Bersihkah Telinga dan Hidung Bayi Ada?

Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam merawat bayi adalah kebersihan. Banyak aspek yang harus dijaga kebersihannya dalam merawat bayi, baik aspek internal maupun aspek eksternal. Lingkungan maupun bayi itu sendiri tentunya harus memiliki kualitas kebersihan yang cukup baik, karena bayi adalah makhluk yang masih lemah yang mudah terkena berbagai efek negatif.

Kebersihan bukanlah faktor ringan yang dapat diabaikan begitu saja dalam merawat bayi. Kebersihan merupakan salah satu faktor yang turut menentukan kualitas pertumbuhan dan kesehatan bayi anda. Tanpa adanya perhatian yang khusus terhadap kebersihan sang bayi, berbagai hal negatif dapat dengan mudah menyerang si bayi, terutama penyakit.

Tubuh adalah salah satu bagian bayi yang harus senantiasa diperhatikan kualitas kebersihannya. Karena kebersihan tubuh akan turut menentukan kualitas daya tahan fisik sang bayi. Rendahnya kualitas kebersihan tubuh dapat menyebabkan bayi terserang berbagai macam penyakit dengan mudah. Selain itu, kebersihan tubuh pada bayi tentu saja akan memberikan penampilan yang lebih cantik bagi sang bayi itu sendiri.

Salah satu bagian tubuh bayi yang harus selalu diperhatikan kebersihannya adalah telinga dan hidung. Kurangnya kebersihan pada kedua bagian tubuh ini tentu saja akan membuat si bayi menderita. Hal itu dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit telinga, menyumbat saluran pernafasan, mengganggu pendengaran, dan lain-lain.

Telinga dan hidung merupakan bagian tubuh yang sangat vital, untuk itu harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Salah satu caranya tentu saja dengan selalu menjaga kebersihannya. Namun, mengingat setiap bagian tubuh bayi itu masih sangat lemah, tentu saja untuk melakukan pembersihan pada telinga dan hidungnya pun tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Ingat, jangan membersihkan telinga ataupun hidung bayi layaknya membersihkan telinga orang dewasa! Berikut kami sajikan langkah-langkah untuk membersihkan telinga bayi dengan aman.

  • Cuci dan bersihkan telinga bayi cukup pada bagian luar dan pintu masuk lubang telinganya saja. Hindari membersihkan telinga bayi hingga bagian dalam, karena dikhawatirkan akan mengenai dan merusak gendang telinga si bayi.
  • Hindari penggunaan korek kuping, cotton bud, dan benda-benda tajam yang dapat mengenai dan merusak gendang telinga si bayi.
  • Waspadai kemungkinan terjadinya infeksi pada telinga si bayi. Biasanya, terjadinya infeksi pada telinga si bayi ditandai dengan munculnya tanda-tanda seperti; bayi demam, cengeng, menarik-narik telinga. Jika hal itu terjadi maka bawalah bayi anda ke dokter dengan segera untuk menjalani pemeriksaan.
  • Untuk menghindari terjadinya penyumbatan pernafasan  pada bayi, bersihkan lendir kering yang terkumpul dan melekat di dalam hidung si bayi. Penggunaan pemanas ruangan secara kontinyu dapat menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya gangguan ini.
  • Gunakan kain lap yang halus untuk membersihkan hidung si bayi. Sebelum itu, hendaknya kotoran yang melekat di dalam hidung bayi dibasahi terlebih dahulu, agar kotoran tidak terlalu rekat dan keras. Lakukan pembersihan ini dengan sangat hati-hati, terutama jika si bayi merasa terganggu dengan tindakan kita. Dan jika tidak memungkinkan (karena si bayi merasa sangat terganggu dan memberontak), hendaknya tidak terlalu dipaksakan, karena dikhawatirkan akan membahayakan si bayi; hidungnya terluka dan sebagainya.
  • Sedot ingus (lendir) yang menyumbat hidung si bayi ketika sedang pilek dengan menggunakan pipet.

www.sekeluarga.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: