Skandal

Mulutnya tak pernah tak berjejal
Mengobral hal-hal
seperti bantal
Kata-kata yang dapat menidurkan kaum bebal
kaum kumal

Dia menjual bualan-bualan tak bermoral
Sangat mahal
Padahal,
Suara-suara oral
Menyimpan mual pada halal yang sakral
Membuat kaum bebal dan kumal
Terjungkal
Dalam iming-iming yang pasti gagal

Mereka tak bisa tersumpal
Dengan aral
Mereka terus mencari tumbal
Agar bisa nikmati royal

Skandal tangan-tangan yang terkepal
Dibelakang suara-suara oral
Yang dapat menidurkan kaum kumal
Brutal, menjejal mulut-mulut kumal
Yang menyangkal
Yang ingin menampar dengan sandal
Yang ingin menyumpal dengan sambal
Yang ingin memotong tangan-tangan nakal

Kaum pembual, kaum binal, kaum tak bermoral
Melahirkan cikal bakal binal
Yang dapat warisan, mental-mental bengal

Mereka tak perna menyesal
Mereka masih saja terpingkal-pingkal
Meski dosa menganak cucu dan kekal
Menganggap diri mereka takkan pernah mengenal
Akan mati setiba di ajal
Dengan siksa yang setimpal

www.Lingkarcahaya.com

Iklan

Satu Tanggapan to “Skandal”

  1. sunarnosahlan Says:

    aku suka mengunjungi puisi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: