Keluarga Yang Saling Mendukung

Di masa yang serba kompleks dan semakin kompleks ini, menciptakan sebuah  keluarga yang dapat saling mendukung antar anggotanya bukanlah satu hal yang mudah. Karena, masing-masing anggota keluarga biasanya memiliki permasalahan masing-masing yang semakin kompleks pula. Permasalahan-permasalahan itulah yang akhirnya membuat mereka melupakan salah satu fungsi dari sebuah keluarga, yaitu sebagai media untuk saling mendukung dan menguatkan.

Adanya sebuah keluarga adalah untuk saling mendukung antara suami dan istri, ayah dan anak, ibu dan anak, adik dan kakak,  dan seterusnya. Kalau di dalam sebuah keluarga tidak ada sikap saling mendukung antara anggota keluarga yang satu dengan anggota keluarga yang lain, maka itulah selemah-lemahnya bangunan keluarga.

Tanpa adanya sikap saling mendukung yang tertanam dengan kuat di dalam sebuah keluarga, maka sama artinya dengan membangun sebuah bangungan namun kemudian membiarkannya rapuh, remuk, dan hancur perlahan-lahan, yang kemudian akan menghancurkan seluruh bangunan yang ada,  yang telah berdiri dengan kokoh.

Tidak ada seorang manusiapun di dunia ini yang tidak akan mengalami permasalahan, meski sekecil apapun permasalahan tersebut. Maka tidak ada seorang anggota keluarga pun yang akan terbebas pula dari permasalahan hidup, meskipun ia seorang anak yang masih balita. Yang membedakan hanyalah besarnya tingkat permasalahan tersebut, semakin bertambah usia dan ilmu seseorang maka semakin bertambah pula tingkat kesulitan permasalahan yang harus ia hadapi. Untuk itulah, sikap saling mendukung ini mutlak diperlukan dalam kehidupan keluarga.

Dukungan dari setiap anggota keluarga merupakan kontribusi yang sangat bermakna bagi anggota keluarga yang tengah mengalami atau menghadapi satu permasalahan. Meskipun dukungan itu tidak selamanya dalam bentuk solusi untuk permasalahan yang tengah dihadapi, namun minimal dapat menjadi satu motivasi yang akan menyemangati. Dengan semangat dari keluarga itulah, maka permasalahan dapat dihadapi dengan kepala dingin, bukan dengan emosi, gelap mata, atau putus asa.

Berikut kami sajikan beberapa langkah untuk dapat menguatkan sikap saling mendukung antar anggota keluarga:

Keluarga bukan tempat bersaing

Tidak ada istilah persaingan di dalam sebuah keluarga. Anggota keluarga yang satu dengan anggota keluarga yang lain adalah saling melengkapi, saling mengisi dan saling menjaga.

Rasa ingin menjadi yang terbaik atau terlihat sebagai yang terbaik di dalam sebuah keluarga akan menimbulkan kebencian, baik kebencian dalam diri sendiri manakala ia merasa bahwa anggota keluarga yang lain ternyata memang lebih baik dari dirinya, atau kebencian pada anggota keluarga yang lain karena sifat kita yang sok jadi yang terbaik, sok tau, atau cari-cari muka di lingkungan keluarga.

Hilangkan segala bentuk persaingan yang akan saling menjatuhkan atau merendahkan di dalam lingkungan keluarga.

Kompak

Kerjasama dan kompak, itulah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi terbentuknya sebuah keluarga yang saling mendukung antara anggota keluarga yang atu dengan anggota keluarga yang lain.

Dengan kerjasama dan kekompakan, maka permasalahan-permasalahan akan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan lebih mudah, sehingga tidak ada salah satu anggota keluarga yang akan terpuruk atau perpecahan sebuah keluarga.

Saling membantu

Saling membantu adalah salah satu kunci sukses yang tidak dapat dipungkiri lagi dari setiap hubungan antar manusia. Unsur inilah yang memiliki peranan untuk menyatukan kekuatan, menyatukan pikiran, dan menyatukan perasaan.

Adanya sikap saling membantu di dalam sebuah keluarga, maka ikatan antar anggota keluarga yang satu dengan anggota keluarga yang lain akan semakin kuat, karena adanya anggota keluarga yang satu merupakan salah satu sumber bantuan bagi anggota keluarga yang lain. Dengan menanamkan sikap ini, maka akan timbullah rasa saling membutuhkan antara masing-masing anggota keluarga.

Minta maaf dan memaafkan

“Saling menyadari”, hendaknya sikap ini juga semaksimal mungkin ditanamkan dan dipertahankan dengan sebaik-sebaiknya di dalam lingkungan keluarga. Karena dengan sikap “saling menyadari” inilah maka setiap anggota keluarga akan senantiasa menyadari kesalahannya, dan meminta maaf atas kesalahannya dengan mudah, tanpa merasa terbebani. Sebaliknya, dengan sikap “saling menyadari” maka anggota keluarga yang dimintai maaf pun akan dengan senang hati memaafkannya.

Dengan menanamkan sikap “saling menyadari”, setiap anggota keluarga akan mengerti dan menyadari bahwa tidak ada manusia yang akan luput dari kesalahan. Oleh karena itu, “sikap untuk meminta maaf dan memaafkan” pun dapat diterapkan dengan lebih mudah.

Saling terbuka

Saling terbuka adalah salah satu unsur yang harus ada di dalam pembinaan suatu keluarga. Tanpa adanya keterbukaan antar setiap anggota keluarga, maka sikap saling membantu, kekompakan, serta kebiasaan meminta maaf dan saling memaafkan tidak akan terwujud. Karena, tidak adanya sikap saling terbuka akan menyembunyikan permasalahan yang ada, sehingga permasalahan tersebut tidak akan dapat dipecahkan secara bersama-sama. Dan tidak adanya sikap saling terbuka antar anggota keluarga pun akan menyembunyikan kesalahan salah satu pihak. Tidak akan ada pihak-pihak yang akan menyadari kesalahannya manakala ia melakukan kesalahan secara tidak sengaja.

Dengan adanya sikap terbuka antar anggota keluarga, maka banyak permasalahan yang dapat diperkirakan dan akhirnya juga dapat di cegah atau diminimalisir efek negatifnya.

Keterbukaan akan menimbulkan sikap saling percaya di dalam lingkungan keluarga, sehingga kehidupan keluarga akan berjalan dengan penuh ketenteraman.

www.sekeluarga.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: