Dibalik Sholat Sunnah Fajar

Allah swt adalah Zat yang Maha Kaya lagi Maha Pemberi, Maha Pemurah lagi Maha Adil. Begitu banyak nikmat dan pahala yang telah Allah swt berikan dan janjikan kepada umat-Nnya yang taat kepada-Nya. Setiap perintah ibadah yang diserukan kepada manusia, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri. Setiap perintah ibadah memiliki nikmat dan pahala yang begitu besar, yang telah dijanjikan oleh Allah swt. Setiap perintah ibadah merupakan ladang nikmat dan pahala bagi umat manusia. Jangankan pada ibadah yang wajib, ibadah yang sunnah pun banyak sekali yang di dalamnya telah Allah swt tempatkan nikmat dan pahala yang sangat besar, yang dapat dipetik hanya oleh orang-orang yang taat dan ikhlas menjalankan ibadah tersebut.

Sholat sunnah fajar adalah salah satu contoh ibadah sunnah yang memiliki ganjaran yang sangat besar bagi yang melakukan dan mengistiqomahkannya. Memang, sholat fajar ini merupakan salah satu sholat sunnah yang jarang sekali diamalkan oleh umat muslim, meskipun hanya dilakukan dalam dua rakaat yang ringan. Faktor penyebabnya hanya satu, karena mereka harus bangun lebih pagi. Dan kenyataannya, sangat sedikit sekali umat muslim yang memang sanggup untuk bangun di pagi buta. Hal ini dapat dilihat dari jumlah jamaah sholat shubuh yang hadir disetiap masjid dan musholah. Untuk musholah, dapat penuh sampai satu shaf saja sudah Alhamdulillah.

Seandainya setiap umat muslim benar-benar mengerti dan memahami ganjaran apa yang ada dibalik sholat sunnah dua rakaat sebelum fajar tersebut, niscaya mereka akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya.

Aisyah RA meriwayatkan dari Nabi SAW, Beliau bersabda : “Dua rakaat (sebelum) fajar (shalat subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Merujuk pada sabda Rasulullah saw diatas, dapatkah kita bayangkan sebesar apa atau seperti apakah sebenarnya nilai dari sholat sunnah dua rakaat sebelum fajar tersebut? Subhanallah, sungguh Allah Maha Kaya lagi Maha Pemurah.

Begitu besarnya keutamaan dan balasan pahala yang dijanjikan Allah swt bagi orang-orang yang selalu mengistiqomahkan sholat sunnah dua rakaat sebelum fajar, hingga Rasulullah saw pun sangat menjaga sholat sunnah tersebut daripada sholat sunnah yang lainnya. Dan logikanya, kalau Rasulullah saw saja yang sudah dijamin dengan surga masih sangat menjaga sholat sunnah tersebut, lalu apa yang menyebabkan umat muslim pengikut Rasulullah saw yang pastinya tidak pernah lepas dari salah dan dosa tidak mau berjuang untuk mengistiqomahkannya juga? Harusnya, umat muslim dapat menjaga sholat tersebut dengan usaha yang jauh lebih keras.

Ummul Mukminin, Aisyah RA berkata, “Rasulullah SAW sangat menjaga shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh bila dibandingkan dengan shalat sunnah lainnya.”

Sholat sunnah dua rakaat sebelum shubuh atau sholat sunnah fajar, atau yang lebih dikenal dengan sebutan sholat sunnah qobliyah shubuh memang bukanlah salah satu ibadah yang diwajibkan, namun sholat sunnah ini merupakan salah satu ibadah yang sangat di anjurkan atau yang biasa disebut dengan sunnah muakkad. Sholat sunnah ini dikerjakan sebelum waktu fajar dengan jumlah rakaat yang ringan. Sholat sunnah ini hanya terdiri atas dua rakaat yang dapat dilakukan dengan mudah dan tidak perlu berlama-lama. Karena di dalam sebuah riwayat pun telah dikatakan bahwa Rasulullah saw telah mengerjakan sholat sunnah fajar dengan cepat, sehingga para sahabat mengira bahwa beliau tidak membaca surat Al Fatihah.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama setelah membaca Al Fatihah, dan membaca surat Al Ikhlas pada rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah.

Meskipun dapat dilakukan dengan mudah dan ringan, namun begitu banyak umat muslim yang tidak mau, tidak pernah mengerjakan atau jarang sekali mengerjakan sholat sunnah fajar tersebut. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah karena ketidak tahuan mereka atas keutamaan dan keistimewaan sholat sunnah fajar tersebut, malas karena harus dikerjakan di pagi buta, sering bangun kesiangan, malas, dan lain-lain.

Selain membaca Al Quran dan berdzikir, ada hal lain pula yang dapat dan boleh dilakukan oleh seorang mukmin setelah selesai mengerjakan sholat sunnah fajar. Kita diperbolehkan berbaring di atas lambung kanan seraya menunggu datangnya iqomah. Hal ini sebagaimana di sabdakan oleh Rasulullah saw yang artinya:

Aisyah RA berkata : “Nabi SAW apabila selesai melaksanakan dua rakaat shalat sunnah fajar berbaring dengan bersandarankan lambung kanan”.

Begitu besarnya Allah swt telah memberikan pahala dan nilai pada sholat sunnah dua rakaat sebelum fajar, tapi begitu banyak pula manusia yang mengabaikan dan meninggalkannya. Masih saja manusia berlomba-lomba untuk menghabiskan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mengejar dunia hingga mereka tak sanggup lagi membuka mata untuk melakukan sholat sunnah fajar yang ringan tersebut. Mereka tak sanggup lagi untuk mengangkat kakinya menuju tempat wudhu untuk melaksanakan sholat sunnah yang penuh dengan keutamaan tersebut, yang Rasulullah saw sangat menjaganya.

Bukankah Rasulullah saw telah memberikan rahasia besar yang sangat menguntungkan bagi kita? Satu ibadah yang ringan dan mudah, namun dengan nilai dan pahala yang melebihi dunia dan isinya. Subhanallah. Semoga Allah swt senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk senantiasa mengistiqomahkan sholat sunnah fajar dengan penuh keikhlasan. Amin.

www.syahadat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: