Apakah Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw Telah Tergantikan?

Saat ini, begitu banyak manusia yang mengagungkan manusia. Begitu banyak manusia yang tergila-gila pada manusia. Seiring dengan itu, mereka pun ternyata telah terang-terangan melupakan Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw. Mereka lebih mengutamakan manusia yang mereka idolakan daripada Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw, meskipun tidak jarang nyawa merekalah yang akhirnya harus menjadi korban.

Betul-betul suatu ironi yang sangat memalukan bagi umat Islam. Betapa tidak, mereka yang mengaku sebagai umat Islam, namun lebih mengidolakan manusia yang sama-sama diciptakan dari setetes air hina ketimbang mengidolakan Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw. Begitu banyak manusia yang lebih terpanggil dan segera memenuhi seruan manusia yang menjadi idola mereka ketimbang memenuhi panggilan Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw. Begitu banyak manusia yang meraung-raung karena manusia yang menjadi idolanya ketimbang menangis karena takut akan azab Allah swt. Dan betapa banyak pula manusia yang lebih rela menghamburkan uang senilai jutaan rupiah untuk mendapatkan kursi VIP dan bertemu dengan manusia idolanya, ketimbang mengeluarkan seribu, lima ribu, atau sepuluh ribu rupiah untuk melaksanakan perintah Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw (misalnya untuk berinfak atau bersedekah).

Saat ini, kita dapat melihat betapa banyak umat Islam yang terus berlomba-lomba dan berbondong-bondong untuk mendatangi konser-konser musik dari band-band yang menjadi idola mereka. Betapa banyak umat Islam berebut fasilitas VIP dalam suatu konser musik atau dalam acara jumpa fans dengan artis film. Mereka bersedia untuk membayar ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah hanya untuk bertemu atau melihat sesama manusia. Bahkan tidak jarang, yang mereka idolakan adalah orang-orang yang hobi menyebarluaskan kemaksiatan. Penyanyi-penyanyi yang suka mempertontonkan aurat dan goyangan maut pembangkit birahi.

Lihatlah tingkah laku para penonton dalam sebuah konser atau peserta dalam sebuah acara jumpa fans dengan artis idola mereka yang banyak ditayangkan di berbagai stasiun televisi. Mereka menangis meraung-raung, mereka histeris, mereka pingsan, bahkan ada yang meninggal karena terinjak-injak dalam sebuah konser musik.

Apakah mereka juga menangis, meraung-raung, histeris, atau pingsan karena mendengar lantunan ayat-ayat Allah swt, karena teringat dan menyesali dosa-dosa mereka, atau karena takut akan azab Allah swt? Atau, adakah di antara mereka yang rela melangkah ke Palestina untuk menyedekahkan nyawa mereka untuk berjuang bersama para Mujahid di sana? Tidak, mereka lebih memilih menyia-nyiakan nyawanya di tengah konser musik yang penuh dengan maksiat kepada Allah swt.

Inilah salah satu jenis berhala terselebung yang telah melekat dalam kehidupan sejumlah umat muslim. Mereka lebih mengutamakan memenuhi panggilan artis dan goyangan erotis yang berpakaian tipis-tipis, ketimbang memenuhi panggilan Allah swt ketika adzan berkumandang. Mereka lebih memilih bergoyang berdesak-desakan dan berkeringat serta berdempet-dempetan dalam konser musik yang bernuansakan percampuran bebas antar laki-laki dan perempuan, ketimbang merapatkan barisan di masjid untuk menegakkan perintah Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw. Kedudukan Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw seakan-akan telah tergeser atau bahkan hilang dari dalam hatinya.

Masya Allah! Dimana nilai-nilai keislaman umat Islam? Betapa banyak umat Islam yang saat ini telah melepas pakaian Islam mereka. Mereka telah ditelanjangi oleh budaya-budaya jahiliyah yang semakin hari semakin marak dalam kehidupan sehari-hari, mencekoki dan meracuni umat Islam dengan pemikiran-pemikiran dan budaya jahiliyah.

www.syahadat.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: