Keangkuhan

Setangguh logam membaja
Tak beriak apalagi berombak
Tak geser digempa menimpa
Tak hanyut ditengah bah tak surut
Tak hangus dilalap si jago merah membara
Tak lebur dihujam si paku bumi
Seperti tiada batasan hidup
Kala hati mulai tertutup
Kesombongan tak terasa direguk
Keangkuhan tak kuasa untuk diluput

Bongkahan apa yang bersarang di dada,
Yang menutup mata
Dari segala kebaikan di depan mata

Mata apa di dalam dada dan di depan muka,
Yang tiada terbuka kecuali pada keburukan saja

Keangkuhan ini sungguh licik
Dibalik kelembutan yang menipu belaka
Kesombongan ini sungguh agresif
Yang berhasrat pada segala kelebihan dunia
Arogan ini sangatlah buta
Menilai semua sebelah mata

Sesal apa yang mengiris rasa?
Duka apa yang menampak di mata?
Saat berpaling lupa segalanya
Sedetik terlupa dan kembalilah angkuhnya

Oh keangkuhan yang naif
Engkau menipu segala yang arif
Topeng kelemahan seorang insan
Mahkota iblis di lembah hitam

Oh kesombonganku,
Sungguh,
Engkau tak lebih baik dari dua ekor kodok buduk
Yang memotong langkah kembaliku
Dari masjid di shubuh tadi

Dua ekor kodok buduk
Yang tak menipu di balik kedok lembut
Dua ekor kodok buduk
Tak pernah sembunyikan wajahnya yang buruk

Oh kesombonganku,
Keangkuhanku,
Ternyata tak lebih baik dari dua ekor kodok buduk

www.lingkarcahaya.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: