<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Naungan Islami</title>
	<atom:link href="http://naunganislami.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://naunganislami.wordpress.com</link>
	<description>Indahnya Hidup Dalam Naungan Islam</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2009 06:29:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='naunganislami.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0fc3795faa9978783fdfc61100da8a0d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Naungan Islami</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Nikah: Doa Kedua Mempelai (1)</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2009/11/14/nikah-doa-kedua-mempelai-1/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2009/11/14/nikah-doa-kedua-mempelai-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 06:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Seni]]></category>
		<category><![CDATA[PERNIKAHAN]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrahmaanirrohiim
Asyhadu anla ilaaha illallah
Wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah
Ya Allah
Penggenggam segala hati
Dua hati ini telah bertemu dalam fitrah-Mu
Maka satukanlah kami dalam rahmat-Mu
Sinari kami dengan cahaya cinta yang tak pernah menipu
Ikatlah kedua hati ini
Dalam ikatan yang senantiasa memperkuat rasa cinta kami kepada-Mu
Hiasi ikatan ini dengan kasih sayang dan kerinduan
Yang akan menyuburkan rasa rindu kami kepada-Mu
Jadikan ikatan ini sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=828&subd=naunganislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Bismillaahirrahmaanirrohiim</p>
<p style="text-align:center;">Asyhadu anla ilaaha illallah<br />
Wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah</p>
<p style="text-align:center;">Ya Allah<br />
Penggenggam segala hati<br />
Dua hati ini telah bertemu dalam fitrah-Mu<br />
Maka satukanlah kami dalam rahmat-Mu<br />
Sinari kami dengan cahaya cinta yang tak pernah menipu<span id="more-828"></span></p>
<p style="text-align:center;">Ikatlah kedua hati ini<br />
Dalam ikatan yang senantiasa memperkuat rasa cinta kami kepada-Mu<br />
Hiasi ikatan ini dengan kasih sayang dan kerinduan<br />
Yang akan menyuburkan rasa rindu kami kepada-Mu</p>
<p style="text-align:center;">Jadikan ikatan ini sebagai benih<br />
Yang akan menumbuhkan pejuang-pejuang yang istiqomah di jalan-Mu<br />
Sinarilah langkah kami<br />
Untuk bersatu dalam rahmat dan surga-Mu</p>
<p style="text-align:center;">Amien.</p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#008000;">Note:<br />
Mungkin tulisan ini bukanlah apa-apa, tapi khusus untuk yang ini&#8230; bagi rekan-rekan yang ingin meng-<em>copy paste</em> atau nge-<em>print</em> mohon menginformasikannya melalui komentar, setelah itu silahkan meng-<em>copy paste </em>atau menge-<em>print</em>. Jazakallah Khoyr&#8230;</span></p>
Posted in Coretan Seni, PERNIKAHAN Tagged: menikah, nikah, puisi, sajak, seni, ukhuwah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/828/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/828/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/828/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=828&subd=naunganislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2009/11/14/nikah-doa-kedua-mempelai-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Sang Mujahid Muda</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2009/10/28/cinta-sang-mujahid-muda/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2009/10/28/cinta-sang-mujahid-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 05:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Seni]]></category>
		<category><![CDATA[TAUSYIAH]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[fi sabilillah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=825</guid>
		<description><![CDATA[Hari belum terlarut malam, senja pun belum mendekat. Bahkan mentari masih sangat menerpa dengan teriknya, tapi sepasang bola mata itu tampak telah begitu lelah. Sepasang mata itu tampaknya sudah sangat tertatih-tatih untuk menjaga agar tetap terjaga. Kelopak itu senantiasa tertarik jatuh meskipun ia berusaha mengangkatnya kembali.
Dalam pandangan yang kian menyempit itulah terpancar cinta dan kepuasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=825&subd=naunganislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari belum terlarut malam, senja pun belum mendekat. Bahkan mentari masih sangat menerpa dengan teriknya, tapi sepasang bola mata itu tampak telah begitu lelah. Sepasang mata itu tampaknya sudah sangat tertatih-tatih untuk menjaga agar tetap terjaga. Kelopak itu senantiasa tertarik jatuh meskipun ia berusaha mengangkatnya kembali.<span id="more-825"></span></p>
<p>Dalam pandangan yang kian menyempit itulah terpancar cinta dan kepuasan yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Sepasang bibirnya yang kian memudar pun mengurai senyum pertanda bahagia yang jelas-jelas tak terkata. Bibir itu perlahan bergetar dan berusaha untuk bersuara.</p>
<p><em>“Sahabatku, saudaraku … hapuslah air mata yang tidak seharusnya mencucur itu. Tidak pantas kau cucurkan air mata itu untuk aku yang akan berjumpa dengan Kekasih-ku. Allah swt telah memilih saudaramu ini untuk syahid di jalan-Nya, apakah engkau tidak bahagia saudaraku? Hapuskan kelemahan itu dari matamu, perjuangan ini belum berakhir saudaraku… Engkau harus tetap berjalan teguh, melaju tanpa keluh. Sampaikan pesan pada ibuku bahwa anaknya tercinta telah menuju perjumpaan dengan sang Kekasih yang selama ini dirindukannya. Katakan pada ibuku untuk tidak membiarkan air matanya membasahi pipinya. Katakan bahwa aku sangat menyayanginya dan tidak ingin meninggalkannya, tapi Kekasih sejati telah memanggil dan tidak dapat ku menghindar darinya</em><em>.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Lalu… lalu… bagaimana dengan Shole</em><em>hah, calon isterimu itu? Bagaimana aku harus menjelaskannya???</em><em>”. </em>Sahabat itu bertanya dengan penuh getar dan air mata yang tetap tidak mampu ia bekukan.</p>
<p><em>“Katakan pada shole</em><em>hah bahwa aku telah menemui Kekasih sejatiku. Katakan padanya bahwa Allah swt telah memilihkan kekasih yang lebih baik dan yang terbaik untuk dirinya dan juga untuk</em><em>ku. Katakan padanya untuk tidak perlu berduka, karean aku telah pergi dengan senyum bahagia…”</em></p>
<p><em>“A… A… A</em><em>ku … Aku …. Aku bersykur kepada Allah swt telah dianugerahkan seorang sahabat dan saudara sepertimu, yang telah membuatku tegar di jalan yang mulia ini. </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Aku… Aku… Aku sudah tak kuat lagi saudaraku… A.. A.. Allahu Akbar…”</em></p>
<p>Mata itu akhirnya terpejam dengan senyum gambaran kebahagiaan. Sang mujahid mudapun pergi selamanya untuk berjumpa dengan Kekasih yang senantiasa dirindukannya. Wajah pucatnya terlihat begitu ikhlas atas luka-luka dan darah yang mengucur di tanah Palestina itu.</p>
<p><em>“Sahabatku… kini engkau telah menemukan jawaban dari setiap kerinduan yang selama ini mengganggu tidur dan terjagamu. Engkau telah berhasil membuktikan besarnya cinta yang selama ini senantiasa engkau rasakan, dan engkau telah membuktikannya. Saudaraku, semoga kelak kita akan dikumpulkan di dalam surganya para syuhada…”</em></p>
<p>Sang sahabat pun melepaskan pelukannya perlahan, menghapus air mata yang masih membasahi tulang pipi. Masih terdengar bising peluru dan meriam yang memecah keheningan negeri di tempat kakinya berdiri.</p>
<p><em>“Allaha Akbar!!!”</em> Ia pun kembali merangsek ke medan pertempuran.</p>
Posted in Coretan Seni, TAUSYIAH, Uncategorized Tagged: adab, AKIDAH AKHLAK, AQIDAH AKHLAK, cerpen, etika, fi sabilillah, ibadah, iman, islam, jihad, muslim, puisi, sajak, seni <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/825/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/825/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=825&subd=naunganislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2009/10/28/cinta-sang-mujahid-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anggota Parlemen London &#8216;Ngamuk&#8217; Karena Harus Dipisah Dalam Pernikahan Islami</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/14/anggota-parlemen-london-ngamuk-karena-harus-dipisah-dalam-pernikahan-islami/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/14/anggota-parlemen-london-ngamuk-karena-harus-dipisah-dalam-pernikahan-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 04:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=819</guid>
		<description><![CDATA[Bagi aktivis Islam era 80 an akhir pasti akan ingat peristiwa seperti dibawah ini, dimana pernikahan harus terpisah antara laki-laki dan perempuan, dihijab, pengantin tidak disanding. Tapi sepertinya kejadian seperti ini hanya tinggal kenangan, tidak sedikit aktivis Islam menikahkan anaknya ataupun aktivis Islam itu sendiri menikah penuh dengan campur baur laki-laki dan perempuan (ikhtilat). 
Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=819&subd=naunganislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-821" title="londonmuslimcenter" src="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/londonmuslimcenter1.jpg?w=300&#038;h=171" alt="londonmuslimcenter" width="300" height="171" />Bagi aktivis Islam era 80 an akhir pasti akan ingat peristiwa seperti dibawah ini, dimana pernikahan harus terpisah antara laki-laki dan perempuan, dihijab, pengantin tidak disanding. Tapi sepertinya kejadian seperti ini hanya tinggal kenangan, tidak sedikit aktivis Islam menikahkan anaknya ataupun aktivis Islam itu sendiri menikah penuh dengan campur baur laki-laki dan perempuan (ikhtilat). <span id="more-819"></span></p>
<p>Tidak sedikit pada masa itu, undangan yang hadir marah-marah kepada panitia pernikahan, karena tidak terima harus dipisah. Bahkan keluarga pengantinpun harus bersitegang dahulu dengan pengantinnya yang memaksa pernikahan harus terpisah.</p>
<p>Dan kejadian seperti jaman dulu di Indonesia itu, terjadi di Inggris tepatnya di kota London.</p>
<p>Seorang anggota parlemen London <em>mencak-mencak</em> setelah dia dan istrinya diminta untuk masuk ke ruangan yang terpisah sewaktu ia menghadiri sebuah pernikahan Islam.</p>
<p>Jim Fitzpatrick yang merupakan anggota parlemen untuk Poplar dan Canning Town dengan istrinya Sheila segera meninggalkan para undangan yang hadir dalam pesta pernikahan di London Muslim Center ketika panitia dengan tegas meminta ia masuk keruang terpisah yang khusus untuk undangan pria.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-820" src="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/parlemen.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" />Dan efek dari hal itu, kemarin (13/8) dirinya telah menuduh komplek London Muslim Center yang berada di samping masjid Timur London telah mengancam adanya integrasi di masyarakat London.</p>
<p>Dia berkata bahwa &#8220;Pemisahan laki-laki dan perempuan tidak dapat dilakukan dalam kegiatan seperti ini. Kami telah pernah menghadiri pernikahan Islam beberapa tahun yang lalu namun tidak seketat ini aturannya. Hal ini memberikan indikasi yang kuat adanya upaya menerapkan aturan Islam yang ketat disini.&#8221;</p>
<p>Dia juga mengatakan bahwa ia meyakini Islamic Center London telah terpengaruh oleh Islamic Forum Eropa (IFE), yang ketat dalam urusan pelaksanaan hukum Syariah. &#8220;Saya pikir pengaruh kuat IFE disini telah lebih kuat daripada sebelumnya. Kami sedang mencoba membangun integrasi sosial dalam masyarakat, namun peristiwa seperti ini malah menghalangi apa yang kami sedang bangun.&#8221;</p>
<p>Situs dari London Muslim Center mengatakan bahwa &#8216;campur baur&#8217; laki-laki dan perempuan dalam pernikahan tidak diizinkan ditempat tersebut.</p>
<p>Juru bicara London Muslim Center &#8211; Muhammad Syakir mengatakan : &#8220;Kebijakan kami tidak berubah. Kami menyewakan fasilitas yang ada di sini dan calon mempelai pria dan wanita harus mengikuti aturan yang kami buat.&#8221; (fq/til)</p>
<p>Dikutip dari eramuslim.com</p>
Posted in Uncategorized Tagged: adab, AKIDAH AKHLAK, AQIDAH AKHLAK, etika, ibadah, iman, islam, jihad, muslim, OPINI, sunnah, tips, ukhuwah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/819/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/819/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/819/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=819&subd=naunganislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/14/anggota-parlemen-london-ngamuk-karena-harus-dipisah-dalam-pernikahan-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/londonmuslimcenter1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">londonmuslimcenter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/parlemen.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pemimpin dalam Islam</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/11/pemimpin-dalam-islam/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/11/pemimpin-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 09:22:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[fi sabilillah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[saw]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[Pemimpin adalah salah satu elemen yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan. Karena pemimpin memiliki peranan yang sangat vital dalam rangka untuk mencapai satu tujuan. Selain itu, seorang pemimpin juga memiliki andil yang sangat besar bahkan utama dalam mengarahkan pencapaian suatu tujuan melalui jalur-jalur yang diridhai oleh Allah swt.
Dalam era yang serba kompleks dan semakin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=814&subd=naunganislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pemimpin adalah salah satu elemen yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan. Karena pemimpin memiliki peranan yang sangat vital dalam rangka untuk mencapai satu tujuan. Selain itu, seorang pemimpin juga memiliki andil yang sangat besar bahkan utama dalam mengarahkan pencapaian suatu tujuan melalui jalur-jalur yang diridhai oleh Allah swt.<span id="more-814"></span></p>
<p>Dalam era yang serba kompleks dan semakin kompleks ini baik dalam segi aktivitas maupun permasalahannya, figur seorang pemimpin yang baik telah menjadi satu kelangkaan yang luar biasa. Tentunya, figur yang baik ini tidak lain adalah dilihat dari sudut pandang Islam. Karena, hanya Islamlah yang mengajarkan kepada manusia untuk senantiasa menjadi pemimpin yang baik dan menjalankan kepemimpinan tersebut dengan baik. Karena setiap pemimpin akan bertanggungjawab atas kepemimpinannya kelak kepada Allah swt. Karena di dalam ajaran Islam telah disampaikan bahwa setiap diri atau setiap manusia itu pada dasarnya adalah pemimpin. Minimal, ia adalah pemimpin bagi diri sendiri untuk membawa langkah kehidupannya senantiasa berada di atas jalur yang diridhai oleh Allah swt dalam segala hal.</p>
<p>Beberapa penjelasan di atas menjadi salah satu alasan mengapa pemimpin dan kepemimpinan menjadi salah satu pokok bahasan yang terdapat di dalam Islam, bahkan Islam sangat memperhatikan masalah pemimpin dan atau kepemimpinan tersebut.</p>
<p>Pemimpin adalah kompas dan peta yang akan menunjukkan kemana kehidupan ini harus melangkah dan dibawa. Tanpa kompas dan peta, maka perjalanan hidup dapat dengan mudah tersesat. Pemimpin adalah kompas dan peta yang berkualitas tinggi, yang tidak mudah koyak atau rusak sehingga arah dan tujuannya akan tetap jelas. Pemimpin adalah kompas dan peta berkualitas tinggi yang dapat bertahan dalam berbagai perlakuan, sehingga ia dapat memberikan arah dan petunjuk yang benar, tidak membawa kepada kesesatan dan kebinasaan.</p>
<p>Pemimpin adalah ujung tombak dari sebuah kehidupan, jika ujung tombak itu tumpul maka kehidupan akan vakum, tidak berdaya guna, tidak efektif. Untuk itu, Islam memberikan banyak sekali petunjuk kepada manusia yang pada dasarnya adalah seorang pemimpin untuk menjalani kepemimpinannya.</p>
<p>Ada beberapa hal yang hendaknya terdapat atau dimiliki oleh setiap pemimpin yang akan menjalankan kepemimpinannya, sehingga kepemimpinannya dapat mencapai tujuan namun tetap dalam ridha Allah swt, bukan mencapai rujuan dengan cara yang dilaknat atau menimbulkan murka Allah swt. Berikut ini adalah beberapa hal yang dalam kacamata Islam hendaknya harus ada di dalam jiwa setiap pemimpin sehingga ia dapat membawa orang-orang yang berada di dalam kepemimpinannya menuju keselamatan di dunia dan di akhirat:</p>
<p><strong>Jujur</strong></p>
<ol></ol>
<p>Pemimpin adalah panutan bagi orang-orang yang berada di dalam kemimpinannya. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus memiliki sifat jujur. Jujur dalam perkataan dan perbuatan, sehingga antara apa yang disampaikannya melalui lisan seiring dengan apa yang senantiasa diperbuatnya.</p>
<p>Orang yang tidak memiliki sifat jujur tidaklah layak menjadi seorang pemimpin, karena orang semacam ini adalah termasuk salah satu orang yang dilaknat oleh Allah swt dan Rasulullah saw. Allah swt berfirman di dalam Al Quran yang artinya:</p>
<p><em>“Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): &#8220;Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la&#8217;nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta” </em>(QS. Al Imran:61)</p>
<p>Selain itu, orang yang tidak jujur tidak berhak menjadi seorang pemimpin, karena sesungguhnya ia adalah termasuk pada golongan orang-orang munafik.</p>
<p><em>“Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara, yaitu apabila berbicara dia dusta, apabila berjanji dia mungkiri dan apabila diberi amanah dia mengkhianati.” </em>(HR. Bukhari, Kitab-Iman: 32)</p>
<p>Kejujuran adalah salah satu sifat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin, baik jujur kepada diri sendiri maupun jujur kepada orang lain. Kejujuran ini juga telah dicontohkan oleh pemimpin bagi seluruh umat Islam, Rasulullah saw. Sedikitpun beliau tidak pernah berdusta atau berkhianat dalam hal apapun dan kepada siapapun.</p>
<p><em>“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah swt </em><em>dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”</em> (QS. Al Ahzab:21)</p>
<p><strong>Amanah</strong></p>
<ol></ol>
<p>Kepemimpinan merupakan salah satu amanah yang sangat besar dan berat. Sebuah amanah yang dipenuhi dengan godaan yang sangat menggiurkan. Tidak sedikit manusia yang tergelincir karena tidak mampu melaksanakan amanah tersebut dengan baik. Oleh karena itu, Islam mengajarkan bahwa setiap pemimpin haruslah memiliki sifat yang amanah.</p>
<p>“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An Nisaa:58)</p>
<p>Seseorang yang tidak memiliki sifat amanah tidak berhak menjadi seorang pemimpin, karena ia termasuk pada golongan orang-orang munafik.</p>
<p><em>“Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara, yaitu apabila berbicara dia dusta, apabila berjanji dia mungkiri dan apabila diberi amanah dia mengkhianati.” </em>(HR. Bukhari, Kitab-Iman: 32)</p>
<p><strong>Kompeten</strong></p>
<ol></ol>
<p>Kemudian, Islam juga mengajarkan bahwa tidak seluruh manusia itu dapat diangkat sebagai pemimpin suatu kaum, kelompok, organisasi atau suatu urusan tertentu. Untuk mengangkat seorang pemimpin, kita harus melihat seberapa besar kemampuan orang yang akan dipilih tersebut mengenai bidang atau pokok permasalahan yang bersangkutan. Tidak boleh memilih atau mengangkart seorang pemimpin secara sembarangan.</p>
<p>Kompetensi atau kemampuan dalam bidang yang dimaksudkan harus menjadi tolak ukur untuk memilih atau mengangkat seorang pemimpin. Jangan memilih orang-orang yang tidak mampu atau tidak memiliki keahlian (kemampuan) dalam bidang yang dimaksudkan untuk menjadi seorang pemimpin. Karena, bukan kepemimpinan  yang nanti akan diberikannya, melainkan kehancuran karena kurang atau tidak adanya kemampuan dalam bidang yang dimaksudkan.</p>
<p>Rasulullah saw bersabda: <em>“’Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah kehancuran’</em> Sahabat bertanya, <em>‘Bagaimana menyia-nyiakannya?’</em> Rasulullah saw menjawab, <em>‘Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang-orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya’” </em>(HR. Imam Bukhari).</p>
<p><strong>Inspiratif</strong></p>
<ol></ol>
<p>Seorang pemimpin haruslah memiliki pemikiran-pemikiran yang membangun dan mampu memotivasi para pengikutnya. Ia harus mampu menjadi ombak bagi lautan yang tenang, menjadi api dalam kedinginan yang membeku, dan menjadi halilintar dalam keheningan yang membisu.</p>
<p>Seorang pemimpin harus senantiasa mampu membangun semangat para pengikutnya sehingga mereka tidak terdampar dalam kehampaan atau ketidakberdayaan.</p>
<p>Seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi para pengikutnya untuk dapat bergerak sebagaimana jalan pikirannya, tentunya jalan pikiran yang senantiasa dilandasi oleh syariat Islam, bukan jalan pikiran yang berdasarkan hawa nafsu semata. Hal ini sebagaimana telah dilakukan oleh Rasulullah saw dalam menjalankan kepemimpinannya.</p>
<p><em>“Dan orang-orang yang bersama dengan dia (Muhammad) adalah keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang dengan sesama mereka”</em> (QS. Al-Fath:29).</p>
<p>Seorang pemimpin hendaknya mampu menghidupkan jiwa para pengikutnya dengan segala tindakan yang inspiratif, baik lisan, tulisan, maupun dalam perbuatan.</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan sebuah perkataaan yang belum jelas bermanfaat baginya sehingga membuat ia terperosok ke dalam api Neraka lebih jauh daripada jarak timur dan barat.&#8221; </em>(Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p><strong>Sabar</strong></p>
<ol></ol>
<p>Salah satu hal yang pasti harus dihadapi oleh seorang pemimpin adalah permasalahan. Berbagai macam permasalahan, mulai dari permasalahan pribadi, permasalahan pengikutnya, permasalahan kepemimpinannya, dan lain-lain pasti akan mendatangi seorang pemimpin mau atau tidak mau. Seorang pemimpin dituntut untuk dapat menghadapi berbagai permasalahan tersebut dengan sikap yang sabar dan bijaksana, dan menyelesaikan masalah tersebut secepat mungkin namun bukan dengan tergesa-gesa. Itulah sebabnya, sabar menjadi salah satu persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang pempimpin.</p>
<p>Sifat sabar itu sendiri juga memiliki kedudukan yang cukup tinggi di dalam pandangan Islam.</p>
<p><em>“…sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”</em> (QS. Al Baqarah:153)</p>
<p><em>“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”</em> (QS. Al ‘Ashr:1-3)</p>
<p>Kesabaran inilah yang juga menjadi salah satu modal dasar dalam menysiarkan Islam sebagaimana firman Allah swt di dalam Al Quran yang artinya:</p>
<p><em>“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma&#8217;afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”</em> (QS. Ali Imran: 159)</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa contoh keteladanan Rasulullah saw berkenaan dengan sifat sabar:</p>
<p>&#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha menuturkan:<br />
<em>&#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorang pun dengan tangannya kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak pernah membalas suatu aniaya yang ditimpakan orang atas dirinya. Selama orang itu tidak melanggar kehormatan Allah Namun, bila sedikit saja kehormatan Allah dilanggar orang, maka beliau akan membalasnya semata-mata karena Allah.&#8221;</em> (HR. Ahmad)</p>
<p>&#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha mengisahkan: <em>&#8220;Suatu kali aku berjalan bersama Rasulullah saw, beliau mengenakan kain najran yang tebal pinggirannya. Kebetulan beliau berpapasan dengan seorang Arab badui, tiba-tiba si Arab badui tadi menarik dengan keras kain beliau itu, sehingga aku dapat melihat bekas tarikan itu pada leher beliau. ternyata tarikan tadi begitu keras sehingga ujung kain yang tebal itu membekas di leher beliau. Si Arab badui itu berkata: &#8220;Wahai Muhammad, berikanlah kepadaku sebagian yang kamu miliki dari harta Allah!&#8221; Beliau lantas menoleh kepadanya sambil tersenyum lalu mengabulkan permintaannya.&#8221;</em> (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p><strong>Rendah hati</strong></p>
<ol></ol>
<p>Seorang pemimpin haruslah memiliki sifat rendah hati dan menghilangkan sifat riya’ atau sombong dari dalam jiwanya. Kepemimpinan tidak akan dapat berjalan dengan baik dan tidak juga akan mendapat ridha Allah swt manakala dijalankan dengan tujuan riya’ atau sombong. Kesombongan atau sifat riya’ seorang pemimpin akan menghancurkan kepemimpinan yang tengah dibangunnya dari dalam. Boleh jadi, justru para pengikutnyalah yang akan menghancurkan kepemimpinannya karena kesombongan yang ia tampakkan.</p>
<p>Dari Ibnu Mas&#8217;ud ra. dari Nabi saw, sabdanya: <em>&#8220;Tidak dapat masuk syurga seseorang yang dalam hatinya ada seberat timbangan seekor semut kecil dari kesombongan.&#8221;</em> Kemudian ada seorang lelaki berkata: <em>&#8220;Sesungguhnya ada seorang lelaki yang gemar sekali kalau pakaiannya bagus dan terumpahnya bagus.&#8221;</em> Beliau saw lalu bersabda: <em>&#8220;Sesungguhnya Allah itu Maha Indah, juga mencintai keindahan. Sombong itu ialah menolak petunjuk yang hak &#8211; yakni kebenaran &#8211; serta menghinakan para manusia.</em> (Riwayat Muslim)</p>
<p><strong>Musyawarah</strong></p>
<ol></ol>
<p>Seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang mengutamakan jalan musyawarah untuk mencari jalan keluar atas berbagai permasalahan kepemimpinan yang tengah dihadapinya, terlebih lagi jika permasalahannya menyangkut unsur-unsur yang vital. Banyak kepala tentunya akan dapat memberikan masukan atau jalan keluar yang lebih banyak ketimbang satu kepala. Musyawarah merupakan salah satu jalan yang dianjurkan dan telah mengakar dalam ajaran Islam. Untuk itu, sudah sepatutnya seorang pemimpin yang baik tidak melupakan musyawarah dalam kepemimpinanya.</p>
<p><em>“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma&#8217;afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”</em> (QS. Ali Imran: 159)</p>
<p><em>“Dan (bagi) orang – orang yang menerima (mematuhi) seruan Rabb-nya</em><em> dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka”</em> (QS; Asy-Syura :38)</p>
<p><strong>Mampu berkomunikasi dengan rakyatnya</strong></p>
<ol></ol>
<p>Komunikasi merupakan satu faktor vital dalam segala aspek kehidupan. Dan komunikasi juga merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam sebuah kepemimpinan. Terjalinnya komunikasi yang baik antara pemimpin dengan orang-orang yang dipimpinnya merupakan salah satu ciri keberhasilan sebuah kepmimpinan.</p>
<p>Seorang pemimpin dituntut untuk mampu membangun jalur komunikasi yang baik antara dirinya dengan para pengikutnya. Sehingga banyak masukan yang membangun yang dapat ia terima dan ia pergunakan untuk menjalankan dan memajukan kepemimpinannya, membawa kepemimpianan  dan pengikutnya menuju cita-cita dan ridha Allah swt.</p>
<p><em>“Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka.”</em> (QS. Ibrahim:4)</p>
Posted in AKIDAH AKHLAK, OPINI Tagged: adab, AKIDAH AKHLAK, AQIDAH AKHLAK, etika, fi sabilillah, ibadah, iman, islam, jihad, muslim, nabi, OPINI, Rasul, rasulullah, saw, sunnah, tips, ukhuwah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/814/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=814&subd=naunganislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/11/pemimpin-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Sholat Shubuh Dan Ashar</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/10/keutamaan-sholat-shubuh-dan-ashar/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/10/keutamaan-sholat-shubuh-dan-ashar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 10:03:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[DALIL-DALIL]]></category>
		<category><![CDATA[FIQIH]]></category>
		<category><![CDATA[dalil]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[dali-dalil]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[fi sabilillah]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[saw]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Musa r.a. bahwasanya Rasulullah saw
bersabda:
&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan sholat bardain &#8211; yakni sholat Subuh dan sholat Asar, maka ia akan masuk syurga.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)
Dari Abu Zuhairyaitu Umarah bin Ruwaibah ra., katanya: &#8220;Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:
&#8220;Tidak akan masuk neraka seseorang yang mengerjakan sholat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya,&#8221; yakni sholat Subuh dan sholat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=811&subd=naunganislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari Abu Musa r.a. bahwasanya Rasulullah saw</p>
<p>bersabda:</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan sholat bardain &#8211; yakni sholat Subuh dan sholat Asar, maka ia akan masuk syurga.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)<span id="more-811"></span></p>
<p>Dari Abu Zuhairyaitu Umarah bin Ruwaibah ra., katanya: &#8220;Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:</p>
<p>&#8220;Tidak akan masuk neraka seseorang yang mengerjakan sholat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya,&#8221; yakni sholat Subuh dan sholat Asar. (Riwayat Muslim)</p>
<p>Dari Jundub bin Sufyan ra., katanya: &#8221; Rasulullah saw bersabda:</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan sholat Subuh, maka ia adalah dalam tanggungan Allah &#8211; yakni mengenai keselamatan dirinya dan Iain-Iain. Maka perhatikanlah, hai anak Adam &#8211; yakni manusia, janganlah sampai Allah itu menuntut kepadamu sesuatu dari tanggungannya.&#8221; (Riwayat Muslim)</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra., katanya: &#8220;Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:</p>
<p>&#8220;Berganti-gantilah untuk menyertai engkau semua beberapa malaikat di waktu malam dan beberapa malaikat di waktu siang. Mereka sama berkumpul dalam sholat Subuh dan sholat Asar. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam denganmu semua itu, lalu Allah bertanya kepada mereka, padahal sebenarnya Allah adalah lebih Maha Mengetahui tentang hal-ihwal hamba-hamba-Nya, tanyaNya: &#8220;Bagaimanakah engkau semua meninggalkan hamba-hambaKu?&#8221; lalu para malaikat itu menjawab: &#8220;Kita meninggalkan mereka dan mereka sedang melakukan sholat dan sewaktu kita mendatangi mereka itu, juga di waktu mereka melakukan sholat.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Dari Jarir bin Abdullah al-Bajali ra., katanya: &#8220;Kita semua ada di sisi Rasulullah saw. Beliau saw lalu melihat bulan di malam bulan purnama &#8211; yakni tanggal empatbelas bulan hijriyah, kemudian beliau bersabda: &#8220;Engkau semua akan dapat melihat Tuhanmu sebagaimana engkau semua melihat bulan ini, tidak akan memperoleh kesukaran engkau semua dalam melihatNya itu. Maka jikalau engkau semua dapati tidak akan dialahkan oleh sholat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah itu,&#8221; maksudnya jangan sampai dialahkan oleh sesuatu hal sehingga tidak melakukan kedua sholat itu dan jelasnya ini adalah merupakan perintah wajib. (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Dalam suatu riwayat disebutkan: &#8220;Beliau saw lalu melihat ke bulan pada malam bulan purnama itu &#8211; yakni bulan tanggal empat belas.&#8221;</p>
<p>Dari Buraidah ra., katanya: &#8220;Nabi saw bersabda: &#8220;Barangsiapa yang meninggalkan sholat Asar, maka leburlah -yakni rusaklah &#8211; amal kelakuannya.&#8221; (Riwayat Bukhari)</p>
<p>Diambil dari kitab Riyadhus Shalihin II</p>
Posted in AKIDAH AKHLAK, dalil, DALIL-DALIL, FIQIH Tagged: adab, AKIDAH AKHLAK, AQIDAH AKHLAK, dali-dalil, dalil, etika, fi sabilillah, FIQIH, hadist, ibadah, iman, islam, muhammad, muslim, nabi, Rasul, rasulullah, saw, sholat, sunnah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/811/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/811/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/811/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=811&subd=naunganislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/10/keutamaan-sholat-shubuh-dan-ashar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seperti Apakah Rasulullah saw?</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/10/seperti-apakah-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/10/seperti-apakah-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 09:58:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[DALIL-DALIL]]></category>
		<category><![CDATA[dalil]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[saw]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[Al-Bara&#8217; bin &#8216;Azib radhiyallah &#8216;anhu menuturkan:
&#8220;Rasulullah saw adalah seorang yang sangat tampan wajahnya, sangat luhur budi pekertinya, beliau tidak terlalu jangkung dan tidak pula terlalu pendek.&#8221; (HR. Al-Bukhari) 
Masih dari Al Bara&#8217; radhiyallah &#8216;anhu ia berkata:
&#8220;Rasulullah saw memiliki dada yang bidang dan lebar, beliau Shalallaahu alaihi wasalam memiliki rambut yang terurai sampai ke cuping telinga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=808&subd=naunganislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Al-Bara&#8217; bin &#8216;Azib radhiyallah &#8216;anhu menuturkan:<br />
&#8220;Rasulullah saw adalah seorang yang sangat tampan wajahnya, sangat luhur budi pekertinya, beliau tidak terlalu jangkung dan tidak pula terlalu pendek.&#8221; (HR. Al-Bukhari) <span id="more-808"></span></p>
<p>Masih dari Al Bara&#8217; radhiyallah &#8216;anhu ia berkata:<br />
&#8220;Rasulullah saw memiliki dada yang bidang dan lebar, beliau Shalallaahu alaihi wasalam memiliki rambut yang terurai sampai ke cuping telinga (bagian bawah telinga), saya pernah menyaksikan beliau mengenakan pakaian berwarna merah, belum pernah saya melihat sesuatu yang lebih indah daripada itu.&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Abu Ishaq As-Sabi&#8217;i berkata:<br />
&#8220;Seseorang pernah bertanya kepada Al-Bara&#8217; bin &#8216;Azib radhiyallah &#8216;anhu: &#8220;Apakah wajah Rasulullah saw lancip seperti sebilah pedang?&#8221; ia menjawab: &#8220;Tidak, bahkan bulat bagaikan rembulan!&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Anas bin Malik radhiyallah &#8216;anhu mengungkapkan:<br />
&#8220;Belum pernah tanganku menyentuh kain sutra yang lebih lembut daripada telapak tangan Rasulullah saw. Dan belum pernah aku mencium wewa-ngian yang lebih harum daripada aroma Rasulullah  saw&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Di antara sifat beliau adalah &#8220;pemalu&#8221;, sampai-sampai Abu Sa&#8217;id Al-Khudri radhiyallah &#8216;anhu mengatakan:<br />
&#8220;Rasulullah saw itu lebih pemalu daripada gadis dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan beliau itu dari wajahnya.&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
Posted in AKIDAH AKHLAK, dalil, DALIL-DALIL Tagged: adab, AKIDAH AKHLAK, AQIDAH AKHLAK, dalil, DALIL-DALIL, etika, hadist, iman, islam, muhammad, muslim, nabi, Rasul, rasulullah, saw, sunnah, ukhuwah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/808/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=808&subd=naunganislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/10/seperti-apakah-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikah : Mencari Hari Baik (2)</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/06/nikah-mencari-hari-baik-2/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/06/nikah-mencari-hari-baik-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 06:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[FIQIH]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[PERNIKAHAN]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[KELUARGA]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Mencari sesuatu yang lebih baik atau yang terbaik bukanlah satu hal yang dilarang  di dalam ajaran agama Islam. Justru Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa menjadi yang terbaik dan memberikan hasil yang terbaik. Namun, memberi atau mencari sesuatu yang lebih baik atau yang terbaik tentunya tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=802&subd=naunganislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-803" title="yanggal lahir" src="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/ramalan.jpg?w=108&#038;h=106" alt="yanggal lahir" width="108" height="106" />Mencari sesuatu yang lebih baik atau yang terbaik bukanlah satu hal yang dilarang  di dalam ajaran agama Islam. Justru Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa menjadi yang terbaik dan memberikan hasil yang terbaik. Namun, memberi atau mencari sesuatu yang lebih baik atau yang terbaik tentunya tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat Islam, terlebih lagi dengan cara-cara yang bertentangan dengan syariat Islam.<span id="more-802"></span></p>
<p>Menikah merupakan salah satu fenomena yang senantiasa diharapkan oleh setiap manusia yang berakal dan berjiwa sehat. Menikah merupakan salah satu di antara dua jalan terbaik yang diajarkan di dalam Islam untuk menanggulangi bahaya hawa nafsu, yaitu nafsu biologis atau nafsu syahwat. Jalan lainnya yang diajarkan di dalam ajaran Islam adalah dengan melakukan puasa (shaum). Tidak ada jalan lain yang lebih baik dalam pandangan Islam untuk melindungi diri dari fitnah nafsu syahwat.</p>
<p>Nafsu syahwat merupakan salah satu musuh manusia yang paling berat. Oleh karena itu, Islam menganjurkan kepada umatnya yang telah memiliki kemampuan untuk menikah agar segera menikah, tidak menunda-nundanya.</p>
<p><em>“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”</em> (An Nuur 32)</p>
<p><em>“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya”</em> (HR. Bukhori-Muslim)</p>
<p><em>“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara”</em> (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud)</p>
<p><em>“Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat”</em> (HR. Ibnu Majah,dhaif)</p>
<p><em>“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka”</em> (Al Hadits)</p>
<p><em>“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah”</em> (HR. Tirmidzi)</p>
<p><em> “Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak”</em> (HR. Abu Dawud)</p>
<p><em>“Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain”</em> (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)</p>
<p>Demikian vitalnya hikmah, manfaat dan maslahat yang dapat diperoleh dari nikah, hingga Rasulullah saw pun mencela orang-orang yang tidak mau menikah (membujang tanpa adanya alasan yang syar’i). Melalui beberapa sabdanya, Rasulullah saw mengatakan:</p>
<p><em>“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku”</em> (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)</p>
<p><em> “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”</em> (HR. Bukhari)</p>
<p><em>“Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang”</em> (HR. Abu Yahya dan Thabrani)</p>
<p>Islam adalah agama yang mudah, yang memberikan kemudahan kepada seluruh umatnya. Sehingga ketika ada peraturan yang diberikan oleh Allah swt melalui ajaran Islam, maka peraturan itu tidak akan bersifat memberatkan, terlebih lagi jika aturan atau perintah yang diberikan tersebut memiliki peranan dan manfaat yang sangat penting bagi umat-Nya. Ketika Allah swt menetapkan bahwa nikah adalah salah satu dari dua jalan keluar yang diajarkan di dalam Islam untuk melawan serangan hawa nafsu maka Allah swt pun telah turut memberikan kemudahan kepada umat-Nya untuk menikah.</p>
<p>Salah satu kewajiban yang harus dipenuhi dalam sebuah akad nikah oleh seorang laki-laki sebagai penghalal hubungan suami istri adalah harus memberikan mahar kepada calon istri. Tanpa adanya mahar, maka keduanya belum halal atau pernikahannya belum dikatakan sah. Maka dalam hal ini Allah swt melalui ajaran Islam memberikan kemudahan kepada pihak laki-laki berupa kemurahan nilai mahar. Islam mengajarkan kepada umat muslimah untuk tidak meninggikan atau mensyaratkan mahar yang bernilai tinggi, yang akan berakibat menyulitkan pihak laki-laki atau pernikahan itu sendiri. Berikut sabda Rasulullah saw mengenai perintah untuk merendahkan nilai mahar kepada wanita.</p>
<p><em>“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya”</em> (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)</p>
<p><em>“Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah,</em> <em>maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.”</em> (HR. Ashhabus Sunan)</p>
<p>Dalam hal ini, Allah swt juga telah berfirman, yang artinya:</p>
<p><em>“Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan”</em> ( An Nisaa : 4)</p>
<p>Merujuk pada urgensi nikah yang telah dipaparkan di atas, maka memang tidak ada salahnya jika akhirnya banyak orang selalu mengawali pelaksanaan akad nikah mereka dengan kesibukan mencari hari baik.</p>
<p>Tidak ada salahnya untuk mecari haik, namun pada dasarnya Islam tidak mengajarkan hal ini. Karena dalam kacamata Islam, seluruh hari adalah baik, tidak ada hari yang buruk, terlebih lagi hari yang dapat memberikan keburukan atau malapetaka. Tidak ada dalil yang secara jelas dan detail di dalam ajaran Islam baik dalam bentuk firman Allah swt maupun hadits Rasulullah saw. Islam juga tidak mengajarkan kepada umatnya untuk mencari hari baik dalam melangsungkan akad nikah atau pernikahan.</p>
<p>Kenapa pada artikel sebelumnya (<a href="http://naunganislami.wordpress.com/2009/05/14/pernikahan-mencari-hari-baik/#comment-99" target="_blank">Pernikahan: Mencari Hari Baik</a>), penulis lebih memfokuskan permasalahan pada praktek perdukunan atau peramalan?</p>
<p>Karena, praktek itulah yang saat ini banyak sekali dan masih berkembang di dalam kehidupan umat muslim. Sekali lagi penulis mengatakan bahwa tidak ada salahnya untuk seseorang mencari yang terbaik atau lebih baik. Namun, ketika cara yang dilakukan itu mengarah pada pertentangan terhadap syariat Islam, maka tentu saja hukumnya adalah haram. Dan itulah yang saat ini banyak terjadi di dalam kehidupan umat Islam. Mereka harus mendatangi orangtua atau orang pintar untuk mencari hari baik, untuk pelaksanaan akad nikah. Orang pintar atau orang tua itulah yang secara tidak langsung, mau atau tidak mau dalam kacamata Islam akan mendapat sebutan sebagai dukun atau paranormal (yang tentu saja diharamkan).</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-804" title="tanggal lahir" src="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/ramalan1.jpg?w=108&#038;h=106" alt="tanggal lahir" width="108" height="106" />Seseorang yang disebut sebagai orang tua atau orang pintar tadi akan menghitung-hitung atau meramalkan hari baik untuk calon pengantin yang biasanya melalui tanggal lahir kedua calon kedua pengantin. Kemudian, si orang tua atau orang pintar akan mengatakan <em>“Pernikahannya harus dilaksanakan pada hari ini atau ini, bulan ini atau bulan ini”</em>. Jika dilaksanakan pada hari atau bulan selain yang telah ditunjukkan oleh orang pintar atau orang tua itu maka akan terjadi musibah pada kedua pengantin atau kepada keluarga pengantin, berupa kematian, rezekinya seret, dan lain-lain. Tentu saja hal ini sangat jelas menggambarkan bentuk kesyirikan.</p>
<p>Lepas dari pembahasan mencari hari baik sebagai bentuk perdukunan (karena telah dibahas pada artikel yang lalu “<a href="http://naunganislami.wordpress.com/2009/05/14/pernikahan-mencari-hari-baik/" target="_blank">Pernikahan: Mencari Hari Baik</a>”), di sini penulis akan sedikit memberikan gambaran bagaimana menentukan hari yang baik, yang tentunya tidak bertentangan dengan syariat Islam, terlebih lagi mengarah kepada perdukunan atau kemusyrikan.</p>
<p>Sebelumnya, penulis kembali mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada dalil yang secara jelas dan detail yang mengatur mengenai hari yang tepat atau hari baik untuk melakukan akad nikah. Dengan demikian, tidak ada pula ajaran untuk mencari hari baik di dalam Islam. Karena, pada dasarnya semua hari itu adalah baik, semuanya telah diciptakan oleh Allah swt. Namun, sebagai umat Islam kita memiliki seorang suri tauladan terbaik yang bisa dijadikan panutan dalam menjalani seluruh aspek kehidupan. Kita memiliki Rasulullah Muhammad saw yang merupakan suri tauladan yang terbaik, <em>Uswatun Hasanah</em> bagi seluruh umat manusia, khususnya bagi umat muslim itu sendiri.</p>
<p>Memang benar bahwa Rasulullah saw juga tidak pernah mengeluarkan sabda yang mengajarkan atau memerintahkan umatnya untuk memilih hari tertentu untuk melaksanakan akad nikah. Namun sebagai suri tauladan yang terbaik, hanya dialah yang patut kita jadikan panutan. Demikian pula mengenai masalah hari baik untuk akad nikah ini, sudah sepatutnyalah kita mengikuti jejak beliau Rasulullah saw. Karena sesuai perintah Allah swt di dalam Al Quran yang memerintahkan kepada kita untuk mengikuti Rasulullah saw, yang merupakan salah satu tanda cinta kepada Allah swt. Allah swt berfirman:</p>
<p><em>“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”</em> (QS. Ali Imraan: 31)</p>
<p>Demikianlah Allah swt memerintahkan umatnya untuk senantiasa mengikuti Rasulullah saw. Berdasarkan firman Allah swt tersebut di atas, maka sudah sepatutnyalah kita mengikuti beliau juga dalam menentukan hari atau waktu untuk akad  nikah.</p>
<p>Dalam hal ini sederhana saja, bahwa Rasulllah saw telah menikahi beberapa dari istri beliau pada bulan yang sama, yaitu jatuh pada bulan Syawal. Dan jika kita menginginkan hari yang baik maka ikutilah jejak beliau, yaitu menikah pada bulan Syawal. Meskipun kita tidak tahu dengan pasti apa hikmah menikah di bulan Syawal yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw, namun Insya Allah itulah jalan terbaik yang diridhai oleh Allah swt. Dan dengan mengikuti jejak Rasulullah  saw ini, yang pasti akan menghindarkan kita dari perkara musyrik.</p>
<p>Anehnya, banyak dari umat muslim itu sendiri yang menganggap bulan Syawal sebagai salah satu bulan yang tidak baik untuk melangsungkan pernikahan. Padahal, Rasulullah saw sendiri pun telah menikah pada bulan Syawal beberapa kali (dengan beberapa istri beliau yang salah satunya adalah Aisyah binti Abu Bakar RA).</p>
<p>Anggapan atau mitos tersebut hingga kini masih terus berkembang di dalam kehidupan umat muslim. Mereka terus melanggengkan anggapan yang tidak ada dalilnya sama sekali di dalam ajaran Islam. Di sini tentu saja mereka telah terjatuh pada perkara yang telah disebutkan di dalam  Al Quran sebagai berikut:</p>
<p><em>“Mereka menjawab: ‘(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.’&#8221;</em> (QS. Asy Syu’araa: 74)</p>
<p><em>“Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,’ mereka menjawab: ‘(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.’ ‘(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?’&#8221;</em> (QS. Al Baqarah: 170)</p>
<p><em>“Apabila dikatakan kepada mereka: ‘Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.’ Mereka menjawab: ‘Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.’ Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?”</em> (QS. Al Maidah: 104)</p>
<p><em>Na’udzubillah!</em> Semoga kita dapat terhindar dari perkara tersebut.</p>
<p>Di sini penulis mengakhiri dengan <em>“wa tawaa shaubilhaq wa tawa shaubishshabri”</em><em>.</em> Marilah ilmu yang sekelumit ini kita aplikasikan mulai dari diri  dan keluarga kita. Mari kita tuntun kelaurga kita menuju Islam yang seutuhnya.</p>
<p>Demikian. Wallahua’lam.</p>
Posted in AKIDAH AKHLAK, FIQIH, OPINI, PERNIKAHAN Tagged: adab, AKIDAH AKHLAK, AQIDAH AKHLAK, etika, FIQIH, ibadah, iman, islam, jihad, KELUARGA, menikah, muslim, nikah, OPINI, PERNIKAHAN, Rumah Tangga, sunnah, tips <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/802/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/802/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/802/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=802&subd=naunganislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/06/nikah-mencari-hari-baik-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/ramalan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">yanggal lahir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/ramalan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tanggal lahir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menidurkan Bayi</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/05/menidurkan-bayi/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/05/menidurkan-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 08:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[KELUARGA]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[balita]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=797</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda menyayangi bayi mungil anda? Jawabannya sudah pasti “Ya”. Setiap orangtua tentunya sangat menyayangi bayi mungil yang merupakan buah cinta yang tidak ternilai harganya. Setiap orangtua pastinya menginginkan yang terbaik bagi bayi mereka dan senantiasa berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi si bayi mungil mereka dalam hal apapun, sebesar apapun.
Seperti yang telah kita ketahui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=797&subd=naunganislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-798" title="lagi bobo" src="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/sleeping.jpg?w=84&#038;h=126" alt="lagi bobo" width="84" height="126" />Apakah anda menyayangi bayi mungil anda? Jawabannya sudah pasti “Ya”. Setiap orangtua tentunya sangat menyayangi bayi mungil yang merupakan buah cinta yang tidak ternilai harganya. Setiap orangtua pastinya menginginkan yang terbaik bagi bayi mereka dan senantiasa berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi si bayi mungil mereka dalam hal apapun, sebesar apapun.<span id="more-797"></span></p>
<p>Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa bayi senantiasa menghabiskan sebagaian besar waktunya hanya untuk makan dan tidur. Yang dimaksud dengan makan di sini tentu saja adalah minum ASI, bukan makan makanan seperti orang dewasa atau anak-anak yang telah mulai dewasa.</p>
<p>Salah satu aktivitas yang senantiasa dilakukan oleh setiap bayi untuk menghabiskan sebagian besar waktu mereka adalah tidur. Tidur merupakan salah satu bagian penting bagi kehidupan setiap bayi. Karena, kualitas dan kuantitas tidur yang baik pada bayi akan memberikan dampak positif pada bayi. Kualitas dan kuantitas tidur yang baik pada bayi dapat mendukung kualitas kesehatan dan proses pertumbuhan si bayi. Untuk itu, tidur harus menjadi salah satu hal yang senantiasa menjadi titik perhatian bagi setiap orangtua.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-799" title="bobo" src="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/bobo.jpg?w=87&#038;h=116" alt="bobo" width="87" height="116" />Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh setiap orangtua manakala hendak menidurkan bayi mereka sehingga si bayi akan tidur dalam keadaan aman dan nyaman. Jika anda memiliki tempat tidur khusus bagi bayi (box), mungkin tidak akan terlalu repot untuk mengatur bagaimana agar si bayi dapat tidur dengan aman. Namun, lain halnya jika bayi anda tidak memiliki tempat tidur khusus bagi bayi. Jika anda hendak menidurkan si bayi di ranjang anda, berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan:</p>
<ul>
<li>Tidurkan bayi pada tempat tidur yang berpermukaan rata/datar.</li>
<li>Tidurkan bayi pada posisi telentang atau miring, kecuali memang ada hal yang tidak membolehkannya untuk tidur dengan posisi tersebut (karena adanya penyakit misalnya).</li>
<li>Buatlah sisi tempat tidur si bayi agar lebih tinggi dari permukaan yang menopang badannya untuk menjaga bayi agar tidak terjatuh saat ia bergerak atau terbangun. Anda juga dapat melakukan penjagaan dengan meletakkan bantal atau guling yang besar di setiap sisi tempat tidur si bayi. Agar lebih aman, gunakan bantal atau guling yang berat.</li>
<li>Jauhkan si bayi yang tengah tidur dari jangkauan anak-anak dan hindarkan benda-benda yang sekiranya dapat menjatuhinya.</li>
<li>Jangan lupa untuk memasang kelambu bayi agar si bayi terhindar dari gigitan-gigitan nyamuk.</li>
<li>Hindarkan si bayi dari asap (asap rokok dan lain-lain) yang dapat menyebabkan infeksi pernafasan pada bayi.</li>
</ul>
<p>Demikian. Semoga bermanfaat.</p>
<p><a href="http://sekeluarga.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=244:menidurkan-bayi&amp;catid=10:seputar-anak&amp;Itemid=11" target="_blank"><em><strong>www.sekeluarga.com</strong></em></a></p>
Posted in KELUARGA Tagged: adab, anak, balita, bayi, etika, istri, KELUARGA, OPINI, Rumah Tangga, suami, tips <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/797/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=797&subd=naunganislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/05/menidurkan-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/sleeping.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lagi bobo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naunganislami.files.wordpress.com/2009/08/bobo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bobo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syukurnya Rasulullah saw</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/05/syukurnya-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/05/syukurnya-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 06:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[TAUSYIAH]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[dalil]]></category>
		<category><![CDATA[DALIL-DALIL]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[fi sabilillah]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[saw]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah saw adalah figur sempurna, suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Budi pekertinya luhur dan akhlaknya mulia. Seorang pemimpin umat yang senantiasa mengajarkan dan menegakkan kebenaran serta keadilan. Beliau adalah panutan terbaik bagi seluruh generasi manusia.
Rasulullah saw adalah manusia pilihan yang telah dijamin kedudukannya di dalam surga. Tanpa beribadah pun sesungguhnya beliau telah memiliki tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=794&subd=naunganislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Rasulullah saw adalah figur sempurna, suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Budi pekertinya luhur dan akhlaknya mulia. Seorang pemimpin umat yang senantiasa mengajarkan dan menegakkan kebenaran serta keadilan. Beliau adalah panutan terbaik bagi seluruh generasi manusia.<span id="more-794"></span></p>
<p>Rasulullah saw adalah manusia pilihan yang telah dijamin kedudukannya di dalam surga. Tanpa beribadah pun sesungguhnya beliau telah memiliki tempat di dalam surga-nya Allah swt. Rasulullah saw telah diampuni dari segala dosa-dosa yang dilakukan pada masa lalu maupun yang akan datang.</p>
<p>Andaipun mau, Rasulullah swt tidak perlu bersusah payah untuk bangun malam  kemudian berdoa dan memohon ampunan Allah swt, tidak perlu beliau menangis-nangis mengharapkan ampunan Allah swt, dan tidak perlu pula beliau bersujud kepada Allah swt berkali-kali dalam sehari, karena ia telah dijamin surga oleh Allah swt. Namun Rasulullah saw tidak melakukan hal yang demikian. Jaminan surga yang diberikan oleh Allah swt kepada Rasulullah saw tidak membuat Rasulullah saw menjadi lupa atau malas. Justru ia memiliki kualitas dan kuantitas ibadah yang sangat jauh lebih baik dan paling sempurna dari seluruh umat manusia.</p>
<p>Rasulullah saw senantiasa beribadah kepada Allah swt dengan ibadah yang paling sempurna. Banyak sekali riwayat yang menceritakan betapa Rasulullah saw adalah seorang Rasulullah yang selalu bersyukur kepad aAllah swt. Jaminan surga yang diberikan oleh Allah swt kepada Rasulullah saw justru membuat beliau semakin giat dalam beribadah, berjihad, berdoa dan beristighfar.</p>
<p>&#8216;Aisyahradhiyallahu &#8216;anha berkata:<br />
&#8220;Rasulullah saw senantiasa berdzikir kepada Allah setiap waktu.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Ibnu Abbas radhiallaahu anhu mengungkapkan: &#8220;Kami pernah menghitung dzikir yang diucapkan Rasulullah saw dalam  satu majlis sebanyak seratus kali:<br />
&#8220;Ya Allah, ampunilah aku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat lagi Maha Pengampun.&#8221; (HR. Abu Daud)</p>
<p>Abu Hurairah radhiallaahu anhu menuturkan: &#8220;Saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda:<br />
&#8220;Demi Allah, sesungguhya aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Ibnu Umar radhiallaahu anhu berkata: &#8220;Kami pernah menghitung dzikir yang diucapkan Rasulullah saw dalam satu majlis sebanyak seratus kali:<br />
&#8220;Ya Allah, ampunilah aku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat lagi Maha Pengampun.&#8221; (HR. At-Tirmidzi)</p>
<p>Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiyallahu &#8216;anha mengungkapkan kepada kita sebuah doa yang sering diucapkan Rasulullah saw bila berada di sisinya, sebagai berikut:<br />
&#8220;Ya Allah, Yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.&#8221; (HR. At-Tirmidzi)</p>
<p>Suatu ketika Abu Dzar Al Ghiffari melihat Rasulullah saw shalat malam. Ia pun segera bermakmum padanya. Pada rakaat pertama, Rasulullah saw membaca QS. Al Baqarah dari awal. Rasulullah saw  terus membacanya sampai ratusan ayat.</p>
<p>&#8220;Mungkin beliau akan sujud pada ayat yang kedua ratus,&#8221; demikian pikir Abu Dzar. Ketika tiba di ayat 200 dan ada jeda, Abu Dzar bersiap untuk ruku. Namun, ternyata Rasulullah saw meneruskan bacaannya.</p>
<p>Maka Abu Dzar membatalkan ruku-nya. &#8220;Mungkin beliau akan ruku setelah Al Baqarah ini selesai,&#8221; demikian pikir Abu Dzar berikutnya. Maka setelah QS Al Baqarah selesai dibaca (286 ayat), Abu Dzar kembali bersiap untuk ruku. Ternyata, Rasulullah saw masih meneruskan membaca QS. Ali Imran.</p>
<p>Maka Abu Dzar membatalkan ruku-nya. &#8220;Mungkin beliau akan ruku setelah selesai membaca QS. Ali Imran,&#8221; pikir Abu Dzar kembali. Maka ketika Rasulullah saw selesai membaca QS. Ali Imran (200 ayat), Abu Dzar kembali bersiap untuk ruku. Ternyata, Rasulullah saw meneruskan membaca QS. An Nisaa&#8217;.</p>
<p>Akhirnya setelah QS. An Nisaa&#8217; selesai dibaca (176 ayat), Rasulullah saw bertakbir lalu ruku. Maka Abu Dzar mengikutinya. &#8220;Dan ruku-nya beliau  hampir sama lamanya dengan berdirinya,&#8221; ungkap Abu Dzar. Pada saat berdiri di rakaat pertama tersebut Rasulullah saw membaca 762 ayat.</p>
<p>Subanallah! Sungguh luar biasa Rasulullah saw dalam beribadah. Bahkan kaki Rasulullah saw pun pernah sampai bengkak-bengkak hanya karena beliau telah mengerjakan sholat dengan bacaan surat yang sangat panjang. Secara logika, sebenranya Rasulullah saw tidak perlu melakukan hal itu. Karena tanpa beribadah sampai sedemikian rupa pun Rasulullah saw telah dijamin oleh surga oleh Allah swt. Namun begitulah bentuk rasa syukur Rasulullah saw kepada Allah swt atas nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya. Dengan cara itu pulalah Rasulullah saw telah mengajarkan kepada umat manusia mengenai bagaimana seharusnya mereka bersyukur dan beribadah kepada Allah swt.</p>
<p>Rasulullah saw adalah manusia pilihan yang telah dijamin dengan surga oleh Allah swt, namun hal itu tidak membuat Rasulullah saw menjadi pemalas atau berpangku tangan dari beribadah, berjihad, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah swt. Itulah bentuk rasa syukur yang sebenarnya.</p>
<p>Hal ini hendaknya menjadi pelajaran yang dapat senantiasa diaplikasikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Jika Rasulullah saw yang telah dijamin dengan surga saja masih mau beribadah dengan ibadah yang terbaik, lalu bagaimana dengan kita yang sudah pasti akan merasakan panas dan pedihnya siksa neraka kelak? Bagaimana cara, kuantitas, dan kualitas ibadah kita kepada Allah swt? Bagaimana cara, kuantitas, dan kualitas jihad, doa, dan istighfar kita kepada Allah swt?</p>
<p><a href="http://www.syahadat.com/component/content/article/1298-syukurnya-rasulullah-saw" target="_blank"><em><strong>www.syahadat.com</strong></em></a></p>
Posted in AKIDAH AKHLAK, TAUSYIAH Tagged: adab, AKIDAH AKHLAK, AQIDAH AKHLAK, dalil, DALIL-DALIL, etika, fi sabilillah, hadist, ibadah, iman, islam, jihad, muhammad, muslim, nabi, OPINI, Rasul, rasulullah, saw, sholat, sunnah, tips, ukhuwah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/794/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=794&subd=naunganislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/05/syukurnya-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tolong-menolong dalam Islam</title>
		<link>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/04/tolong-menolong-dalam-islam/</link>
		<comments>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/04/tolong-menolong-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 08:34:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurdiyon</dc:creator>
				<category><![CDATA[AKIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[DALIL-DALIL]]></category>
		<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[TAUSYIAH]]></category>
		<category><![CDATA[adab]]></category>
		<category><![CDATA[AQIDAH AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://naunganislami.wordpress.com/?p=791</guid>
		<description><![CDATA[Sekali lagi di sini penulis mengatakan bahwa Islam adalah dien yang rahmatan lil’alamin, yaitu rahmat bagi semesta alam. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa Islam merupakan agama yang sarat akan manfaat dan maslahat baik bagi individu maupun sosial. Islam adalah dien yang senantiasa mengajarkan untuk memberikan manfaat dan maslahat kepada sesama manusia maupun sesama ciptaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=791&subd=naunganislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sekali lagi di sini penulis mengatakan bahwa Islam adalah dien yang rahmatan lil’alamin, yaitu rahmat bagi semesta alam. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa Islam merupakan agama yang sarat akan manfaat dan maslahat baik bagi individu maupun sosial. Islam adalah dien yang senantiasa mengajarkan untuk memberikan manfaat dan maslahat kepada sesama manusia maupun sesama ciptaan Allah swt.<span id="more-791"></span></p>
<p>Tolong-menolong memang telah menjadi satu bagian yang tidak dapat di hilangkan dari ajaran Islam. Islam mewajibkan umatnya untuk saling menolong satu dengan yang lain. Segala bentuk perbedaan yang mewarnai keidupan manusia merupakan salah satu isyarat kepada umat manusia agar saling membantu satu sama lain sesuai dengan ketetapan Islam.</p>
<p>Islam memang telah mewajibkan kepada umatnya untuk saling menolong satu sama lainnya. Namun demikian, Islam pun memberikan batasan terhadap apa yang telah diajarkannya tersebut. Dien Islam merupakan sebuah ajaran Robbani yang berisikan hukum-hukum dan aturan-aturan. Maka apa yang telah diajarkan di dalam Islam pun tidak dapat dilakukan dengan semaunya sendiri, melainkan ada petunjuk atau yang di dalam istilah kesehatan biasa kita temukan, <em>“Baca aturan pakai”</em>.</p>
<p>Untuk itu, hendaknya umat Islam juga harus mengerti benar mengenai tolong-menolong yang diajarkan di dalam Islam tersebut. Aturan pakai untuk menggunakan atau menjalankan ajaran untuk saling tolong-menolong ini tentu saja hanya terdapat di dalam Al Quran dan Hadits, karena Islam adalah dien yang sumber utama ajarannya adalah Al Quran dan Hadits.</p>
<p>Aturan pakai yang untuk melaksanakan ajaran saling tolong-menolong yang terdapat di dalam Al Quran di antaranya adalah sebagai berikut:</p>
<p><em>“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” </em>(QS. Al-&#8217;Ashr: 1-3)</p>
<p><em>&#8220;Dan tolong-menolong engkau semua atas kebaikan dan ketaqwaan.&#8221;</em> (QS. Al-Maidah: 2)</p>
<p>Selain itu, Islam juga kembali memberikan keterangan tambahan untuk dapat menjalankan perintah saling tolong-menolong tersebut dengan benar yang terdapat di dalam hadits Rasulullah saw sebagai berikut:<br />
Dari Abdur Rahman bin Zaid bin Khalid al-Juhani ra., katanya: &#8221; Rasulullah saw bersabda: <em>&#8220;Barangsiapa yang memberikan persiapan &#8211; bekal &#8211; untuk seseorang yang berperang fisabilillah, maka dianggaplah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang &#8211; yakni sama pahalanya dengan orang yang ikut berperang itu. Dan barangsiapa yang meninggalkan kepada keluarga orang yang berperang &#8211; fi-sabilillah &#8211; berupa suatu kebaikan- apa-apa yang dibutuhkan untuk kehidupan keluarganya itu, maka dianggap pulalah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang.&#8221;</em> (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Dari Abu Said al-Khudri ra. bahwasanya Rasulullah saw mengirimkan suatu pasukan sebagai utusan untuk memerangi Bani Lihyan dari suku Hudzail, lalu beliau bersabda: <em>&#8220;Hendaklah dari setiap dua orang berangkat salah seorang saja dari keduanya itu &#8211; maksudnya setiap golongan supaya mengirim jumlah separuhnya, sedang separuhnya yang tidak ikut berangkat adalah yang menjamin kehidupan keluarga dari orang yang ikut berangkat berperang itu, dan pahalanya adalah antara keduanya &#8211; artinya pahalanya sama antara yang berangkat dengan yang menjamin keluarga yang berangkat tadi.&#8221; </em>(HR. Muslim)</p>
<p>Dari Ibnu Abbas radhiallahu &#8216;anhuma bahwasanya Rasulullah saw bertemu dengan sekelompok orang yang berkendaraan di Rawha&#8217; &#8211; sebuah tempat di dekat Madinah, lalu beliau bertanya <em>&#8220;Siapakah kaum ini?&#8221;</em> Mereka menjawab: <em>&#8220;Kita kaum Muslimin.&#8221;</em>.</p>
<p>Kemudian mereka bertanya: <em>&#8220;Siapakah Tuan?&#8221;</em> Beliau menjawab: <em>&#8220;Saya Rasulullah.&#8221;</em> Kemudian ada seorang wanita yang mengangkat seorang anak kecil di hadapan beliau lalu bertanya: <em>&#8220;Adakah anak ini perlu beribadat haji?&#8221;</em> Beliau menjawab: <em>&#8220;Ya dan untukmu &#8211; wanita itu &#8211; juga ada pahalanya.&#8221;</em> (HR. Muslim)</p>
<p>Dari Abu Musa al-Asy&#8217;ari ra. dari Rasulullah saw bahwasanya beliau bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Juru simpan yang Muslim dan dapat dipercaya yang dapat melangsungkan apa yang diperintahkan padanya, kemudian memberikan harta yang disimpannya dengan lengkap dan cukup, juga memberikannya itu dengan hati yang baik &#8211; tidak kesal atau iri hati pada orang yang diberi, selanjutnya menyampaikan harta itu kepada apa yang diperintah padanya, maka dicatatlah ia &#8211; juru simpan tersebut &#8211; sebagai salah seorang dari dua orang yang bersedekah &#8211; juru simpan dan pemiliknya.&#8221;</em> (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Dalam riwayat lain disebutkan:</p>
<p><em>&#8220;Yang memberikan untuk apa saja yang ia diperintahkan.&#8221;</em> Para ulama lafaz almutashaddiqain dengan fathah qaf serta nun kasrah, karena tatsniyah atau sebaliknya &#8211; kasrahnya qaf serta fathahnya nun, karena jamak. Keduanya shahih.</p>
<p>Islam adalah ajaran yang bernilai Robbaniyah, yang di dalamnya terkandung hukum-hukum dan aturan-aturan untuk kemaslahatan umat manusia. Untuk itu, dalam mengaplikasikan ajaran-ajaran Islam pun tidak dapat dilakukan dengan seenaknya saja, melainkan harus mengerti benar mengenai aturan-aturannya atau aturan pakainya. Untuk perintah saling tolong-menolong tersebut, Allah swt juga telah memberikan standar aturan pakai yang harus diikuti dengan baik dan benar. Barang siapa mencoba untuk menjalankan di luar aturan pakai yang telah ditetapkan itu, maka bersiaplah untuk tidak mendapatkan hasil apa-apa dari apa yang telah dilakukannya. Atau bahkan, bersiaplah untuk over dosis karena telah menjalankan sesuatu di luar takarannya. Aturan pakai standar yang dapat kita tarik dari Al Quran dan Al Hadits di atas kurang lebih adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote><p><em>“Saling tolong menolong hanya dapat dilakukan di atas rel-rel kebenaran, yakni tetap dalam ketaatan, keimanan dan keislaman. Kemudian, saling tolong-menolong juga harus dilakukan dengan penuh kesabaran sebagai bentuk bakti atau ibadah kepada Allah swt, melaksanakan perintah Allah swt dan meninggalkan segala bentuk larangan-Nya.”</em></p></blockquote>
<p>Itulah beberapa poin yang menjadi aturan pakai dalam mengaplikasikan tolong-menolong menurut ajaran Islam, yang intinya adalah bahwa tolong-menolong hanya boleh dilakukan dalam rangka untuk mencapai  maslahat dan ridho Allah swt semata. Barang siapa melakukan tolong-menolong di luar itu, maka bersiaplah untuk tidak mendapatkan balasan apapun dari Allah swt atas apa yang telah diusahakannya. Atau bahkan bersiaplah untuk mendapat murka Allah swt karena melakukan tolong-menolong di luar aturan pakai yang telah ditetapkan, misalnya tolong-menolong dalam kemaksiatan, tolong-menolong dalam perkara yang dapat merusak keislaman atau keimanan, tolong-menolong dalam melanggar aturan-aturan Allah swt dan lain sebagainya.</p>
<p>Islam adalah ajaran yang rahmatan lil’alamin. Oleh karena itu, Islam mengajarkan saling tolong-menolong dalam rangka untuk mencapai  maslahat dan ridha Allah swt, bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah swt.</p>
<p><a href="http://www.syahadat.com/islam/aqidah-dan-akhlak/1290-tolong-menolong-dalam-islam" target="_blank"><em><strong>www.syahadat.com</strong></em></a></p>
Posted in AKIDAH AKHLAK, DALIL-DALIL, OPINI, TAUSYIAH Tagged: adab, AKIDAH AKHLAK, AQIDAH AKHLAK, DALIL-DALIL, etika, ibadah, iman, islam, jihad, muslim, OPINI, sunnah, tips, ukhuwah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/naunganislami.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/naunganislami.wordpress.com/791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/naunganislami.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/naunganislami.wordpress.com/791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/naunganislami.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/naunganislami.wordpress.com/791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/naunganislami.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/naunganislami.wordpress.com/791/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/naunganislami.wordpress.com/791/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/naunganislami.wordpress.com/791/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=naunganislami.wordpress.com&blog=7485557&post=791&subd=naunganislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://naunganislami.wordpress.com/2009/08/04/tolong-menolong-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d4f54813c4d15986657a04c2bb56e0b5?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nurdiyon</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>