Bayi Kolik

Menghadapi bayi yang kolik memang bukanlah satu pekerjaan yang mudah. Keadaan si bayi yang tidak menentu tentunya menimbulkan berbagai perasaan yang tidak enak bagi setiap orangtua. Emosi, sedih, bingung, bertanya-tanya, semua rasa itu bercampur menjadi satu manakala kita dihadapakan pada bayi kita yang mengalami kolik.

Kolik adalah keadaan bayi yang terus-menerus menangis dan rewel dalam waktu lebih dari tiga jam dalam sehari. Kolik tidak hanya terjadi pada bayi yang tiak mengkonsumsi ASI saja, tetapi banyak pula dialami oleh bayi yang mengkonsumsi ASI.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti mengenai penyebab terjadinya kolik pada bayi. Ada yang beranggapan bahwa kolik pada bayi disebabkan oleh faktor makanan yang dikonsumsi oleh bayi atau ibu si bayi, karena dalam keadaan seperti ini si bayi seperti sedang mengalami kontraksi usus yang sangat menyakitkan. Kontraksi tersebut terjadi karena kepekaan sang bayi dalam menerima makanan yang dikonsumsinya.

Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa kolik pada bayi terjadi karena ketika sedang makan bayi menelan udara terlalu banyak.

Banyak versi yang menyatakan perihal peyebab terjadinya kolik pada bayi ini, namun tidak ada keterangan resmi maupun medis yang dapat menjelaskan penyebab sebenarnya kolik tersebut.

Ketidakpastian atau banyaknya faktor yang diperkirakan menjadi penyebab terjadinya kolik pada bayi ini akhirnya mengakibatkan tidak adanya pengobatan yang statis, sama, atau tunggal. Pengobatan kolik pada bayi yang satu dengan bayi yang lain tidak dapat disamakan begitu saja.

Bila diduga penyebab timbulnya kolik pada bayi adalah faktor makanan, maka pengobatan yang terbaik untuk menanganinya adalah dengan mengganti menu atau bahan makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu atau oleh si bayi itu sendiri.

Hendaknya, pengkonsumsian produk susu olahan dan bahan makanan yang dapat menimbulkan gas pun harus dihindari oleh para ibu yang sedang menyusui. Kubis, bawang merah, dan bawang putih adalah beberapa contoh bahan makanan yang dapat menimbulkan gas yang semaksimal mungkin harus dihindari oleh ibu-ibu yang sedang menyusui.

Konsultasikan kepada dokter spesialis anak mengenai susu formula apa yang sebaiknya anda berikan bagi bayi anda. Selain itu, anda juga dapat melakukan konsultasi dengan ahli kesehatan mengenai kepekaan terhadap makanan.

Selain pengobatan tersebut, anda juga dapat melakukan tindakan antisipasi akan terjadinya kolik pada bayi kesayangan anda. Berikut kami sajikan beberapa poin yang dapat anda lakukan untuk mengantisipasi terjadinya kolik pada bayi anda.

  • Jangan tinggalkan bayi anda dalam kesendirian. Semaksimal mungkin usahakanlah untuk selalu dapat berdekatan dengan si bayi. Gerakan-gerakan yang anda lakukan dan juga kontak fisik anda dengan si bayi akan dapat menghibur si bayi dan menghindarkan si bayi untuk terkena kolik.
  • Sediakan selalu empeng di dekatnya. Berikan empeng tersebut manakala si bayi sudah mulai menampakkan kegelisahannya.
  • Manjakan bayi anda dengan melakukan kontak fisik sesering mungkin. Cobalah untuk membaringkan si bayi dipangkuan anda secara melintang dan telungkup. Berikan belaian hangat dan penuh kasih sayang manakala si bayi masih berada di pangkuan anda.
  • Berikan kenyamanan dan keamanan yang cukup bagi si bayi. Salah satu contoh, anda bisa membungkus bayi anda dengan selimut sehingga si bayi akan merasakan ketenangan.

www.sekeluarga.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: