Menghitung Waktu (azam seorang lajang)

08 Februari 2008. waktu mulai menghangat ketika senja perlahan turun, dan menyapa.
ketika ku berada di sebuah ruang, diantara dua hembusan jiwa yang masih bernyawa.
dan aku adalah urutan nyawa yang ketiga.
mereka bertanya dalam canda: “kapan nih melengkapi setengah dien?”
ku jawab: “yang tua-an dulu lah”
salah satu dari mereka menyambut: “tapi, klo diliat-liat, kayanya ente yang duluan deh”
ku jawab: “amin”
yang ketiga dari kami menyambut: “udah jujur aja…..kapan neeeh?”
ku jawab dengan tawa: “tenang aja, ga lama lagi ko”
mereka berkata: “waaah…kapan tuh?”
lagi-lagi kujawab dengan tawa: insyaAllah 800 hari lg deh
mereka berkata satu sama lain: “catet tuh, 800 hari dari sekarang”

diantara nuansa canda dan tawa, jawaban “800 hari lagi” telah kuniatkan dan ku cetuskan dengan


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيم


nggak berharap muluk-muluk, namun berharap dengan tulus melalui doa dan mengejarnya melalui jalan yang di ridhoi-Nya. semoga dengan ini, 800 hari nanti ku kan mendapatkannya.

Aamiin.


Subhanallah… Allah swt telah memberikan pertolongan

si lajang menikah dalam jangka waktu kurang lebih 394 hari

“Allah swt akan menolong hamba-Nya yang berjuang dan yakin di jalan-Nya”

www.lingkarcahaya.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: