Ibu dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Ibu merupakan figur pengemban tugas penting yang tidak dapat tergantikan, yakni sebagai pengatur rumah tangga. Ibu adalah satu sosok mulia yang penuh jasa bagi manusia. Di dalam tubuhnyalah embrio-embrio manusia telah bersarang selama kurang lebih 9 bulan, sebelum akhirnya terlahir ke dunia. Melalui rahimnyalah, generasi-generasi manusia terlahir. Melalui air susunyalah, manusia mendapatkan asupan makanan terbaik dan bergizi di awal kehidupannya.

Begitu banyak peran vital seorang ibu yang tidak bisa digantikan oleh laki-laki, maka tak salah kalau ibu merupakan satu sosok yang patut dimuliakan. Selain mengandung, melahirkan, dan menyusui, seorang ibu juga memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan kepada anak sejak usia dini. Ibu merupakan sekolah pertama bagi anak. Hal ini karena interaksi pertama yang dilakukan oleh seorang anak adalah dengan seorang ibu. Ibu merupakan sosok yang pertama kali memberikan perlindungan dan rasa aman kepada seorang anak. Dan ibu pulalah yang pertama kali dipatuhi oleh seorang anak, karena ibu memberikan rasa nyaman kepada anaknya. Di sini dapat terlihat kembali betapa besarnya peranan seorang ibu dalam pembentukan masa depan seorang anak. Dan artinya, seorang ibu memiliki peranan besar dalam pembentukan masa depan suatu bangsa dan negara. Karena, anak merupakan cikal bakal yang akan membawa masa depan suatu bangsa dan negara.

Melihat betapa pentingnya anak di masa yang akan datang, yang merupakan generasi penentu nasib bangsa dan negara, maka hendaknya seorang ibu dapat memberikan pendidikan kepada anaknya sejak usia dini dengan baik. Seorang ibu harus dapat memanfaatkan kedekatannya dengan anaknya untuk memberikan pendidikan dengan baik.

Ikatan yang terjalin antara seorang ibu dengan anak merupakan ikatan yang telah terjalin sejak si buah hati masih berada di dalam kandungan. Kedekatan fisik dan emosional mereka secara alamiah semakin menguat ketika air susu ibu (ASI) mulai mengaliri darah si buah hati. Kasih sayang yang diberikan seorang ibu menjadi ikatan yang tidak akan mudah diputuskan oleh siapapun. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan sebuah pendidikan adalah dengan adanya kedekatan fisik dan emosional, dan hal inilah yang telah dimiliki dengan sangat baik oleh seorang ibu. Maka, ibulah yang dalam proses pendidikan anak usia dini ini memiliki peranan yang paling vital.

Sebagai sosok yang menempati posisi yang sangat vital dalam proses pendidikan anak usia dini, hendaknya seorang ibu memiliki budi pekerti yang baik. Anak di usia dini memiliki sifat untuk cenderung mengadopsi apa yang sering ia lihat dan dengar. Jika seorang ibu memiliki budi pekerti yang baik, maka kebaikan-kebaikan itulah yang nantinya akan diadopsi oleh si anak. sebaliknya, jika seorang ibu memiliki dan cenderung menampilkan budi pekerti yang buruk, maka besar kemungkinan bahwa kelak anak akan tumbuh dengan budi pekerti yang buruk pula.

Di masa kanak-kanak, anak belum memiliki kemampuan untuk berpikir dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Untuk itu, peranan seorang ibu dengan memberikan teladan berupa budi pekerti yang baik akan membantu proses belajar si anak. Kesan-kesan yang baik, yang diberikan orang tua kepada anak akan membantu mendorong berkembangnya kepribadian si anak ke arah yang baik. Kedekatan anak dengan ibunya yang telah terjadi secara alamiah telah membuat si anak cenderung mengikuti apa yang dikatakan dan dilakukan oleh ibunya.

Keteladanan merupakan perangkat yang paling berpengaruh dan efektif dalam proses mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Dan ibu, sebagai sosok yang hampir selalu berada di sisi anak, tentunya dalam hal ini memegang fungsi yang paling besar. Segala tindak tanduk sang ibu akan mudah diteladani oleh si buah hati. Dan pada awal-awal pertumbuhan, kehadiran seorang ibu merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi anak. Tanpa adanya seorang ibu, maka anak akan beresiko menderita berbagai gangguan perkembangan kepribadian, seperti gangguan perkembangan mental intelektual, mental emosional, bahkan gangguan psikososial dan spiritualnya. Dan karena sebab inilah, banyak anak yang akhirnya tumbuh dengan berbagai perilaku yang menyimpang.

Begitu besar dan vitalnya peranan seorang ibu dalam menentukan keberhasilan proses pendidikan anak usia dini, maka sudah sepatutnyalah bagi seorang ibu untuk senantiasa meningkatkan kulaitas diri mereka. Bekali diri dengan budi pekerti yang baik dan teruslah memberikan pendidikan yang terbaik bagi si buah hati, sehingga mereka akan tumbuh menjadi generasi-generasi yang bernilai tinggi.

www.sekeluarga.com

Iklan
Ditulis dalam KELUARGA. Tag: , , , , . 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Ibu dalam Pendidikan Anak Usia Dini”

  1. sukma Says:

    mana esensinya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: