Hanya Allah swt Yang Menjamin Rizki

Allah swt, Dia-lah szat tunggal yang tiada duanya, tiada setara-Nya, tiada tandingan-Nya, dan tiada pengganti-Nya. Allah swt yang telah menciptakan segala bentuk, jenis dan rupa makhluk-makhluk yang terdapat di langit dan di bumi beserta yang ada di antara keduanya. Allah swt pulalah yang menanggung seluruh rizki bagi seluruh makhluk yang telah diciptakan-Nya.

Tidak ada satu makhluk sekecil apapun di dunia ini, kecuali Allah swt telah menetapkan baginya rizki yang akan menghidupinya. Meskipun ia berada pada lokasi yang sangat tersembunyi nan gelap gulita, Allah swt tidak akan kesulitan untuk menemukannya, Allah swt tidak akan salah untuk memberikan hak mereka, dan Allah swt tidak akan pernah lupa untuk memenuhi rizkinya.

Satu dari sekian banyak hal yang patut kita syukuri dalam kehidupan ini adalah bahwa Allah swt masih senantiasa bersedia untuk memenuhi kebutuhan kita, mengabulkan doa-doa kita, dan menanggung rizki seluruh makhluk ciptaan-Nya dari golongan manusia, hewan, tumbuhan, maupun dari golongan jin. Allah swt tidak pernah memutus rizki ciptaan-Nya karena kemurkaan-Nya. Kita tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya jika Allah swt murka karena banyaknya kezaliman dan kemaksiatan yang terjadi di muka bumi ini, yang kemudian mengakibatkan Allah swt memutus rizki bagi seluruh makhluk-Nya, “Siapa yang kemudian dapat menanggungnya?”. “Siapa yang dapat memenuhi kebutuhan dan rizki seluruh makhluk di jagad raya ini selain Allah swt? Orang terkaya di mana yang sanggup menggantikan Allah swt untuk member rizki seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini?” TIDAK ADA yang sanggup melakukannya, sekaya apapun ia, setangguh apapun ia, sehebat apapun ia, tidak akan pernah bisa.

Boleh jadi, seandainya Allah swt telah memutuskan rizki seluruh makhluk-Nya, maka pertumpahan darah pasti akan terjadi, tidak hanya antar manusia tetapi juga antara manusia dengan manusia dan antara manusia dengan binatang. Perebutan makanan antar manusia, antar binatang, dan antara manusia dengan  binatang tidak akan terelakkan. Saling bunuh, saling memangsa, dan saling menerkam antar manusia, antar binatang, dan antara manusia dengan binatang. Tidak  ada pilihan lain, hukum rimba pun berlaku bagi manusia. Na’udzubillah!

Tidak ada seorang manusia maupun makhluk apapun yang dapat menggantikan Allah swt untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dan rizki manusia, terlebih lagi bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Dikisahkan bahwa Nabi Sulaiman AS ketika urusan dunia telah dilapangkan kepadanya seluas-luasnya dan ia mengatur manusia, bangsa jin, hewan buas, burung-burung, bahkan ia pun telah mengatur seluruh angin, lagi pula ia berkepribadian mulia, lalu ia pun memohon izin kepada Allah swt untuk memberi rizki seluruh makhluk yang biasa memperoleh rizki dari Allah swt, dalam jangka waktu setahun penuh.

Kemudian dijawablah permohonan izin Nabi Sulaiman AS tersebut oleh Allah swt, Allah swt kemudian berfirman kepadanya: “Sungguh, engkau tidak akan mampu”. Sahut Nabi Sulaiman AS: “Ya Allah, izinkanlah bagiku barang sehari saja”. Maka, akhirnya diluluskanlah permohonan Nabi Sulaiman tersebut oleh Allah swt untuk jangka waktu sehari.

Alkisah, setelah Allah swt menurunkan izin secara resmi kepada Nabi Sulaiman AS, mulailah Nabi Sulaiman AS menugasi seluruh bawahannya, baik dari umat manusia maupun bangsa jin, agar mereka mendatangkan seluruh makhluk yang menetap di atas bumi. Dan Nabi Sulaiman AS pun menugasi para juru masak agar secara aktif memasak dan mendatangkan apa saja yangdiperlukan, mereka aktif memasak selama empat puluh hari. Setelah itu, masakan dijaga baik-baik, anak-anak kecilpun tidak diizinkan untuk mendekatinya agar tidak merusak keadaan makanan. Kemudain Nabi Sulaiman memerintahkan agar seluruh makanan dibariskan/diatur di padang luas. Setelah seluruh makanan tersebut diatur, ternyata  panjangnya setara dengan jarak satu bulan perjalanan, dan lebarnya diperkirakan sama dengan panjangnya.

Setelah NAbi Sulaiman AS dan seluruh pengikutnya selesai melakukan persiapan, kemudian Allah swt memberi wahyu kepadanya, Allah swt berseru kepada Nabi Sulaiman AS: “Hai Sulaiman, makhluk manakah yang akan memulai?” Nabi Sulaiman AS menjawab: “Mereka yang menetap di darat dan di laut”. Maka Allah swt mengerahkan ikan-ikan laut golongan besar jenis ikan kakap, Yu dan lain-lain agar memenuhi panggilan Nabi Sulaiman AS. Mereka pun mengangkat kepalanya dan menyantap hidangan yang ada, sahut mereka: “Hai Sulaiman, pada hari ini Allah swt telah menjadikan rizkiku pada tanganmu”. Kemudian Nabi Sulaiman AS berseru: “Silahkan mengambil makanan yang ada”. Maka golongan ikan besar pun mulai bersantap, dan belum ada sejenak saja semua makanan telah habis ditelan mereka, bahkan mereka pun berseru kepada Nabi Sulaiman AS: “Hai Sulaiman, kenyangkanlah perutku, kini aku masih merasa lapar”. Jawab Nabi Sulaiman AS: “Belum kenyangkah kamu?” Sahutnya: “Hingga saat ini aku masih belum terasa kenyang”. Dan seketika itu pula, Nabi Sulaiman AS pun tersungkur bersujud kepada Allah swt, sahutnya: “Maha suci Allah swt yang telah menjamin rizki setiap makhluk-Nya sekira tak terasa” (Badi;ul Asrar)

Dikutip dari Kitab Durratun Nashihin (dengan sedikit perubahan kalimat dengan tidak merubah maknanya untuk mempermudah pemahaman)

Sekelumit kisah di atas hendaknya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua untuk senantiasa menjadikan Allah swt sebagai tempat memohon, bergantug, dan mengharap. Karena hanya Allah swt lah yang Maha Kaya dan Maha Memberi, hanya Allah swt lah yang Maha Kaya lagi Maha Pemurah. Seyogyanya, seluruh manusia hanya menjadikan Allah swt sebagai satu-satunya tempat untuk mencurahkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diperoleh di dunia ini, karena hanya Allah swt lah yang mampu menanggung seluruh kebutuhan dan rizki manusia.

Wallahua’lam.

www.syahadat.com

2 Tanggapan to “Hanya Allah swt Yang Menjamin Rizki”

  1. El-Qolam Says:

    Assalamu’alaikum.
    Terima kasih atas tausiahnya, semoga Allah membalas kebaikan anda. Ikut melewngkapi ya. Bahwa Allah yang menaggung rizki semua makhluknya:
    Suatu ketika Nabi Sulaeman shalat di pinggir laut, lalu ia melihat seekor semut lewat dengan membawa selembar daun hijau di mulutnya. Semut itu berteriak seperti mengucapkan sebuah isyarat. Kemudian muncullah seekor katak menghampirinya. Semut itu pun naik di atas punggung katak dan dibawa menyelam ke dasar lautan.
    Tidak lama kemudian semut itu muncul kembali terapung di permukaan laut, dan berjalan menghampiri Nabi Sulaeman. Setelah itu Nabi Sulaeman meminta agar semut itu menceritakan kisah perjalanannya tadi. Kemudian semut bercerita:
    Di dasar laut ada sebuah batu besar yang tuli, di dalamnya terdapat seekor ulat yang rizkinya diberi Allah lewat aku (daun yang kubawa). Setiap hari akupun 2 kali datang membawa daun sebagai rizki dari Allah baginya. Di laut itu ada seorang malaikat yang menjelma /berbentuk katak, ia selalu membawaku dan menyelam di laut, hingga meletakkan aku di atas batu besar itu. Batu pun membelah diri, hingga ulat keluar dari dalam batu itu, lalu daun yang kubawa kuberikan kepadanya sebagai makanan. Selanjutnya katak itu pun membawa kembali ke permukaan air, maka ulat pun setiap habis makan mengucapkan pujian berikut:
    “Subhanalladzi kholaqoni wafilbahri shoyyaroni walam yansani birrizki. Afyansa ummatu Muhammadin minarrohmah?”
    (Maha suci Allah, yang telah menjadikan aku dapat hidup di dalam laut, Dia tidak biarkan aku terlantar tanpa rizki, maka timbullah suatu pertanyaan”Apakah lupa umat Muhammad dari rahmat Allah?)

  2. Nabi Sulaiman dan ikan laut « learningfromlives Says:

    […] Mereka pun mengangkat kepalanya dan menyantap hidangan yang ada, sahut mereka: “Hai Sulaiman, pada hari ini Allah swt telah menjadikan rizkiku pada tanganmu”. Kemudian Nabi Sulaiman AS berseru: “Silahkan mengambil makanan yang ada”. Maka golongan ikan besar pun mulai bersantap, dan belum ada sejenak saja semua makanan telah habis ditelan mereka, bahkan mereka pun berseru kepada Nabi Sulaiman AS: “Hai Sulaiman, kenyangkanlah perutku, kini aku masih merasa lapar”. Jawab Nabi Sulaiman AS: “Belum kenyangkah kamu?” Sahutnya: “Hingga saat ini aku masih belum terasa kenyang”. Dan seketika itu pula, Nabi Sulaiman AS pun tersungkur bersujud kepada Allah swt, sahutnya: “Maha suci Allah swt yang telah menjamin rizki setiap makhluk-Nya ” (Badi’ul Asrar) Dikutip dari Kitab Durratun Nashihin […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: