itu hanyalah hujan…

Pekat mendung menyekap rembulan
Hantarkan malam semakin padam
Ketika sang muadzin alunkan panggilan
Berdamping dengan turunnya air mata alam
Ini adalah seruan adzan yang kan menutup sholat fardhu,
hari ini
Aku harus pergi
Acuhkan derasnya cucuran ini

Rupanya, hujan terus menjadi-jadi
Seolah menantang jiwa-jiwa Robbani

Tapi ini hanyalah tangisan alam
Bukan peluru perang
Bukan sabetan pedang
Bukan pula serangan bom yang kan merenggut nyawa,
seperti di tanah Palestina

Kuraih seonggok payung tua
Yang lama melamun disudut gudang selama masa kemarau
Kuserukan dalam lisan dan kuhujamkan bersama langkah…
“Bismillah…!”

Bergegas kusambut
Ringankan langkah sebelum jamaah terluput
Sempurnakan wudhu dan segera berturut
Rapatkan shaf dan satukan gerak dalam rukuk dan sujud

www.lingkarcahaya.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: