Pemimpin dalam Islam

Pemimpin adalah salah satu elemen yang sangat penting dalam segala aspek kehidupan. Karena pemimpin memiliki peranan yang sangat vital dalam rangka untuk mencapai satu tujuan. Selain itu, seorang pemimpin juga memiliki andil yang sangat besar bahkan utama dalam mengarahkan pencapaian suatu tujuan melalui jalur-jalur yang diridhai oleh Allah swt. Baca entri selengkapnya »

Keutamaan Sholat Shubuh Dan Ashar

Dari Abu Musa r.a. bahwasanya Rasulullah saw

bersabda:

“Barangsiapa yang mengerjakan sholat bardain – yakni sholat Subuh dan sholat Asar, maka ia akan masuk syurga.” (Muttafaq ‘alaih) Baca entri selengkapnya »

Seperti Apakah Rasulullah saw?

Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallah ‘anhu menuturkan:
“Rasulullah saw adalah seorang yang sangat tampan wajahnya, sangat luhur budi pekertinya, beliau tidak terlalu jangkung dan tidak pula terlalu pendek.” (HR. Al-Bukhari) Baca entri selengkapnya »

Syukurnya Rasulullah saw

Rasulullah saw adalah figur sempurna, suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Budi pekertinya luhur dan akhlaknya mulia. Seorang pemimpin umat yang senantiasa mengajarkan dan menegakkan kebenaran serta keadilan. Beliau adalah panutan terbaik bagi seluruh generasi manusia. Baca entri selengkapnya »

Sholat Khauf (Takut)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. melakukan Shalat  khauf dengan salah satu kelompok sebanyak satu rakaat, dan kelompok yang lain (tidak ikut Shalat ) bersiaga menghadap musuh. Kemudian mereka (yang belum Shalat ) beralih menempati tempat teman-temannya (yang telah menyelesaikan Shalat  satu rakaat bersama Rasulullah saw. dan satu rakaat mereka selesaikan masing-masing), gantian mereka yang menghadap musuh. Lalu mereka (yang belum Shalat ) datang untuk Shalat  bersama Nabi saw. satu rakaat, kemudian Nabi saw. mengakhiri Shalat nya dengan salam. Kemudian mereka (yang baru Shalat  satu rakaat) menyelesaikan satu rakaat lagi. (Shahih Muslim No.1385) Baca entri selengkapnya »

Makanan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam

Meja makan dan piring silih berganti dipajang di rumah para pembesar kaum dan para penguasa. Lain halnya dengan Nabi umat ini, padahal negara beserta rakyatnya di bawah kekuasaan beliau. Unta yang penuh dengan muatan tiada henti-hentinya datang kepada beliau. Emas dan perak selalu terhampar di hadapan beliau. Tahukah kamu makanan dan minuman beliau? Apakah seperti hidangan para raja? Atau lebih mewah dari itu? Ataukah seperti hidangan orang-orang kaya dan bergelimang harta? atau lebih lengkap dan lebih komplit? janganlah terkejut melihat hidangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sederhana lagi memprihatinkan. Anas bin Malik mengungkapkan kepada kita sebagai berikut: “Rasulullah tidak pernah makan siang dan makan malam dengan daging beserta roti kecuali bila menjamu para tamu.” (HR. At-Tirmidzi) Baca entri selengkapnya »

Keranian dan Ketabahan Rasulullah saw

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai keberanian yang mengagumkan dan tiada tandingannya dalam membela agama dan menegakkan kalimatullah Ta’ala. Beliau mempergunakan nikmat-nikmat Allah Ta’ala yang dicurahkan atas beliau pada tempat yang semestinya. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah mengungkapkan hal itu dalam sebuah hadits: Baca entri selengkapnya »

Zuhud dan Kelembutan Hati

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah bersabda: Tiga perkara yang akan mengiringi mayit, yang dua akan kembali dan yang satu akan menetap. Ia akan diiringi oleh keluarganya, hartanya dan amal perbuatannya. Keluarga dan hartanya akan kembali dan tinggallah amal perbuatannya. (Shahih Muslim No.5260)

Baca entri selengkapnya »

Ketika Rasulullah saw Berbicara

Uswatun hasanah

Uswatun hasanah

Tutur kata adalah senjata yang utama bagi setiap kader dakwah. Karena melalui tutur kata tersebutlah, kalimat-kalimat dakwah banyak terlontar dan menyentuh hati umat. Tutur kata sangat menentukan penilaian dan bentuk respon yang akan diberikan oleh pendengar atau target dakwah. Baca entri selengkapnya »

KEMATIAN NABI ADAM AS

Dari Uttiy bin Dhamurah As-Sa’di berkata, “Aku melihat seorang Syaikh di Madinah sedang berbicara. Lalu aku bertanya tentangnya.” Mereka menjawab, “Itu adalah Ubay bin Kaab.” Ubay berkata, “Ketika maut datang menjemput Adam, dia berkata kepada anak-anaknya, ‘Wahai anak-anakku, aku ingin makan buah Surga.” Lalu anak-anaknya pergi mencari untuknya. Mereka disambut oleh para Malaikat yang telah membawa kafan Adam dan wewangiannya. Mereka juga membawa kapak, sekop, dan cangkul. Para Malaikat bertanya, “Wahai anak-anak Adam, apa yang kalian cari? Atau apa yang kalian mau? Dan ke mana kalian pergi?” Mereka menjawab, “Bapak kami sakit, dia ingin makan buah dari Surga.” Para Malaikat menjawab, “Pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian telah tiba.” Lalu para Malaikat datang. Hawa melihat dan mengenali mereka, maka dia berlindung kepada Adam. Adam berkata kepada Hawa, “Menjauhlah dariku. Aku pernah melakukan kesalahan karenamu. Biarkan aku dengan Malaikat Tuhanku Tabaraka wa Taala.” Lalu para Malaikat mencabut nyawanya, memandikannya, mengkafaninya, memberinya wewangian, menyiapkan kuburnya dengan membuat liang lahat di kuburnya, menshalatinya. Mereka masuk ke kuburnya dan meletakkan Adam di dalamnya, lalu mereka meletakkan bata di atasnya. Kemudian mereka keluar dari kubur, mereka menimbunnya dengan batu. Lalu mereka berkata, “Wahai Bani Adam, ini adalah sunnah kalian.”

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam Zawaidul Musnad, 5/136

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.