kecintaan terhadap tanah air Indonesia, membuktikan rasa bangga &amp; cinta tanah air dengan berkontribusi nyata bagi perubahan dan kemajuan Republik Indonesia.<span id="more-938"></span></p>
<p>Tulisan bisa berupa kisah pribadi atau orang lain yang menceritakan karakter-karakter positif, pengabdian, dan kontribusi bagi negeri. Tulisan tidak harus berupa kisah-kisah heroik atau perjuangan besar dan massif.  Kisah-kisah sederhana yang menceritakan nilai-nilai kejujuran, integritas, semangat berkorban, serta ketulusan yang inspiratif, bermanfaat dan berkontribusi positif bagi negeri, sangat layak kamu tuliskan! ^_^</p>
<p><strong>1. Waktu Pelaksanaan Lomba</strong></p>
<p>a. Penjaringan naskah dibuka pada tanggal 29 Juni – 16 September 2011.</p>
<p>b. Pengumuman pemenang dilakukan pada tanggal 25 September 2011.</p>
<p><strong>2. Tata Cara Perlombaan</strong></p>
<p><strong>Syarat dan Ketentuan Peserta:</strong></p>
<p>a. Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).</p>
<p>b. Peserta tidak dibatasi usia, jenis kelamin, dan tempat tinggal.</p>
<p>c. Tiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu naskah.</p>
<p>d. Tiap peserta wajib mem-<em>posting</em> informasi ini melalui <em>note</em> akun <em>facebook</em>-nya (bila memiliki FB) dan men-<em>tag</em> 20 orang temannya, atau mem-<em>posting</em> di blog-nya (bila memiliki blog).</p>
<p><strong>Syarat dan Ketentuan Naskah:</strong></p>
<p>a. Naskah yang diperlombakan merupakan naskah original, bukan saduran maupun plagiat, dan tidak pernah dikirim atau dipublikasikan di media mana pun.</p>
<p>b. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik (bukan bahasa alay).</p>
<p>c. Naskah tidak mengandung unsur pornografi, pornoaksi, bahasa vulgar, dan pertentangan SARA.</p>
<p>d. Naskah diketik pada kertas A4, font Times New Roman, 12 pt, spasi 1.5, justify, minimal 5000 karakter.</p>
<p>e. Melampirkan naskah dengan biodata yang berisi: nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, nomor identitas (KTP/SIM/ Paspor/ Kartu Pelajar/Mahasiswa), alamat lengkap, nomor telp/HP, nomor rekening yang masih berlaku, alamat FB (bila memiliki FB), alamat blog (bila memiliki blog). Boleh juga ditambahkan narasi singkat kegiatan saat ini atau prestasi yang dimiliki <em>(optional).</em></p>
<p>e. Naskah dikirim ke alamat email: mujahidah_87@yahoo.com &amp; nuryazidi@gmail.com, dengan format: ESSAI_NAMA PENGIRIM_JUDUL.</p>
<p>f. Naskah diterima oleh penyelenggara selambatnya tanggal 16 September 2011, pukul 23.00 WIB.</p>
<p>f. Pengumuman pemenang akan disampaikan di akun <em>facebook</em> Asti Latifa Sofi &amp; Mohammad Nuryazidi, <em>page</em> Gerakan “Aku Anak Indonesia”, serta akan dikirimkan ke alamat <em>email</em> masing-masing peserta pada tanggal 25 September 2011.</p>
<p>g. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.</p>
<p><strong>2. Hadiah</strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Juara 1: Uang senilai Rp300.000,00</p>
<p>Juara 2: Uang senilai Rp200.000,00</p>
<p>Juara 3: Uang senilai Rp100.000,00</p>
<p>Juara Harapan 1 (sebanyak 3 orang): masing-masing akan mendapatkan bingkisan buku</p>
<p>Juara Harapan 2 (sebanyak 19 orang): masing-masing akan mendapatkan piagam penghargaan</p>
<p>* 25 naskah terpilih akan dikompilasikan menjadi satu buku yang insya Allah akan diterbitkan.</p>
<p><strong>SELAMAT BERLOMBA! ^_^</strong></p>
<p><a href="http://www.annida-online.com/artikel-3433-lomba-menulis-essai-.html" target="_blank">[http://www.annida-online.com/artikel-3433-lomba-menulis-essai-.html]</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/info/'>INFO</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/umum-2/'>UMUM</a> Tagged: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/fi-sabilillah/'>fi sabilillah</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/hobi/'>HOBI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/info/'>INFO</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/lomba/'>LOMBA</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/puisi/'>puisi</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/sajak/'>sajak</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/seni/'>seni</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/umum/'>umum</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naunganislami.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naunganislami.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naunganislami.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naunganislami.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/938/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/938/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/938/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=938&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2011/07/11/lomba-menulis-essai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solusi Berantas Korupsi</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2011/06/14/solusi-berantas-korupsi/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2011/06/14/solusi-berantas-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 10:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=932</guid>
		<description><![CDATA[KPK Pertama kali seperti singa yang tak takut mati. Kejahatan korupsi menjadi santapan pasti, tak ada menu lain sebagai pengganti. Tampaknya harapan baru bukan lagi sebatas mimpi, karena pedang KPK tajam di kedua sisi. Tak pandang siapa yang korupsi, kerabat orang nomor satu di negeri inipun disambangi tanpa ngeri. Tapi entah asli atau hanya sandiwara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=932&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KPK Pertama kali seperti singa yang tak takut mati. Kejahatan korupsi menjadi santapan pasti, tak ada menu lain sebagai pengganti. Tampaknya harapan baru bukan lagi sebatas mimpi, karena pedang KPK tajam di kedua sisi. Tak pandang siapa yang korupsi, kerabat orang nomor satu di negeri inipun disambangi tanpa ngeri. Tapi entah asli atau hanya sandiwara lagi, sebab kini korupsi kembali merajai. KPK seperti kehilangan nyali. Dan bila KPK memang kehilangan nyali, lantas bagaimana korupsi kan hilang dari negeri tercinta ini?<span id="more-932"></span></p>
<p>Tak pantas memang bila kita hanya menyalahkan KPK atas sandiwara korupsi yang terus asik berputar di panggung negeri ini. Sebab, <em>toh</em> KPK hanyalah buatan manusia dengan pejabat-pejabat yang diseleksi oleh manusia, dan berpegang pada aturan-aturan yang dibuat oleh manusia pula. Seperti yang kita ketahui juga, manusia tuh tempatnya salah dan lupa. Ketakutan dan kekhawatiran yang terkadang muncul pun bukanlah satu hal yang memang tidak bisa dipungkiri oleh manusia. Namun kembali lagi, itulah manusia yang tempatnya adalah salah dan lupa.</p>
<p>Korupsi di negeri Indonesia tercinta ini rasanya tak ubahnya seperti rasa gatal yang menyerang kulit. Semakin di garuk semakin gatal dan semakin banyak menyebar. Korupsi dan rasa gatal, sama-sama penyakit, sama-sama mudah menyebar. Perbedaannya, beberapa rasa gatal bila ditahan dan didiamkan dapat hilang dengan sendirinya. Sementara korupsi, jika didiamkan semakin menjadi-jadi dan menjamuri setiap pejabat negrei, dan jika dikejar akan berlari tak kenal kata henti, mencari tempat sembunyi bahkan sampai ke luar negeri. Pura-pura sakit itu dan ini, bahkan ada yang sampai mengaku lupa diri (Ups&#8230; maksudnya lupa ingatan, kalau lupa diri <em>mah</em> sudah pasti).</p>
<p>Memang perkara korupsi tampaknya sangat sulit untuk dibasmi. Katanya, para pelakunya seperti seekor belut yang sangat gesit dan licin. Sebenarnya tidak juga. Semua itu karena pelaku korupsi sebagian besar adalah pejabat negeri. Dan yang kedua, pastinya karena lemahnya atau berantkaannya hukum di negeri ini. Maklumlah, namanya juga hukum buatan manusia. Alih-alih ingin menegakkan hukum, justru koruptor dan petugas hukum malah main kucing-kucingan di atas hukum itu sendiri.</p>
<p>Sebenarnya, Islam memiliki satu cara yang mudah untuk menjerakan para pelaku korupsi. Sebenarnya koruptor adalah nama lain dari pencuri atau maling. Korupsi, adalah nama lain dari mencuri atau <em>nyolong</em>. Islam mengajarkan satu hukuman yang cukup menjerakan bagi seorang pencuri atau maling, yaitu <strong><em>kedua tangannya dipotong</em></strong>. <em>Nah</em>, korupsi kan sama dengan mencuri atau <em>nyolong</em>, harusnya ia pun mendapat hukuman potong kedua tangannya. Kalau hukum Islam ini dimasukkan dalam Undang-Undang Negara RI kemudian diterapkan dengan benar, Insya Allah para pejabat akan berpikir seribu kali untuk <em>nyolong duit</em> rakyat alias korupsi. Jangankan para pejabat, bahkan pemulung pun akan berpikir kembali untuk mengambil sandal butut di emperan masjid. Karena Islam memandang kepada nilai perbuatannya, bukan jumlah hasil dari perbuatannya.</p>
<p><strong>Jadi opini saya sieh…</strong> Hukum Islam (potong kedua tangan) bagi para pelaku korupsi (koruptor) memiliki potensi yang sangat besar untuk memberikan efek jera bagi yang berpengalaman dan efek berpikir seribu kali bagi yang ingin mencoba.</p>
<p>Memang hukuman ini terdengar sangat ekstrim, tapi bukankah Korupsi merupakan kejahatan yang juga sangat ekstrim. Bahkan ada hukuman yang lebih ekstrim lagi bagi para koruptor, yaitu hukuman mati yang diterapkan oleh pemerintah Negara China yang tidak segan-segan menjatuhkan hukuman mati bagi para koruptor di Negara yang dipimpinnya itu. Presiden China Hu Jin Tao bahkan sampai menyiapkan 100 peti mati bagi para koruptor, 99 peti mati diperuntukkan bagi para pejabatnya yang terbukti melakukan korupsi, sedangkan satu peti disiapkan special untuk dirinya jika kelak ia terbukti korupsi.</p>
<p>Nah, kapankah para pemimpin di negeri dapat menerapkan hukum yang tegas bagi para koruptor yang menggerogoti uang Negara? Yaaa… ga perlu nyiapin peti mati, cukup di potong aja kedua tangannya sesuai hukum Islam.</p>
<p><em> “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”</em> QS. Al Maidah (5): 38</p>
<p><em>“Demi Allah , seandainya Fatimah Binti Muhammad  mencuri, niscaya akan saya potong tangannya,”. </em>(HR.  Bukhari)</p>
<br />Filed under: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/umum-2/'>UMUM</a> Tagged: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/opini/'>OPINI</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/932/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/932/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/932/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/932/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naunganislami.wordpress.com/932/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naunganislami.wordpress.com/932/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naunganislami.wordpress.com/932/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naunganislami.wordpress.com/932/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/932/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/932/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/932/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/932/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/932/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/932/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=932&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2011/06/14/solusi-berantas-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Bukan Negara Barat atau Yahudi</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2011/06/07/indonesia-bukan-negara-barat-atau-yahudi/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2011/06/07/indonesia-bukan-negara-barat-atau-yahudi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 04:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=926</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu tanda tanya yang sering kali mencuat dalam benak penulis berkaitan dengan Kepemimpinan dan Hukum yang berlaku di negeri ini (Indonesia). Satu pertanyaan yang pernah pula dipertanyaan oleh banyak pihak, dan mungkin pernah pula dijawab pula oleh Pemimpin ataupun Wakil-Wakil negeri ini. Namun, sampai saat ini pertanyaan itu tetap mengusik karena jawaban para Pemimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=926&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada satu tanda tanya yang sering kali mencuat dalam benak penulis berkaitan dengan Kepemimpinan dan Hukum yang berlaku di negeri ini (Indonesia). Satu pertanyaan yang pernah pula dipertanyaan oleh banyak pihak, dan mungkin pernah pula dijawab pula oleh Pemimpin ataupun Wakil-Wakil negeri ini. Namun, sampai saat ini pertanyaan itu tetap mengusik karena jawaban para Pemimpin maupun Wakil-Wakil negeri ini sangat tidak logis, tidak memuaskan, dan tidak pula menunjukkan sebagai jawaban yang keluar dari orang-orang yang berilmu.<span id="more-926"></span></p>
<p>Pertanyaan itu adalah, “Kenapa Pemimpin negeri ini tidak menerapkan saja hukum Islam dalam tata kepemerintahannya?”.<br />
Jawaban mereka yang tidak logis dan justru menunjukkan sebagai jawaban dari orang-orang yang tidak berilmu adalah, “Karena Indonesia bukanlah Negara Islam!”.</p>
<p>Kalau demikian adanya, kenapa para Pemimpin negeri ini banyak sekali mengadopsi hukum barat untuk membuat atau melengkapi Undang-Undangnya? Kenapa seringkali mereka melakukan kunjungan ke luar negeri, ke Negara-negara yang notabene-nya adalah Negara Barat atau Yahudi untuk melakukan studi banding berkaitan dengan Undang-Undang kenegaraan? Apakah Indonesia ini Negara Barat? Atau apakah Indonesia ini Negara Yahudi?</p>
<p>Indonesia adalah Negara Timur, bukan Barat. Indonesia adalah Negara yang mayoritas berpenduduk muslim, bahkan menjadi salah satu Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, bukan Negara yang berpenduduk mayoritas Yahudi. Lantas kalau demikian adanya, apa yang menjadi landasan bagi para Pemimpin negeri ini untuk membuat Undang-Undang dengan cara mengadopsi dari negeri Barat atau Yahudi? Terlebih lagi, penggunaan Undang-Undang hasil adopsi itu dalam prakteknya banyak sekali menimbulkan PERTENTANGAN antara butir yang satu dengan butir yang lain, antara pasal yang satu dengan pasal yang lain saling adu jotos, sehingga banyak kasus yang semakin diproses bukannya semakin cepat selesai tapi justru semakin menjadi rancu bahkan tidak sedikit yang menghilang dalam remang. Hukum tak ubahnya seperti permainan sepak bola, pihak mana yang paling lihai mengecoh dan paling jitu trik-nya maka dialah yang akan keluar sebagai pemenangnya. Begitulah hukum di negeri ini berjalan saat ini, tak peduli siapa penjahatnya, siapa aparat penegak hukumnya, siapa korbannya. Siapa yang paling mantap siasatnya dan paling lihai mengecoh, maka ia-lah yang akan keluar sebagai pemenangnya, meskipun ia adalah penjahatnya.</p>
<p>Para pemimpin negeri ini tidak pernah takut untuk tetap mengadopsi Undang-Undang ala Barat atau Yahudi meskipun Undang-Undang itu sampai saat ini sering kali membodohi diri mereka sendiri. Mata dan telinga mereka seolah telah tertutup meskipun ratusan juta masyarakat di bawahnya menghujani mereka dengan sumpah serapah dan cibiran karena Undang-Undang mereka yang mereka buat telah membodohi mereka sendiri dalam berbagai kasus yang semakin menjadi benang kusut.</p>
<p>Benar-benar satu keanehan dan kebodohan yang nyata, manakala menjadikan Undang-Undang Barat atau Yahudi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sejarah, falsafah, budaya, ataupun agama sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai hukum Negara. Benar-benar satu kekonyolan yang nyata manakala para pemimpin negeri ini tetap mempertahankan perangkat Barat atau Yahudi yang secara nyata telah menimbulkan banyak pertentangan di dalam pemerintahan itu sendiri.</p>
<p>Duhai para pemimpin negeri yang kami hormati, negeri ini bukan negeri Barat atau Yahudi namun kalian tetap berhasrat dan setia untuk menganut paham Undang-Undang mereka. Lantas kenapa kalian tidak mau mencoba untuk menerapkan hukum Islam di negeri yang jelas-jelas berpenduduk mayoritas umat Islam ini? Apakah yang kalian takutkan? Apa yang menghalangi kalian? Apa yang membuat kalian ragu? Apakah kalian belum tahu bagaimana sejarah kejayaan Islam yang luar biasa dengan ketetapan hukumnya? Wahai para Pemimpin negeri yang masyoritas juga beragama Islam (katanya), apakah kalian tidak malu dengan lebih memilih Barat atau Yahudi sebagai kiblat untuk membuat Undang-Undang ketimbang agama kalian sendiri? Apakah kalian lebih meyakini hukum karangan manusia yang sudah pasti banyak kelemahan dan pertentangannya satu sama lainnya ketimbang hukum buatan Zat Yang Maha Sempurna?</p>
<p>Jika kalian mengkhawatirkan atau berargumentasi bahwa hukum Islam akan merugikan segelintir pihak yang mengaku nonmuslim, maka sadarilah bahwa kalian telah jelas-jelas merugikan ratusan juta rakyat muslim yang ada di negeri ini. Dan renungkanlah dengan logika, hati dan keimanan, bahwa sungguh tidak sedikitpun hukum Islam akan menzhalimi jika ditegakkan dengan sebaik-baiknya, karena Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamin (rahmat atau kasih sayang bagi semesta alam)</p>
<br />Filed under: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/umum-2/'>UMUM</a> Tagged: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/adab/'>adab</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/akidah-akhlak/'>AKIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/aqidah-akhlak/'>AQIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/etika/'>etika</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/muslim/'>muslim</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/tips/'>tips</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/ukhuwah/'>ukhuwah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naunganislami.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naunganislami.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naunganislami.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naunganislami.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/926/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=926&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2011/06/07/indonesia-bukan-negara-barat-atau-yahudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AGAMA DAN ADAT</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2011/05/11/agama-dan-adat/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2011/05/11/agama-dan-adat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 05:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[TAUSYIAH]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[Allah swt]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[FIQIH]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=921</guid>
		<description><![CDATA[Ada kesalahkaprahan pada sebagian orang dalam menyikapi masalah agama dan adat. Kesalahkaprahan ini terutama disebabkan adanya pengaruh pemikiran orang-orang lama atau kebiasaan orang-orang terdahulu tanpa disertai dasar yang benar kecuali hanya berdasarkan pada prasangka atau mengira semata. Di dalam Al Quran, orang-orang lama atau orang-orang terdahulu ini dikenal atau dapat dikategorikan sebagai nenek moyang. “Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=921&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kesalahkaprahan pada sebagian orang dalam menyikapi masalah agama dan adat. Kesalahkaprahan ini terutama disebabkan adanya pengaruh pemikiran orang-orang lama atau kebiasaan orang-orang terdahulu tanpa disertai dasar yang benar kecuali hanya berdasarkan pada prasangka atau mengira semata. Di dalam Al Quran, orang-orang lama atau orang-orang terdahulu ini dikenal atau dapat dikategorikan sebagai nenek moyang.</li>
<p><span id="more-921"></span><br />
<em>“Dan apabila dikatakan kepada mereka: &#8220;Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,&#8221; mereka menjawab: &#8220;(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami&#8221;.”(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?&#8221;</em> QS. Al Baqarah (2):170<br />
Kesalahkaprahan cara pandang dan bersikap dalam lingkup agama dan adat ini kemudian terus menjalar meracuni banyak generasi masa kini karena kebodohan dan kemalasan generasi masa kini sendiri. Kebodohan dalam hal memaknai agama dan adat dengan sebenar-benarnya (dengan ilmu yang benar), serta kemalasan mereka untuk mencari tahu, mempelajari maupun mendalami agama dan adat itu sendiri. Kesalahkaprahan ini kemudian didukung kembali oleh kekerasan hati mereka dalam menerima masukan atau berbagai nasehat dari orang-orang shaleh. Kekerasan hati yang menimbulkan perasaan <strong>“sudah benar”</strong> sehingga tidak pernah berpikir atau berusaha untuk mencari kebenaran yang sebenarnya.</li>
<p>Kesalahkaprahan pemahaman itulah yang mengakibatkan banyaknya pencampuradukan antara yang haq dengan yang bathil. Betapa banyak orang (khususnya umat muslim) yang mencampuradukkan antara agama dan adat. Memaksakan bagaimanapun caranya “pokoknya agama harus selalu berjalan seiring dengan adat”. Tidak masalah bila agama yang dijadikan adat atau yang mendominasi adat, yang menjadi masalah adalah manakala adatlah yang dijadikan agama atau mendominasi agama. Bahkan banyak yang pada akhirnya menghilangkan aturan agama manakala bertentangan dengan aturan adat. Padahal, tidak ada dosa bagi yang meninggalkan adat, dan jelas dosa bagi mereka yang meninggalkan aturan agama.</li>
<p>Ada rasa tidak enak, kekhawatiran atau ketakutan manakala mereka merasa meninggalkan atau hendak mengenyampingkan adat. Namun dengan ringannya mereka menghapuskan aturan-aturan agama yang mereka anggap bertentangan dengan norma-norma adat. Padahal, rahmat Allah swt hanyalah turun karena adanya ketaatan terhadap aturan agama, bukan ketaatan terhadap adat.<br />
Berangkat dari berbagai penyimpangan masyarakat dalam menyikapi kaitan antara agama dan adat ini akhirnya berujung pada satu titik, kemusyrikan. Keyakinan yang lebih tinggi kepada adat atau tradisi ketimbang agama, sama halnya dengan lebih meyakini ciptaan manusia ketimbang ciptaan Allah swt. Lebih memilih untuk taat atau patuh kepada aturan manusia ketimbang pada perintah dan larangan Allah swt. Meyakini bahwa mudharat dan masalahat disebabkan oleh ketaatan atau ketidaktaatan mereka terhadap adat bukan terhadap aturan Allah swt yang terangkum dalam norma agama. Padahal Allah swt telah menegaskan bahwa hanya Dia-lah yang berkuasa untuk menurunkan atau menghilangkan kemudharatan maupun kemasalahatan.</li>
<p><em>“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</em> QS. At Taghabun (64):11<br />
<em>“Ia menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.”</em> QS. Al Hajj (22):12</li>
<p>Ada yang mengatakan bahwa agama dan adat harus berjalan bersamaan. Faktanya, tidak semua adat akan sesuai dengan norma agama. Sebaliknya, tidak semua norma agama pun sesuai dengan adat yang berlaku. Itu artinya, tidak selamanya agama dan adat dapat berjalan secara bersamaan. Dan apabila dipakasakan maka terjadilah apa yang disebut dengan mencampuradukkan antara yang haq dengan yang bathil.</li>
<p><em>“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu[43], sedang kamu mengetahui.”</em> QS. Al Baqarah (2):42<br />
Saudaraku fillah, perlu ditegaskan kembali bahwa bagaimanapun keadaannya, norma atau aturan agama memiliki kedudukan yang jauh lebih tinggi ketimbang norma adat, bahkan paling tinggi di antara berbagai norma yang ada dalam kehidupan. Kenapa demikian? Berikut kami sampaikan beberapa perbedaan mencolok yang terdapat antara norma agama dan adat.</p>
<ol>
<li>Norma agama bersumber dari Allah swt. Ia dibuat oleh Allah swt, Zat Yang Maha Sempurna, Yang menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi serta yang ada di antaranya termasuk orang-orang (nenek moyang) yang membuat norma adat tersebut. Sementara norma adat bersumber dari manusia yang tercipta dari setetes air hina. Norma agama dibuat oleh manusia dengan segala kelemahannya, dengan pemikirannya yang hanya bagaikan setetes air di tengah lautan luas.</li>
<li>Norma agama bersifat Universal atau umum yang berlaku bagi siapapun dari kalangan apapun. Sementara norma adat hanya berlaku bagi sekelompok orang tertentu di tempat tertentu. Misal: adat yang berlaku bagi masyarakat Yogyakarta belum tentu berlaku bagi masyarakat Batak. Sementara norma agama berlaku bagi siapapun dan di manapun, tidak pandang bulu.</li>
<li>Norma agama bersifat abadi, ia berlaku sejak pertama kali dikeluarkan, yaitu pada masa Rasulullah saw sampai akhir zaman (kiamat) tidak akan mengalami perubahan. Sementara norma adat hanya berlaku pada masa atau waktu tertentu saja. Misal: Adat di suatu daerah akan berganti manakala terjadi pergantian kepemimpinan. Sementara norma agama tidak akan pernah berubah siapapun pemimpinnya.</li>
<li>Norma adat terkadang dapat menyebabkan kemusyrikan kepada Allah swt, sementara norma agama senantiasa akan selalu membersihkan hati dari kemusyrikan.</li>
</ol>
<p>Itulah beberapa perbedaan antara norma agama dan adat. Jika memang demikian, lantas masih pantaskan kita untuk lebih mengutamakan adat ketimbang agama? Masih pantaskan kita mencampuradukkan antara agama dan adat? Tidak malukah kita mengkorupsi aturan agama manakala ia tidak sejalan dengan norma adat yang hanya buatan manusia?<br />
<em>“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu[43], sedang kamu mengetahui.”</em> QS. Al Baqarah (2):42</li>
<p>Wallahu a’lam</p>
<br />Filed under: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/akidah-akhlak/'>AKIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/tausyiah/'>TAUSYIAH</a> Tagged: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/adab/'>adab</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/akidah-akhlak/'>AKIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/allah-swt/'>Allah swt</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/aqidah-akhlak/'>AQIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/etika/'>etika</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/fiqih/'>FIQIH</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/iman/'>iman</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/muslim/'>muslim</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/ukhuwah/'>ukhuwah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naunganislami.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naunganislami.wordpress.com/921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naunganislami.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naunganislami.wordpress.com/921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/921/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/921/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/921/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=921&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2011/05/11/agama-dan-adat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sabar di Jalan</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2010/12/09/sabar-di-jalan/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2010/12/09/sabar-di-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 03:15:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[KELUARGA]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[Memang, mengucap atau menyarankan seseorang untuk berbuat atau bersikap sabar sangat mudah dilakukan. Namun, terbukti bahwa sabar merupakan salah satu sifat yang ternyata sangat sulit untuk ditanamkan dan di dawamkan dalam kehidupan sehari-hari umat muslim. Padahal, sabar merupakan salah satu sifat yang banyak disebut-sebut dalam ajaran Islam untuk ditanamkan dan diaplikkasikan dalam kehidupan sehari-hari. Al [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=903&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memang, mengucap atau menyarankan seseorang untuk berbuat atau bersikap sabar sangat mudah dilakukan. Namun, terbukti bahwa sabar merupakan salah satu sifat yang ternyata sangat sulit untuk ditanamkan dan di dawamkan dalam kehidupan sehari-hari umat muslim. Padahal, sabar merupakan salah satu sifat yang banyak disebut-sebut dalam ajaran Islam untuk ditanamkan dan diaplikkasikan dalam kehidupan sehari-hari. Al Quran dan Al hadits banyak sekali menyebut sabar sebagai salah satu perintah yang meskipun berat tapi harus tetap dipupuk pertahankan.<span id="more-903"></span></p>
<p>Jalanan merupakan salah satu tempat yang seringkali menjadi saksi bisu  betapa sedikit sekali orang yang mampu bersabar dalam menjalani kehidupan dan menyikapi persoalan hidup mereka.Tidak sedikit seorang muslim yang dengan sangat mudah kehilangan rasa sabar manakala berada di jalan. Bahkan, banyak sekali orang yang memang tidak memiliki atau belum memiliki sifat sabar di dalam hati mereka. Emosi dan ego mereka masih jauh lebih kuat dari sifat sabar yang mereka miliki. Di sisi lain, banyak sekali orang-orang di jalan yang secara tidak langsung suka menguji atau lebih tepatnya me-<em>ngejek </em>kesabaran orang. Sehingga tidak jarang adu mulut bahkan adu jotos di jalan sering kali ditemui hanya karena alasan  yang bisa dibilang sepele.</p>
<p>Satu ketika, jalan raya terlihat begitu ramai. Ada seorang lelaki bertubuh tinggi besar yang berada di tengah jalan (perbatasan lajur kiri dan  kanan). Lelaki itu hendak menyeberang jalan tapi gerak-geriknya tampak begitu ragu untuk menyeberang. Beberapa saat kemudian, kondisi jalan sudah tidak terlalu ramai hanya satu sepeda motor yang tampak melaju kencang dari jarak yang tidak terlalu jauh dari lelaki itu. Melihat ada seseorang yang hendak menyeberang jalan, motor itu pun memperlambat lajunya dengan tujuan agar penyeberang jalan itu segera menyeberang. Namun ternyata si penyeberang jalan justru tampak bingung dan tidak bergerak. Melihat itu, si pengendara motor pun kembali menarik gasnya untuk kembali melaju. Tapi bertepatan dengan itu, si penyeberang jalan pun bergerak mengayunkan kakinya untuk menyeberang. Spontan si pengendara motor pun menginjak rem motornya mendadak. Karena terkejut, si penyeberang jalan pun ikut berhenti dan mundur lagi. Dan ketika si pengendara motor hendak melaju lagi, si penyeberang jalan pun kembali mengayunkan langkahnya. Rupanya hal itu membuat si pengendara motor naik darah dan kehilangan sifat sabarnya. Spontan si pengendara motor pun mengeluarkan umpatan yang kasar kepada si penyeberang jalan seraya memacu motornya secepat kilat, <em>“Goblok Lu!”</em>.  Mendengar umpatan itu, si penyeberang jalan tidak mau terima, ia pun membalas dengan mengumpulkan nama-nama binatang di dalam mulutnya.</p>
<p>Di sisi lain, ada pula yang akhirnya adu mulut hanya karena bersenggolan di jalanan. Ada yang hanya karena hampir bersenggolan dan sama-sama mengerem mendadak di tikungan jalan harus berakhir dengan keributan. Banyak sekali masalah sepele yang akhirnya menyebabkan masyarakat kita menjadi kehilangan rasa sabar. Banyak sekali tawuran antar warga yang terjadi di sana-sini yang sebenarnya tidak perlu jika pihak-pihak yang terkait mau mempertahankan sifat sabar di dalam dada mereka serta mengambil pendekatan-pendekatan yang lebih baik untuk menyelesaikan konflik di antara mereka.</p>
<p>Mempertahankan sifat sabar agar tetap melekat dalam setiap keadaan memang tidak mudah. Adapun mereka yang mampu mempertahankan sifat sabar pun terkadang justru dianggap sebagai seorang pengecut. Padahal, menjadi seorang yang selalu menjaga sifat sabar adalah berlipat-lipat kali lebih berat daripada menjadi seorang yang selalu mudah mengumbar emosi di sana-sini, tapi entah kenapa masih ada saja orang yang berpikir bahwa seorang penyabar itu adalah pengecut. Mungkin itulah salah satu keanehan pola pikir manusia, yang sabar dibilang pengecut dan yang anarkis dibilang <em>“Busyeeet!”</em>. Namun demikian, cobaan-cobaan itulah yang akhirnya menjadi pendongkrak derajat seseorang yang mampu mendawamkan sifat sabar mereka. Cobaan-cobaan itulah yang akhirnya mampu menghantarkan seseorang untuk semakin dekat kepada Sang Khaliq, Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana firman Allah swt di dalam Al Quran yang artinya:</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”</em> QS. Al Baqarah: 153</p>
<p>Saudaraku, tahukah engkau bahwa melepaskan sifat sabar dan mengumbar emosi merupakan salah satu perbuatan yang sia-sia. Itu hanyalah perbuatan yang hanya akan menghamburkan dan menghabiskan energi semata. Lebih dari itu, melepaskan pakaian kesabaran dan menggantikannya dengan pakaian emosi tentu saja sangat berpotensi menuai buah dosa, minimal berkuranglah pahala yang kita miliki. Membuang sifat sabar dan mengumbar emosi tidak akan memberikan satu solusi, sebaliknya justru hanya akan menimbulkan permasalahan baru yang mau tidak mau harus kita hadapi. Tidak ada yang akan diuntungkan apabila kita menghilangkan sifat sabar dan mudah terpancing emosi manakala berada di jalanan. Sebaliknya, kerugian sudah pasti akan kita tuai sebagai konsekuensi melepas pakaian kesabaran.</p>
<p>Kita tidak pernah tahu, separah apa rasa sakit hati seseorang yang menerima perlakuan kita di jalan karena kita tidak mampu mempertahankan sifat sabar. Dan kita tidak pernah tahu seberapa dalam lukan yang menganga di hati saudara kita ketika kita kehilangan sifat sabar. Kita pun tidak pernah menyangka betapa saudara kita merasa sangat menderita saat kita mengucapkan kata-kata kotor karena hilangnya sifata sabar dari hati kita. Dan tentunya, kita juga tidak pernah tahu sumpah serapah seperti apa yang banyak dilontarkan orang-orang di jalanan manakala mereka meresa terganggu, terusik atau tersinggung oleh perilaku kita manakala tengah kehilangan sifat sabar. Semua itu tentunya menjadi salah satu tabungan dosa bagi kita, atau minimal menjadi pemeras pahala yang telah lama kita kumpulkan dengan susah payah. Sangatlah disayangkan jika memang demikian adanya.</p>
<p>Jalanan, ibarat lautan yang penuh dengan sumber pangan dan penghasilan. Di sisi lain, kita semua tentunya setuju bahwa lautan juga menyimpan banyak sisi-sisi berbahaya bagi siapa-saja. Seperti itulah jalanan bagi sifat sabar. Jalanan merupakan ladangnya ujian kesabaran, bagi siapa saja yang memutuskan untuk turun ke jalan maka harus siap di uji.</p>
<p>Semoga kita semua, khususnya penulis diberikan kekuatan untuk senantiasa mampu mempertahankan sifat sabar dalam segala aspek kehidupan. Amien.</p>
<p>Wallahua’lam.</p>
<br />Filed under: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/akidah-akhlak/'>AKIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/umum-2/'>UMUM</a> Tagged: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/adab/'>adab</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/akidah-akhlak/'>AKIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/aqidah-akhlak/'>AQIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/etika/'>etika</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/keluarga/'>KELUARGA</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/muslim/'>muslim</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/ukhuwah/'>ukhuwah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naunganislami.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naunganislami.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naunganislami.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naunganislami.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/903/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=903&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2010/12/09/sabar-di-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keadilan Kini Tunggang-langgang</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/20/keadilan-kini-tunggang-langgang/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/20/keadilan-kini-tunggang-langgang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 09:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Seni]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=892</guid>
		<description><![CDATA[Keadilan Adalah desing peluru yang menumpahkan darah-darah kepahlawanan Menebas ruh-ruh yang haus akan kebebasan Mencabik tawa dari para pejuang yang kehausan, Kelaparan rasa kemerdekaan Keadilan Kemudian adalah otoritas yang menggagahi kemerdekaan Memonopoli peraturan Dan membungkan suara-suara kebenaran Keadilan Kini justru tunggang-langgang Berlari dari tuan yang katanya memiliki wewenang Keadilan Kini berjalan di bawah ketiak kerakusan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=892&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Keadilan<br />
Adalah desing peluru yang menumpahkan darah-darah kepahlawanan<br />
Menebas ruh-ruh yang haus akan kebebasan<br />
Mencabik tawa dari para pejuang yang kehausan,<br />
Kelaparan rasa kemerdekaan<span id="more-892"></span></p>
<p style="text-align:center;">Keadilan<br />
Kemudian adalah otoritas yang menggagahi kemerdekaan<br />
Memonopoli peraturan<br />
Dan membungkan suara-suara kebenaran</p>
<p style="text-align:center;">Keadilan<br />
Kini justru tunggang-langgang<br />
Berlari dari tuan yang katanya memiliki wewenang</p>
<p style="text-align:center;">Keadilan<br />
Kini berjalan di bawah ketiak kerakusan<br />
Diinjak-injak “mpunya” kantor keadilan<br />
Dan kebanyakan terseok diseret-seret seragam “mpunya” keadilan</p>
<p style="text-align:center;">Keadilan<br />
Kini justru tunggang-langgang<br />
Diburu ditembaki seragam keadilan<br />
Supaya keadilan hanya untuk “si kantong kempesan”</p>
<br />Filed under: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/coretan-seni/'>Coretan Seni</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/umum-2/'>UMUM</a> Tagged: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/hadits/'>Hadits</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/puisi/'>puisi</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/sajak/'>sajak</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/seni/'>seni</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naunganislami.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naunganislami.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naunganislami.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naunganislami.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/892/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=892&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/20/keadilan-kini-tunggang-langgang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Derajat Cinta</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/15/derajat-cinta/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/15/derajat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2010 02:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[TAUSYIAH]]></category>
		<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=888</guid>
		<description><![CDATA[Cinta, indah dirasa namun siapakah yang bisa mendefinisikannya? Cinta adalah anugerah, cinta adalah perjuangan, cinta adalah hidup, cinta adalah api, cinta adalah ikatan suci, cinta adalah sandiwara hati, dan segudang kata lainnya yang biasa digunakan untuk menerjemahkan cinta dalam uraian kalimat. Cinta, satu kata yang sarat akan misteri yang tak terpecahkan oleh kedahsyatan logika. Kekuatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=888&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta, indah dirasa namun siapakah yang bisa mendefinisikannya? Cinta adalah anugerah, cinta adalah perjuangan, cinta adalah hidup, cinta adalah api, cinta adalah ikatan suci, cinta adalah sandiwara hati, dan segudang kata lainnya yang biasa digunakan untuk menerjemahkan cinta dalam uraian kalimat. Cinta, satu kata yang sarat akan misteri yang tak terpecahkan oleh kedahsyatan logika. Kekuatan cinta dahsyat manakala sudah merasuk dan menancapkan panah-panahnya di ruang terdalam manusia. Cinta memiliki energi yang luar biasa, yang jika telah menetes di segumpal daging dalam dada manusia akan memberikan kekuatan yang luar biasa. Cinta mampu membentuk jiwa heroik dari seorang manusia yang super pengecut. Sebaliknya, cinta pun mampu meluluhlantahkan angkara murka dan keangkuhan yang keras membaja. Banyak manusia yang terangkat derajatnya karena cinta. Namun tak sedikit pula manusia yang akhirnya berhasil dipecundangi oleh cinta.<span id="more-888"></span></p>
<p>Kehidupan, kematian dan cinta adalah tiga serangkai yang saling berkait satu sama lain. Kehidupan membutuhkan rasa cinta agar terwujud ketenteraman. Kematian pun membutuhkan cinta yang dapat menjadi bekal untuk bertemu kepada Sang Pemilik Cinta yang hakiki. Kematian akan menjadi penilai derajat cinta yang senantiasa dipuja-puja dalam kehidupan.</p>
<p>Siapapun bisa jatuh cinta. Betapapun angkuh dan melimpahnya harta seseorang, bertekuk lutut pulalah ia manakala cinta datang menyapa. Betapapun lemah dan miskinnya seseorang, pun tak mampu menghindar dari dahsyatnya kekuatan cinta yang menjalar.</p>
<p>Cinta, bisa membuka mata namun juga sering kali membutakan para pecinta yang salah dalam meletakkan rasa cinta itu sendiri baik tempat, waktu, kadar ataupun levelnya.</p>
<p>Jika dipandang melalui kacamata Islam, paling tidak ada tiga macam cinta yang terbagi dalam tiga derajat. Derajat cinta menjadi syarat yang sangat menentukan manakala seorang manusia hendak mengapresiasikan rasa cinta dalam kehidupannya. Kadar dan level atau derajat cinta yang telah tersusun dengan sempurna ini hendaknya tidak diputar balikkan, bila tidak maka keberkahan cinta pun niscaya akan hilang. Cinta hanyalah menjadi luapan nafsu duniawi yang tidak bernilai apa-apa di hadapan Yang Memiliki Cinta, Allah Azza Wa Jalla. Bahkan pengapresiasian rasa cinta yang tumpang tindih sangat boleh jadi mengundang kemurkaan Allah swt, karena cinta semacam inilah yang akhirnya berpotensi sangat besar untuk mendatangkan kemaksiatan.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Katakanlah: &#8220;Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-NYA&#8221;. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”</em> QS. At Taubah (9) : 24</p>
<p>Merujuk pada Kalamullah di atas, maka derajat cinta dapat dikategorikan menjadi tiga macam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Derajat Cinta Tertinggi</strong></p>
<p>Derajat cinta yang menempati level pertama atau tertinggi adalah Cinta kepada Allah swt. Cinta kepada Allah swt ini tidak bisa dicurahkan dengan seenak hati, melainkan memiliki tata cara yang wajib untuk dikerjakan. Pengapresiasian rasa cinta kepada Allah swt dapat dilihat di dalam Kitabullah Al Quran, di sana terdapat berbagai cara untuk menunjukkan dan membuktikan rasa cinta kepada Allah swt.</p>
<p>Kemudian dalam perjalanannya, untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman, keraguan, ketidak jelasan dan sebagainya, maka segala sesuatunya harus dikerjakan berdasarkan petunjuk dari Rasulullah swt. Hal ini didasarkan kepada beberapa Kalamullah berikut:</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Katakanlah (Muhammad): &#8220;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”</em> QS. Al Imraan (3) : 31</p>
<p>Kesalahan dalam menerapkan pembuktian rasa cinta kepada Allah swt (yang tidak sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah saw), justru akan menghindarkan seorang pecinta dari Cintanya, Allah Azza Wa Jalla. Oleh karena itu, menuntut ilmu untuk mencari langkah yang benar dalam menjalankan cinta tertinggi menjadi menu wajib bagi setiap manusia khususnya umat muslim.</p>
<p>Sabda Rasulullah saw, <em>“Barang siapa mengerjakan amal perbuatan tanpa dasar perintah Kami maka ia tertolak”.</em> HR. Muslim</p>
<p>Intinya, cinta kepada Allah swt dan Rasulullah saw merupakan rasa cinta yang memiliki derajat tertinggi yang harus dibuktikan dengan hati, lisan, dan amal perbuatan sebagaimana tujuan utama diciptakannya manusia adalah untuk beribadah, mengabdi, atau berjihad hanya kepada Allah swt.</p>
<p><em>“dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”</em> QS. Adz Dzariyaat:56</p>
<p>Setiap rasa cinta pastilah membutuhkan pembuktian, dan pembuktian dari cinta kepada Allah swt adalah dengan <em>Jihad Fii Sabilillah</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Derajat Cinta Menengah</strong></p>
<p>Posisi selanjutnya ditempati oleh cinta terhadap segala sesuatu ciptaan Allah swt, seperti orang tua, keluarga, suami/istri, kerabat, sahabat, sesama manusia, harta benda, pekerjaan/jabatan. Cinta semacam inilah yang menempati derajat menengah. Cinta semcam inilah yang menimbulkan adanya ikatan batin, kasih sayang dan saling membutuhkan antar sesama manusia sehingga terciptalah satu kehidupan keluarga atau masyarakat yang tenteram.</p>
<p>Rasa cinta terhadap harta benda dan pekerjaan/jabatan yang sewajarnya, tidak membabi buta, melainkan dengan kesadaran dan tujuan guna menjadikannya sebagai media untuk memperoleh harta dan derajat ukhrawi yang lebih mulia di hadapan Allah swt.</p>
<p><em>“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.“ </em>QS. Al A’la (87) : 17</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Derajat Cinta Terendah</strong></p>
<p>Cinta semacam inilah yang sering kali mencoreng fitrah dari rasa cinta itu sendiri. Cinta dengan derajat cinta terendah ini mengarah kepada rasa cinta yang senantiasa mengedepankan segala sesuatu selain kepada Allah swt dan Rasul-Nya beserta <em>jihad fii sabilillah</em>. Cinta kepada selain Allah swt, Rasulullah saw dan <em>jihad fii sabilillah</em> secara berlebihan sehingga sering kali melupakan atau bahkan menghilangkan rasa cinta kepada Allah swt.</p>
<p>Banyak manusia yang dibutakan oleh cinta terendah semacam ini. Ia memutar balikkan posisi dan kadar derajat cinta terendah dengan cinta tertinggi. Berawal dari cinta terendah inilah maka berbagai kemaksiatan kepada Allah swt pada akhirnya menjamur. Kecintaan orangtua, keluarga, suami/istri, kerabat yang akhirnya mengesampingkan perintah dan larangan Allah swt. Kecintaan terhadap lawan jenis yang akhirnya sering kali membuat para pecinta menerobos lingkaran setan dan melepaskan segala atribut ketakwaan. Kecintaan terhadap harta benda dan jabatan yang tidak sedikit menjadikan para pecintanya menjadi sosok yang tamak dan senang memakan bangkai saudaranya sendiri.</p>
<p>Cinta, datang dan perginya tidak dapat diprediksi. Bijaksananya, manakala ia menghampiri dan menyapa pada kita, perlakukanlah ia sebagaimana hak yang terdapat padanya (sesuai dengan derajat dan porsinya)</p>
<p><em>“Katakanlah (Muhammad): &#8220;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”</em> QS. Al Imraan (3) : 31</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Wallahua’lam</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/tausyiah/'>TAUSYIAH</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/umum-2/'>UMUM</a> Tagged: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/adab/'>adab</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/etika/'>etika</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/iman/'>iman</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/muslim/'>muslim</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/ukhuwah/'>ukhuwah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naunganislami.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naunganislami.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naunganislami.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naunganislami.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/888/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/888/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/888/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=888&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/15/derajat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Barakallah : Ucapan Pernikahan</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/12/barakallah-ucapan-pernikahan/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/12/barakallah-ucapan-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 06:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Seni]]></category>
		<category><![CDATA[PERNIKAHAN]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan pernikahan islami]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=885</guid>
		<description><![CDATA[Teruntuk : Ukhti Wa Akhi Fillah Ukhti wa akhi, Kini engkau di sini, di tempat, di hari, dan di ritual suci yang selalu dinanti-nanti Ada air mata yang menitik tanda bahagia Ada debar-debar yang bercampur gelisah dan doa Semua tumpah ruah Dalam naungan dua kalimah syahadah Barakallah ukhti, Barakallah akhi, Semoga sakinah, mawaddah wa rahmah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=885&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Teruntuk : Ukhti Wa Akhi Fillah</strong></p>
<p style="text-align:center;">Ukhti wa akhi,<br />
Kini engkau di sini,<br />
di tempat,<br />
di hari,<br />
dan di ritual suci yang selalu dinanti-nanti<span id="more-885"></span></p>
<p style="text-align:center;">Ada air mata yang menitik tanda bahagia<br />
Ada debar-debar yang bercampur gelisah dan doa<br />
Semua tumpah ruah<br />
Dalam naungan dua kalimah syahadah</p>
<p style="text-align:center;">Barakallah ukhti,<br />
Barakallah akhi,<br />
Semoga sakinah, mawaddah wa rahmah<br />
Senantiasa menjadi penghias kehidupan rumah tangga<br />
Dan menjadi penghantar kalian menuju surga</p>
<p style="text-align:center;">Semoga Allah swt senantiasa memberikan barakah-Nya dalam pernikahan kalian, mengumpulkan kalian dalam kebaikan, dan memisahkan kalian dalam kebaikan. Amien</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Maha suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.”</em> QS. 36:36</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Sahabatmu</span></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/coretan-seni/'>Coretan Seni</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/pernikahan/'>PERNIKAHAN</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/ucapan-pernikahan-2/'>Ucapan Pernikahan</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/umum-2/'>UMUM</a> Tagged: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/adab/'>adab</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/etika/'>etika</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/istri/'>istri</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/menikah/'>menikah</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/nikah/'>nikah</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/pernikahan/'>PERNIKAHAN</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/puisi/'>puisi</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/sajak/'>sajak</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/seni/'>seni</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/ucapan-pernikahan/'>ucapan pernikahan</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/ucapan-pernikahan-islami/'>ucapan pernikahan islami</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/ukhuwah/'>ukhuwah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naunganislami.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naunganislami.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naunganislami.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naunganislami.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/885/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/885/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/885/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=885&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/12/barakallah-ucapan-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>190</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhlak : Akhlakul Karimah</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/10/akhlak-akhlakul-karimah/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/10/akhlak-akhlakul-karimah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 04:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[FIQIH]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[saw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=881</guid>
		<description><![CDATA[Akal dan nurani seorang setiap manusia dapat dilihat melalui kelakuan yang biasa ia tampakkan dalam keseharian. Dengan kata lain, akhlak merupakan satuan ukuran yang digunakan untuk mengukur ketinggian akal dan nurani seseorang. Aisyah ra pernah menuturkan: “Rasulullah bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=881&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Akal dan nurani seorang setiap manusia dapat dilihat melalui kelakuan yang biasa ia tampakkan dalam keseharian. Dengan kata lain, akhlak merupakan satuan ukuran yang digunakan untuk mengukur ketinggian akal dan nurani seseorang.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Aisyah ra pernah menuturkan: </span></p>
<p lang="id-ID">“<span style="font-size:small;"><em>Rasulullah bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan”. </em>(HR. Ahmad) <span id="more-881"></span></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Al-Husein cucu Rasulullah saw menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata: <em>&#8220;Aku bertanya kepada ayahku tentang adab dan etika Rasulullah saw terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau, ayahku menuturkan: &#8220;Beliau saw senantiasa tersenyum, luhur budi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya”.</em></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"> Seorang lelaki menemui Rasulullah saw dan bertanya, <em>“Ya Rasulullah, apakah agama itu?”. Rasulullah saw menjawab, “Akhlak yang baik”. Kemudian ia mendatangi Nabi dari sebelah kanannya dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?”. Nabi saw menjawab, “Akhlak yang baik”. Kemudian ia menghampiri Nabi saw dari sebelah kiri dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?”. Dia bersabda, “Akhlak yang baik”. Kemudian ia mendatanginya dari sebelah kirinya dan bertanya, “Apakah agama itu?”. Rasulullah saw menoleh kepadanya dan bersabda, “Belum jugakah engkau mengerti? Agama itu akhlak yang baik”.</em> (al-Targhib wa al-Tarhib 3:405)</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"> Nabi saw bersadba,<em> “Aku menjamin sebuah rumah di surga yang paling tinggi bagi orang-orang yang berakhlak baik”. </em>(HR. Abu Dawud)</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"> Dengan demikian, ibadah dan akhlak merupakan pasangan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Ibadah dan akhlak laksana pohon dengan buahnya. Kualitas akhlak merupakan cermin dari kualitas ibadah seseorang. Setiap manusia pastilah memiliki akhlak. Dan setiap akhlakqul karimah merupakan buah dari ketaataannya kepada Allah swt.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Kata akhlak secara <em>etimologi</em> berasal dari kata <em>al-akhlaaqu</em> yang merupakan bentuk jamak dari kata <em>al-khuluqu</em> yang berarti tabiat, kelakuan, perangai, adat kebiasaan atau khalqun yang berarti kejadian, buatan, ciptaan. Jadi secara etimologi akhlak itu berarti perangai, tabiat atau sistem perilaku yang dibuat.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"><strong>Pengertian Akhlak</strong></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Secara <em>terminologi</em>, akhlak adalah pola perilaku yang berdasarkan kepada dan memanifestasikan nilai-nilai Iman, Islam dan Ihsan. </span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Menurut Imam Ghazali, akhlak yaitu suatu keadaan yang tertanam di dalam jiwa yang menampilkan perbuatan dengan senang tanpa memerlukan penelitian dan pemikiran.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Sedangkan karimah berarti mulia, terpuji, baik. Apabila perbuatan yang keluar atau yang dilakukan itu baik dan terpuji menurut syariat dan akal maka perbuatan itu dinamakan akhlak yang mulia atau akhlakul karimah.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"><strong>Peranan Akhlakul Karimah Dalam Kehidupan</strong></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Aqidah yang kuat merupakan akar bagi tegak dan kokohnya bangunan Islam. Kemudian syariah dan ibadah merupakan cabang-cabang yang akan membuatnya semakin rimbun, tampak subur, teduh dan kian menjulang. Sementara akhlak adalah buah yang akan dihasilkan oleh pohon yang berakarkan aqidah serta bercabang syariah dan berdaun ibadah. Pohon yang baik, tentunya akan menghasilkan buah yang baik. Maka aqidah, syariah serta ibadah yang mantab tentunya akan menghasilkan akhlak yang mantab pula, yaitu akhlakul karimah.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Akhlak merupakan salah satu faktor kehidupan yang sangat mendasar dan vital. Hal ini dibuktikan dengan diutusnya Rasulullah saw ke muka bumi ini yang tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak umat manusia, sebagimana tertuang dalam salah satu hadits Rasulullah saw yang artinya:</span></p>
<p lang="id-ID">“<span style="font-size:small;"><em>Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.</em> (HR. Bukhari, Baihaqi, dan Hakim)</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Selain itu, Rasulullah saw juga bersabda:</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"> <em>“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” </em>(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"> Berdasarkan hadits di atas, dapat dilihat bahwa sesungguhnya akhlak yang mulia bukan hanya diperuntukkan bagi umat muslim saja, namun bagi seluruh manusia.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;"><em>“dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. </em></span><span style="font-size:small;">QS. Al Anbiyaa: 107</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Ayat ini dikaitkan dengan hadits yang berbunyi <em>“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.</em> (HR. Bukhari, Baihaqi, dan Hakim) menyiratkan satu isyarat bahwa Rasulullah saw diutus untuk akhlak manusia yang merupakan kunci untuk mendapatkan rahmat Allah swt. Akhlak mulia menjadi salah satu perintah vital di dalam Al Quran yang dilaksanakan dengan meneladani Rasulullah saw.</span></p>
<p lang="id-ID">‘<span style="font-size:small;">Aisyah ra. ditanya mengenai akhlaq Rasulullah saw, maka beliau menjawab “<em>Akhlaq Rasulullah adalah Al Quran”.</em> (HR. Muslim)</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Dunia ini adalah alam sosialis yang mengharuskan setiap manusia atau bahkan hewan dan tumbuhan untuk dapat saling berinteraksi dengan baik. Dan itulah urgensi dari akhlakul karimah, sebagai sarana yang dapat melahirkan kehidupan sosial yang tenteram tanpa gontok-gontokan.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Pada hakikatnya, hidup adalah untuk beribadah kepada Allah swt semata sebagaimana firman Allah swt yang artinya:</span></p>
<p lang="id-ID">“<span style="font-size:small;"><em>dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”</em></span><span style="font-size:small;"> QS. Adz Dzariyaat:56</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Dan tentunya, ketenteraman dalam beribadah akan semakin mudah diraih manakala ketenteraman kehidupan pun ada. Dan ketenteraman hidup tentunya akan sangat membutuhkan timbal balik akhlakul karimah antar individu.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Nabi saw bersabda, <em>“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?”. Mereka menjawab, “Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta”. Beliau lalu menjelaskan, “orang yang bangkrut di antara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa shalat, puasa dan zakatnya. Namun ia pernah mencela orang, mencaci orang, memakan harta orang, memukul dan menumpakan darah orang. Maka iapun harus memberikan pahala baiknya kepada orang-orang itu. Jika amal baiknya sudah habis sebelum dibayar semua, diambillah dosa mereka untuk diberikan kepadanya. Maka iapun dilemparkan ke neraka.”</em> (HR. Muslim dan Tirmidzi)</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Rasulullah saw bersabda, <em>“Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman”. Mereka bertanya, “Siapa ya Rasul?”. Beliau menjawab, “Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari keburukannya.”</em> (HR. Muslim dan Imam Ahmad)</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Beberapa orang datang kepada Rasulullah saw. Mereka berkata, <em>“Wahai Rasulullah, fulanah terkenal rajin mengerjakan shalat, berpuasa dan berzakat. Hanya saja, ia sering menyakiti tetangganya”. Rasul saw menjawab, “Dia di neraka”. Lalu disebutkan ada seorang wanita yang shalat, puasa dan zakatnya biasa saja tetapi ia tidak menyakiti tetangganya. Maka Rasul saw menjawab, “Dia di surga”.</em> </span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Bagaimana mungkin seorang yang rajin beribadah dapat masuk neraka, sementara yang biasa-biasa saja masuk surga hanya karena yang rajin beribadah suka menyakiti tetangganya sedangkan yang biasa-biasa saja tidak pernah menyakiti tetangganya? Mudah saja. Loginya, seorang yang biasa menyakiti tetangganya tentunya ia mempunyai hutang yang harus dibayar di akhirat. Bagaimana jika hutang atau dosa kepada tetangganya itu ternyata jauh lebih besar ketimbang amal ibadahnya? Tentu saja jawabannya adalah “Neraka”. Yang harus kita ingat adalah, kita tidak pernah tahu bahwa keburukan yang kita lakukan kepada sesama dan kita anggap sepele ternyata besar di mata Allah swt karena meninggalkan luka yng teramat mendalam di hati hamba-Nya. Sebaliknya, kita juga tidak pernah tahu manakala amala ibadah yang kita sangka sangat besar, ternyata sangat sepele bahkan tidak bernilai di mata Allah swt karena berunsur <em>riya’</em> dan sebagainya. <em>Wallahua’lam</em></span></p>
<p lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"><strong>Syarat-Syarat (Kriteria) Akhlak</strong></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Suatu perbuatan dapat dikategorikan sebagai akhlak jika ia memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:</span></p>
<ol>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"><strong>Dilakukan 	berulang-ulang</strong> (<em>continue</em>). Jika dilakukan sekali saja 	atau jarang-jarang maka tidak dapat disebut sebagai akhlak. Sebagai 	contoh: jika seseorang tiba-tiba memberi hadiah kepada orang lain 	karena alasan tertentu maka orang tersebut tidak dapat dikatakan 	berakhlak mulia.</span></p>
</li>
<li>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"><strong>Timbul 	dengan sendirinya</strong>, tanpa pikir-pikir atau ditimbang 	berulang-ulang karena perbuatan itu telah menjadi kebiasan baginya. 	Jika suatu pernuatan dilakukan setelah dipikir-pikir dan 	ditimbang-timbang, apalagi karena terpaksa maka perbuatan itu 	bukanlah pencerminan akhlak. (Ensiklopedi Islam, Jilid I, 1993:102)</span></p>
</li>
</ol>
<p lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"><strong>Sifat Akhlak Islami</strong></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Bagaimanakah yang dimaksud dengan akhlak Islami? Akhlak Islami bersumber dari Al Quran dan Al Hadits, sifatnya tetap (tidak berubah-ubah) dan ia berlaku untuk selamanya-lamanya. Sedangkan etika dan moral hanya bersumber dari adat istiadat dan pikiran manusia, ia hanya berlaku pada waktu tertentu dan di tempat tertentu saja, ia selalu berubah-ubah (berubah-ubah seiring bergantinya masa dan kepemimpinan). Perkataan etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu <em>Ethos</em> yang berarti kebiasaan. Adapun arti moral dari segi bahasa berasal dari bahasa latin, <em>mores</em> yaitu jamak dari kata <em>mos</em> yang berarti adat kebiasaan. Baik dan buruk dalam pandangan akhlak adalah bergantung pada Al Quran dan Hadits yang selamanya tidak akan pernah berubah. Sedangkan dalam pandangan etika dan moral, baik dan buruk adalah bergantung kepada adat istiadat dan pemikiran manusia yang masih berlaku di suatu waktu dan tempat.</span></p>
<p lang="id-ID">&nbsp;</p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"><strong>KESIMPULAN</strong></span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Kemuliaan akhlak adalah maklumat utama bagi ajaran Islam sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah saw tentang tujuan pengutusan beliau ke muka bumi:</span></p>
<p lang="id-ID">“<span style="font-size:small;"><em>Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.</em> (HR. Bukhari, Baihaqi, dan Hakim)</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Berdasarkan pengertiannya, maka akhlak bukanlah sesuatu yang ada dan melekat pada diri seseorang dengan sendirinya, melainkan ditanam dan dilekatkan melalui suatu usaha atau proses (pembiasaan).</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;">Fungsi akhlakul karimah dalam kehidupan adalah sebagai buah dari satu-satunya latar belakang diciptakannya manusia, yaitu untuk beribadah (menyembah) kepada Allah swt. Karena akhlakul karimah merupakan cermin dari berbagai aktivitas ibadah kepada Allah swt. Tanpa buah (akhlakul karimah) ini maka ibadah hanyalah sebagai upacara dan gerak-gerik yang tidak memiliki nilai dan manfaat apa-apa.</span></p>
<p lang="id-ID"><span style="font-size:small;"><strong>RUJUKAN</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:small;"><strong>Al 	Quran</strong></span></li>
<li><span style="font-size:small;"><strong>Al 	Hadits</strong></span></li>
<li><span style="font-size:small;">Khaled, 	Amr. 2010.<strong> Ahklaq al-Mu’min, </strong>Cetakan1: Zaman</span></li>
<li><span style="font-size:small;">Abdul 	Malik bin Muhammad bin Abdur Rahman Al-Qasim, <strong>Sehari di kediaman Rasulullah SAW (e-book)</strong></span></li>
<li><span style="font-size:small;"><strong>Ensiklopedi 	Islam</strong>, Jilid I</span></li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/akidah-akhlak/'>AKIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/category/fiqih/'>FIQIH</a> Tagged: <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/adab/'>adab</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/akidah-akhlak/'>AKIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/aqidah-akhlak/'>AQIDAH AKHLAK</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/etika/'>etika</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/fiqih/'>FIQIH</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/ibadah/'>ibadah</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/iman/'>iman</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/muhammad/'>muhammad</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/muslim/'>muslim</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/opini/'>OPINI</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/rasul/'>Rasul</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/rasulullah/'>rasulullah</a>, <a href='http://naunganislami.wordpress.com/tag/saw/'>saw</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/naunganislami.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/naunganislami.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/naunganislami.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/naunganislami.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/881/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&amp;blog=7485557&amp;post=881&amp;subd=naunganislami&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/10/akhlak-akhlakul-karimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
