Menanamkan Kemandirian Pada Anak-Anak

Salah satu kebanggaan dan dambaan setiap orang tua adalah memiliki anak-ank yang mandiri. Kemandirian dalam aspek berpikir maupun dalam setiap tindakan sehari-harinya merupakan satu sifat yang selalu diharapkan oleh para orang tua. Meskipun demikian, kemandirian bukanlah satu hal yang akan terbentuk dengan sendirinya dalam jiwa anak-anak. Kemandirian bukanlah satu hal yang terjadi secara instan, melainkan hasil dari suatu proses yang membutuhkan waktu.

Mulia dan tingginya sikap dan sifat anak-anak merupakan salah satu bentuk keberhasilan orang tua dalam mengurus dan mendidik anak-anaknya. Sedangkan buruk atau rendahnya sikap dan atau sifat anak-anak merupakan salah satu cermin kegagalan orang tua dalam mengurus dan mendidik anak-anaknya.

Untuk memperoleh kemandirian yang matang dalam aspek berpikir maupun berbuat, tentunya penanaman kemandirian tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kemandirian harus ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini, sehingga akan melekat erat dalam kehidupannya kelak.

Memang, mengurus dan mendidik anak-anak bukanlah satu tugas yang ringan. Dan tugas berat tersebut mau tidak mau harus diemban oleh setiap orang tua, itulah salah satu konsekuensi yang harus diterima oleh setiap orang tua. Dan oleh sebab itu, membentuk kemandirian dalam jiwa anak-anak sejak dini merupakan tugas dan tanggung jawab setiap orang tua yang tidak bisa diabaikan.

Sebenarnya, banyak sekali cara-cara atau langkah-langkah yang dapat ditempun oleh orang tua dalam rangka mendidik anak-anak agar memiliki kemandirian. Dan sebaiknya, semua langkah tersebut harus dilakukan dan dibiasakan sejak anak berusia dini. Karena, anak-anak diusia dini akan lebih mudah dibentuk ketimbang ketika mereka telah memasuki usia remaja atau bahkan dewasa. Di usia dini, anak-anak bagaikan kertas kosong yang belum ditulisi, dan mudah untuk ditulisi. Saat itulah orang tua dapat menulisinya dengan ajaran kemandirian. Sedangkan di usia remaja dan dewasa, pikiran anak-anak sudah banyak terpengaruh oleh pergaulan dan gaya hidup yang beraneka ragam. Pada usia remaja dan dewasa ini, anak-anak bagaikan kertas yang sudah penuh dengan titik, noda, tulisan, coretan, kata-kata, gambar, dan lain-lain, sehingga sulit bagi orang tua untuk menulisinya lagi. Orang tua akan sangat sulit untuk mendapatkan ruang kosong agar dapat menuliskan ajaran kemandirian pada anak-anaknya.

Berikut ini kami berikan beberapa cara atau langkah-langkah untuk dapat membentuk kemandirian pada anak-anak yang dapat dilakukan secara kontinyu, sejak anak-anak masih berusia dini:

Biarkan sendiri
Janganlah terlalu mudah atau terlalu cepat untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang tengah memperoleh kesulitan. Berikan waktu dan kesempatan kepada mereka untuk berjuang dan menyelesaikan kesulitan itu sendiri. Selain itu, jangan lupa untuk senantiasa mendorong anak-anaknya agar tidak mudah menyerah dalam setiap kesulitan. Orang tua harus selalu memberikan motivasi kepada anak-anaknya yang tengah mengalami kesulitan, yakinkan bahwa mereka pasti bisa menyelesaikannya.

Libatkan pada kegiatan-kegiatan positif
Usia dini adalah usia dimana seorang anak dapat dengan mudah dibentuk. Untuk itu, hendaknya orang tua tidak malas atau takut untuk memperkenalkan dan melibatkan anak-anak mereka dalam kegiatan-kegiatan yang positif. Anak-anak akan mudah memperoleh kebiasaan ketika ia masih berada pada usia dini. Semakin banyak kegiatan positif yang dilibatkan pada anak-anak kita, semakin mudah untuk menemukan bakat anak-anak mereka. Dan dengan demikian, orang tua pun akan lebih mudah untuk mengembangkan bakat dan potensi anak-anak mereka.

Berikan kesempatan
Adanya pilihan akan membuat otak anak-anak bekerja. Tanpa pilihan, anak-anak akan bergerak secara monoton, tanpa perubahan dan perkembangan.

Dengan adanya pilihan, maka anak-anak akan berusaha dan berpikir untuk menentukan pilihan yang terbaik bagi diri mereka sendiri. Biarkan anak-anak menentukan pilihannya sendiri, dukung pilihannya jika positif, dan berikan penjelasan yang masuk logika mereka manakala pilihan tersebut bernilai negatif atau kurang baik bagi mereka. Dan berikan pula alasan atau penjelasan kenapa mereka (anak-anak) harus memilih pilihan yang lain.

Ajarkan kepedulian
Semakin tinggi tingkat kemandirian seseorang, maka akan semakin tinggi pula kemampuan dan kemauannya untuk peduli dan saling membantu terhadap sesamanya. Untuk itu, hendaknya orang tua senantiasa menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan sesamanya sejak anak-anak mereka berusia dini. Pupuk dan terus siramilah kepekaan mereka terhadap lingkungan dan sesamanya.

Bercita-cita
Kita semua tahu bahwa cita-cita, impian, atau harapan merupakan salah satu pengaruh yang paling kuat dan paling mendominasi pikiran dan jiwa seseorang untuk dapat terus berjuang, bergerak dan berkembang. Cita-cita, impian, atau harapan ini jugalah yang senantiasa turut memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu, berat ataupun ringan, bersama maupun sendiri.

Cita-cita inilah yang tidak tidak boleh sampai terlupakan oleh para orang tua. Berikanlah gambaran kepada anak-anak mengenai berbagai bidang kehidupan, pendidikan, pekerjaan, profesi, dan sejenisnya. Kemudian cobalah untuk mengajak mereka menentukan cita-cita mereka sejak dini. Dengan cita-cita, impian, atau harapan yang telah tertanam di dalam hati dan pikiran mereka, maka mereka akan terus berjuang untuk mendapatkannya. Usaha untuk menentukan pilihan dan terus berjuang dalam memperoleh cita-cita itulah yang akan memberikan nilai kemandirian pada anak-anak.

Melatih berdiskusi
Ada baiknya juga bagi orang tua untuk mengasah kemampuan anak-anaknya dalam berpikir dan memecahkan suatu permasalahan. Cobalah untuk memancingnya dalam sebuah diskusi yang ringan dengan cara mengobrol dan mengajukan pertanyaan. Langkah ini akan membantu meningkatkan kemampuan dan kemandirian berpikir anak-anak.

Berikan pujian
Kata-kata dapat menjadi senjata yang ampuh untuk menjatuhkan maupun membangkitkan seseorang, termasuk anak-anak. Senantiasa berikan kata-kata yang memotivasi bagi anak-anak. Pujian yang tidak berlebihan dapat dilakukan untuk membangkitkan semangat anak. Pujilah anak-anak anda manakala mereka melakukan aktifitas yang positif, hal ini akan meningkatkan semangat mereka untuk terus melakukan dan berusaha meningkatkan hal positif tersebut.

Terus Memotivasi
Teruslah memberikan motivasi kepada anak-anak anda manakala mereka melakukan hal-hal yang positif. Dorong mereka manakala memperoleh keberhasilan, untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilannya. Dukung, berikan semangat dan bangkitkan mereka manakala mengalami kegagalan.

Kenalkan kepada Yang Maha Kuasa
Yang tidak boleh dilupakan oleh setiap orang tua adalah memperkenalkan anak-anak mereka kepada Yang Maha Kuasa. Tanamkan semangat taat beribadah kepada mereka. Dengan demikian, mereka tidak akan pernah merasa sendiri, putus asa, maupun terbelenggu oleh kekecewaan atau kesedihan yang berkepanjangan. Mengenalkan anak-anak kepada Yang Maha Kuasa akan memperkuat keyakinan dan rasa percaya diri anak-anak. Hal ini akan menghindarkan anak-anak dari hal-hal yang negatif dalam kehidupan

Ingatlah, bahwa anak merupakan anugerah dan titipan dari Yang Maha Kuasa. Dan orang tualah yang paling utama mengemban tugas serta kewajiban untuk mengurus dan mendidiknya agar menjadi anak-anak yang berkualitas unggul.

www.sekeluarga.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: