Syahadat

Bagi umat Islam, kata Syahadat bukanlah kata yang asing lagi di telinga mereka. Syahadat adalah seperti nafas yang senantiasa menemani hidup mereka. Syahadat adalah salah satu syarat utama keislaman seseorang. Tanpa syahadat dalam hati, pikiran, ucapan, dan tindakan mereka, maka tiada pula islam dalam kehidupan mereka.

Syahadat adalah sebuah perkara vital dalam kehidupan umat islam. Syahadat ibarat ruh, sedangkan islam sendiri ibarat jasadnya. Maka jasad tersebut akan mati jika ruh tersebut tidak ada atau mati. Perkara syahadat adalah sebuah perkara yang menyangkut ketauhidan seseorang. Itulah, mengapa Syahadat ini menjadi salah satu bagian yang primer bagi umat islam. Permasalahannya, saat ini kebanyakan Syahadat hanya terdapat di lisan saja, sedangkan hati, pikiran, dan perbuatannya masih menyimpang dari konsekuensi Syahadat tersebut. Berbagai perbuatan yang mengarah kepada syirik, bahkan sampai kepada perbuatan-perbuatan syirik pun masih mereka lakukan.

Syahadat merupakan asas dan dasar bagi rukun Islam lainnya. Syahadat merupakan ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. Syahadat juga biasa disebut dengan Syahadatain, yang dalam bahasa Arab berarti dua kalimat syahadat. Penggunaan kata Syahadatain ini juga tentunya berdasarkan isi dari Syahadat itu sendiri yang terdiri atas dua kalimat, yaitu:

  • Kalimat pertama :
Asyhadu An-Laa Ilaaha Illallaah

artinya : Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah

  • Kalimat kedua :
wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullâh

artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah.

Di dalam agama islam, kedua kalimat Syahadat tersebut merupakan sebuah rangkaian utuh yang harus diimani secara menyeluruh. Haram bagi umat islam untuk hanya mengimani salah satunya saja. Haram bagi umat islam untuk hanya mengakui Allah saja namun tidak mengakui Rasulullah Muhammad saw, begitu juga sebaliknya. Agar umat islam dapat memaksimalkan kualitas Syahadat dalam kehidupannya, maka terlebih dahulu mereka haruslah mengetahui mengenai makna yang terkandung dalam dua kalimat tersebut.

MAKNA SYAHADAT

Kalimat pertama menunjukkan pengakuan tauhid. Artinya, seorang muslim wajib untuk hanya mempercayai Allâh sebagai satu-satunya Ilah. Dengan mengikrarkan kalimat syahadat yang pertama ini, maka seorang muslim wajib menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan, harapan, dan sesembahan. Mereka telah wajib untuk menjalankan segala bentuk peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah swt, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya.

Kalimat kedua merupakan bentuk pengakuan seseorang bahwa Nabi Muhammad saw adalah Rasul yang diutus oleh Allah , dan yang menyampaikan wahyu-wahyu Allah kepada umat manusia. Dengan mengikrarkan kalimat Syahadat yang kedua ini, berarti orang tersebut telah meyakini sepenuhnya kepada Allah swt, dan telah wajib pula baginya untuk meyakini bahwa ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah ajaran yang bersifat Robbaniyah, yang berasal dari Allah swt. Meyakini dan menjalankan sunnah-sunnah yang telah diajarkan Rasulullah saw, dan tidak meragukan akan kerasulannya, serta meyakini bahwa Nabi Muhammad saw adalah penutup para Nabi, tidak ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad saw.

KANDUNGAN KALIMAT SYAHADAT

Syahadat adalah serangkaian ikrar yang terdapat di dalam ajaran islam, yang tentunya terdapat konsekuensi yang harus diterima dan dilaksanakan. Ketika seseorang telah mengucapkan dua kalimat Syahadat, maka ada kewajiban-kewajiban yang harus ia tunaikan yang berupa perintah dan larangan. Untuk memahami semua itu, hendaknya sesorang mengetahui kandungan yang terdapat dalam dua kalimat Syahadat tersebut. Pada dasarnya, dua kalimat Syahadat memiliki kandungan sebagai berikut:

  • Ikrar

Ikrar yaitu suatu pernyataan tegas seorang muslim mengenai apa yang diyakininya. Ketika kita mengucapkan kalimat syahadat, maka kita memiliki kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan apa yang kita ikrarkan itu. Jadi ikrar dalam dua kalimat Syahadat bukanlah sebatas dilisan saja, melainkan ada konsekuensi yang harus ia terima dan laksanakan.

  • Sumpah

Makna lain dari Syahadat adalah sumpah. Dalam hal apapun, sumpah bukanlah sesuatu yang dapat dijadikan sebagai permainan belaka atau dianggap sebagai suatu hal yang remeh. Demikian pula halnya ketika seseorang telah bersumpah dengan dua kalimat Syahadat. Jika seseorang telah bersumpah, maka dia bersedia menerima akibat dan resiko apapun untuk menjaga dan menjalankan sumpah tersebut. Dengan kata lain, seseorang yang telah mengucapkan dua kalimat Syahadat berarti ia telah siap untuk turut bertanggung jawab dalam rangka tegaknya agama Allah, yaitu islam.

  • Janji

Syahadat juga bermakna janji. Hal ini mengandung pengertian bahwa setiap muslim adalah orang-orang yang telah berjanji setia kepada Allah dan Rasulullah Muhammad saw untuk menjalankan semua perintah dan menjauhi segala bentuk larangan yang terdapat di dalam Al Quran maupun As Sunnah.

SYARAT-SYARAT SYAHADAT

Satu hal penting yang tidak boleh dilupakan dalam masalah Syahadat ini adalah Syarat Syahadat. Syarat syahadat adalah sesuatu yang tanpa keberadaannya maka yang disyaratkannya itu tidak sempurna. Jadi jika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa memenuhi syarat-syaratnya, bisa dikatakan syahadatnya itu tidak sah. Agar Syahadat seseorang dapat menjadi sempurna dan diterima oleh Allah swt, maka syahadat tersebut harus memenuhi ketujuh persyaratan berikut:

  • Pengetahuan

Seseorang yang bersyahadat harus memiliki pengetahuan tentang syahadatnya. Dia wajib memahami isi dari dua kalimat yang dia nyatakan itu, serta bersedia menerima konsekuensi ucapannya. Tidak sempurna atau bahkan mungkin tidak akan diterima Syahadat seseorang jika ia tidak memiliki pengetahuan mengenai Syahadat tersebut. Karena, orang yang tidak memiliki pengetahuan mengenai Syahadat tidak akan mengetahui dan tidak akan dapat melaksanakan apa-apa saja yang menjadi tuntutan atau konsekuensi atas Syahadat yang telah ia ucapkan. Dengan kata lain, orang yang bersyahadat juga harus berada dalam keadaan sehat akal dan dalam keadaan sadar.

  • Keyakinan

Seseorang yang bersyahadat mesti mengetahui dengan sempurna makna dari syahadat tanpa sedikitpun keraguan terhadap makna tersebut. Karena, Syahadat merupakan satu bentuk pengakuan terhadap Allah dan Rasulullah saw. Jika ia ragu akan makna dari Syahadat  tersebut, berarti ia juga telah ragu kepada Allah dan Rasulullah saw, maka batallah Syahadatnya.

  • Keikhlasan

Syarat lain yang harus terdapat dalam Syahadat seseorang adalah adanya rasa ikhlas. Harus sepenuhnya secara ikhlas untuk meyakini ikrar tersebut. Ikhlas berarti bersihnya hati dari segala sesuatu yang bertentangan dengan makna syahadat. Ucapan syahadat yang bercampur dengan riya atau kecenderungan tertentu tidak akan diterima oleh Allah SWT.

  • Kejujuran

Kejujuran adalah kesesuaian antara ucapan dan perbuatan. Pernyataan syahadat harus dinyatakan dengan lisan, diyakini dalam hati, lalu diaktualisasikan dalam amal perbuatan. Ketiga unsur tersebut harus saling mendukung dengan kuat.

  • Kecintaan

Maksudnya adalah mencintai Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman. Cinta disini bukanlah sebatas menghamba saja, tetapi juga harus terdapat  unsur amarah di dalamnya. Tentunya amarah ini tidak ditujukan kepada Allah atau Rasulullah saw maupun ajarannya, melainkan ditujukan kepada segala sesuatu yang bertentangan dengan makna Syahadat.

  • Penerimaan

Yaitu menerima dengan segenap hati terhadap segala hal yang telah menjadi ketetapan Allah dan Rasulullah saw, tanpa ada pembangkangan sedikitpun. Dan sebagai konsekuensinya akan berbentuk sebagai ketakwaan kepada Allah swt. Menjadikan Al Quran dan As Sunnah sebagai satu-satunya hukum dan pedoman hidup.

  • Ketundukan

Yang dimaksud dengan ketundukan di sini adalah tunduk dan berserah diri hanya kepada Allah dan Rasul-Nya secara lahiriyah. Dengan kata lain, setiap manusia yang telah mengucapkan dua kalimat Syahadat wajib baginya untuk mengamalkan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya tanpa terkecuali. Perbedaan antara penerimaan dengan ketundukan yaitu bahwa penerimaan dilakukan dengan hati, sedangkan ketundukan dilakukan dengan fisik. Dengan demikian, maka sudah sepatutnya bagi seorang muslim untuk senantiasa mengamalkan perintah dan menjauhi larangan Allah dan Rasulullah saw dalam segala aspek kehidupan.

URGENSI SYAHADAT

  • Pintu gerbang masuk Islam

Pada dasarnya, Syahadat adalah pintu gerbang untuk memasuki islam. Artinya adalah dengan mengucapkan Syahadat saja seseorang sudah dikategorikan sebagai seseorang muslim. Hal ini juga mengandung pengertian bahwa seseorang yang belum mengucapkan Syahadat, belum dapat dikatakan sebagai seorang muslim, sebaik apapun perangai orang tersebut. Semua ini, karena pada dasarnya Syahadat merupakan satu bentuk sekat kuat yang akan memisahkan seseorang dengan kekafiran dan menuju kepada keimanan, sebagaimana makna dari Syahadat itu sendiri yang merupakan bentuk pengkuan bahwa Allah adalah satu-satunya Ilah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang ditugaskan untuk membimbing umat manusia.

  • Inti ajaran Islam

Konsep ajaran Syahadat Yaitu merealisasikan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah, baik ibadah yang dilakukan secara personal maupun berjamaah. Mengajarkan agar segala sesuatu yang dilakukan adalah diniatkan untuk beribadah kepada Allah swt.
Kemudian, konsep yang kedua adalah mewajibkan umat islam untuk melakukan segala bentuk ibadah dengan tata cara yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.

  • Dasar perubahan total pribadi dan masyarakat

Syahadat merupakan titik tolak perubahan seseorang maupun masyarakat secara menyeluruh, yang bermuara dari dalam hati yang telah tersentuh dan terikat dalam makna Syahadat.

وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعً۬ا يَـٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ قَدِ ٱسۡتَكۡثَرۡتُم مِّنَ ٱلۡإِنسِ‌ۖ وَقَالَ أَوۡلِيَآؤُهُم مِّنَ ٱلۡإِنسِ رَبَّنَا ٱسۡتَمۡتَعَ بَعۡضُنَا بِبَعۡضٍ۬ وَبَلَغۡنَآ أَجَلَنَا ٱلَّذِىٓ أَجَّلۡتَ لَنَا‌ۚ قَالَ ٱلنَّارُ مَثۡوَٮٰكُمۡ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ‌ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ۬

“Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: “Ya Allah kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Rabb-mu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al An’am: 128)

وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعۡدُ بِحَمۡدِهِۦ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ مِنۡ خِيفَتِهِۦ وَيُرۡسِلُ ٱلصَّوَٲعِقَ فَيُصِيبُ بِہَا مَن يَشَآءُ وَهُمۡ يُجَـٰدِلُونَ فِى ٱللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلۡمِحَالِ

“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Allah Yang Maha keras siksa-Nya.” (QS. Ar Ra’du:13)

Seseorang yang telah bersyahadat, akan senantiasa memperjuangkan perubahan dalam dirinya untuk tetap berkomitmen kepada makna Syahadat tersebut untuk menuju kehidupan yang Robbani.

لَهُ ۥ مُعَقِّبَـٰتٌ۬ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُ ۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِہِمۡ‌ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوۡمٍ۬ سُوٓءً۬ا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۥ‌ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. 13 : 11)

  • Diajarkan tauhid

Hal ini sebagaimana tertuang dalam arti dari Syahadat itu sendiri, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah”. Maknanya adalah satu bentuk pengakuan secara tegas terhadap ke-esa-an Allah dan Rasulullah yang merupakan utusan Allah yang diturunkan untuk membimbing umat manusia untuk menuju jalan yang lurus, yaitu islam yang mengajarkan ketauhidan.

  • Hakikat dakwah Rasul

Karena, pada dasarnya dakwah Rasulullah saw adalah untuk mengarahkan  manusia kepada mentauhidkan Allah swt melalui segala bentuk ibadah jasmani dan rohani yang direalisasikan sesuai dengan metode Rasulullah saw.

  • Keutamaan yang besar
“Dari Ubadah bin al-Shamit, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang bersaksi tiada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah akan mengharamkam neraka baginya”. (HR. Muslim)

YANG MEMBATALKAN SYAHADAT

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan Syahadat seseorang yang telah diikrarkan kepada Allah swt. Inilah yang harus kita hindari sebaik mungkin agar kita tetap berada dalam naungan Syahadat, dalam naungan Allah dan Rasulullah saw. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat membatalkan Syahadat seseorang kepada Allah:

  • Bekerja untuk selain Allah
  • Memberikan kepada selain Allah (melakukan sesuatu dan meninggalkan sesuatu bukan karena Allah)
  • Memberikan ketaatan kepada selain Allah
  • Berhukum kepada selain Allah
  • Benci dan lari meninggalkan keyakinan terhadap keesaan Allah
  • Tidak mengenal Allah dengan cara yang benar, tidak bersumber pada AlQu’an dan sunnah
  • Mengimani sebagian ajaran islam dan mengkufuri sebagian yang lain
  • Berjampi/meru’yah tidak sesuai dengan AlQur’an dan sunnah
  • Berhubungan dengan jin (secara langsung)
  • Meminta tolong kepada yang berhubungan dengan jin
  • Meramal nasib
  • Menghadiri majelis dukun dan paranormal
  • Meminta berkah kepada kuburan
  • Meminta tolong kepada orang yang telah meninggal
  • Bersumpah kepada selain Allah
  • Merasa sial karena melihat/mendengar sesuatu

Syahadat merupakan hal yang penting dan utama bagi seorang manusia, khususnya umat muslim. Karena dengan Syahadat inilah, orientasi hidup seseorang akan berubah menjadi jauh lebih baik. Pemahaman dan pelaksaan tuntutan Syahadat akan merubah segala bentuk tujuan seseorang yang bersifat duniawi menjadi ukhrowi, atau lebih mengarah kepada tujuan akhirat. Kitapun tentunya telah mengetahui sejarah dakwah Rasulullah saw, yang dengan kalimat Syahadat ini beliau telah berhasil merubah kehidupan jahiliyah mayarakat Arab menjadi kehidupan yang islami.

Merujuk pada makna, kandungan, urgensi, dan hal-hal yang membatalkan Syahadat di atas, maka seyogyanya seorang muslim untuk berkomitmen kepada Syahadat yang telah diikrarkannya. Salah satu ciri seseorang yang telah benar-benar berkomitmen kepada Syahadat adalah adanya perubahan mendasar di dalam jiwanya, yang juga tercermin dalam lahiriahnya. Karena, pada dasarnya Syahadat adalah akar yang palling dasar dari kondisi kehidupan seseorang atau masyarakat yang terdapat di dalam lubuk hati terdalam. Oleh karena itu, ketika Syahadat telah diikrarkan dan hidup dalam hati seseorang, maka mau tidak mau hatinya pun akan berubah. Dan ketika hati telah berubah untuk cenderung kepada Syahadat, maka seluruh gerak-gerik hati, tingkah laku seluruh anggota tubuh, pola pikir, sifat jasmani dan rohani, semua itu akan mengalami perubahan pula. Seluruh aktivitas jasmani maupun rohani akan lebih mengarah dan berpedoman kepada Syahadat, yaitu hukum Allah dan Rasulullah saw.

Syahadat merupakan bentuk pembebasan diri seseorang dari segala kemaksiatan dan pembangkangan kepada hukum Allah dan Rasulullah saw. Itulah sebabnya mengapa seorang muslim seharusnya menjadi seorang manusia yang tidak lagi melakukan pelanggaran dan pembangkangan kepada Allah dan Rulullah saw. Tidak patut dan tidak dibenarkan bagi seseorang yang telah mengikrarkan Syahadat untuk memilah hukum dan ketetapan Allah dan Rasulullah saw. Seyogyanya seorang muslim mampu untuk berlepas diri dari segala sesuatu yang bertentangan dengan makna Syahadat dan dari segala sesuatu yang dapat membatalkan syahadat.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai Syahadat, semoga artikel yang singkat ini dapat memberikan manfaat dan barokah bagi kita semua . Amin. Sebagai penutup, berikut kami berikan beberapa dalil berkenaan dengan masalah Syahadat ini.

DALIL-DALIL BERKENAAN DENGAN SYAHADAT

“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (QS. Muhammad (47): 19).

“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah), mereka menyombongkan diri.” (QS. As-Shaffat (37): 35).

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan; para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu): tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran (3): 18).

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mMereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (QS. Al-A’raf (7): 172).

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku” (QS. Al Anbiya (21):25.

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah (2): 21).

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Az-Dzariyat (51): 56).

“Dan kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya, “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS. Al-Anbiya’ (21): 25).

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab (33): 21).

Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran (3): 31).

“Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am: 162).

“Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS. Al-Jatsiyah (45): 18).

“Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalannya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” ) QS. Al-An’am (6): 153).

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: Laa ilaaha illallah (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah), mereka menyombongkan diri. Dan mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya). (QS. As-Shaffat (37): 35-37).

Ubadah bin Shamit meriwayatkan dari Nabi saw., beliau bersabda, “Barangsiapa mengatakan tiada ilah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah utusan-Nya dan Rasul-Nya, bahwa Isa adalah hamba dan utusan-Nya, kalimat-Nya yang dicampakkan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan bahwa surga adalah hak serta neraka itu hak. Allah akan memasukkannya ke surga, apapun amal perbuatannya.” (HR. Bukhari).

Dari Anas, Nabi saw. bersabda, “Keluar dari neraka orang yang mengucapkan la ilaha illallah dan di hatinya ada seberat rambut kebaikan. Keluar dari neraka orang yang mengucapkan la ilaha illallah sedang di hatinya ada seberat gandum kebaikan. Dan keluar dari neraka orang yang mengatakan la ilaha illallah sedang di hatinya ada seberat zarrah kebaikan.” (HR. Bukhari).

Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafaatmu di hari Kiamat?” Rasulullah saw. bersabda, “Aku telah mengira, ya Abu Hurairah, bahwa tidak ada seorang pun yang tanya tentang hadits ini yang lebih dahulu daripada kamu, karena aku melihatmu sangat antusias terhadap hadits. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari Kiamat adalah yang mengatakan la ilaha illallah secara ikhlas dari hatinya atau jiwanya.” (HR.Bukhari).

Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukan hal itu, terperiharalah darah dan harta benda mereka kecuali dengan haknya, sedangkan hisab mereka kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah bersabda kepada Muadz bin Jabal saat mengutusnya ke penduduk Yaman, “Kamu akan datang kepada kaum ahli kitab. Jika kamu telah sampai kepada mereka, ajaklah mereka agar bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Jika mereka mentaatimu dalam hal itu, beritakan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka lima shalat setiap siang dan malam. Jika mereka mentaatimu dalam hal itu beritakan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan sedekah (zakat) yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dikembalikan kepada orang-orang miskin. Jika mereka mentaatimu dalam hal itu, hati-hatilah kamu terhadap kemuliaan harta mereka dan waspadalah terhadap doanya orang yang dizalimi, sebab antaranya dan Allah tidak ada dinding pembatas.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Dari Ubadah bin al-Shamit, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang bersaksi tiada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah akan mengharamkam neraka baginya”. (HR. Muslim)

www.syahadat.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: