Isbal dalam pandangan Islam

Pakaian atau cara seseorang dalam berpakaian merupakan satu hal yang sangat vital. Karena, dengan pakaian inilah seseorang akan mendapatkan kesan awal dari sesamanya (yaitu kesan yang baik ataupun yang buruk), terutama bagi yang memang belum saling mengenal. Cara berpakaian seseorang dapat menjadi simbol dari kepribadian orang tersebut. Dan sering kali, cara berpakaian seseorang dapat menunjukkan dengan siapakah orang tersebut biasa bergelut atau bergaul. Dan yang paling penting adalah, bahwa cara berpakaian pun ternyata dapat mendatangkan ridho maupun murka Allah swt.

Banyak umat muslim yang menganggap remeh berkenaan dengan tata cara berpakaian mereka. Mereka senantiasa berkata, “Ah, inikan cuma modelnya aja, yang penting mah nutup aurat!”. Benarkah pendapat bahwa pakaian itu yang akan dinilai dalam pandangan Islam hanya sebatas menutup aurat saja?

Tidak! Karena seluruh kaidah-kaidah Islam itu bersumber  dari Allah swt, baik yang terdapat di dalam Al Quran maupuan As Sunah, maka sudah sepatutnya kita mencari aspek-aspek lain yang hendaknya menjadi bahan pertimbangan dan aplikasi bagi seluruh umat Islam.

Memang benar, bahwa yang paling utama bagi umat Islam dalam hal berpakaian adalah menutup aurat. Namun, apakah kemudian berhenti sampai di sana saja? Tidak! Marilah kita simak sejenak firman Allah swt di dalam Al Quran yang artinya:

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisaa: 115)

Saudaraku, jangan sampai hanya karena tata cara berpakaian kita kemudian kita termasuk orang-orang yang sesat dan terdaftar dalam daftar tunggu penghuni neraka jahannam yang selanjutnya.

Pada firman di atas, Allah swt telah menyampaikan dengan gamblang mengenai orng-orang yang menjadi ahli kesesatan adalah mereka yang menentang ajaran-ajaran Rasulullah saw dan mereka yang mengikuti jalan orang-orang yang bukan muslim. Dengan pernyataan Allah swt tersebut, maka masih akankah kita mengatakan “Ah inikah cuma modelnya aja, yang pentingkan menutup aurat!”.

Pada kesempatan ini, kami ingin sedikit mengupas tentang cara berpakaian umat Islam laki-laki, atau umat muslim, terutama dalam menggunakan celana mereka.

Telah sama-sama kita ketahui betapa saat ini banyak sekali lelaki Islam yang telah berpakaian menyimpang dari ajaran Rasulullah saw dan Al Quran. Begitu banyak lelaki Islam yang telah terjerumus dalam gaya-gaya barat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Saat ini, pengguna sarung atau celana panjang hingga melewati mata kaki telah menjadi trend yang sangat sulit untuk di tolak oleh para lelaki Islam. Padahal, hal itu sangat tidak sesuai, bertentangan dengan kaidah berpakaian di dalam agama Islam.

Penggunaan pakaian (sarung atau celana panjang) hingga melebihi mata kaki ini, dalam ajaran Islam biasa dikenal dengan sebutan Isbal. Sedangkan orang-orang yang melakukan isbal ini disebut dengan Musbil. Perbuatan Isbal inilah yang termasuk ke dalam larangan Islam namun sangat banyak dilanggar oleh umat Islam itu sendiri.

Berikut ini adalah beberapa dalil yang nelarang umat Islam untuk berbuat Isbal:

Dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda: “Allah tidak akan melihat orang yang menyeret sarungnya karena sombong.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Hadits dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah bersabda : “Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat.” (HR. Bukhari dan lainnya)

Dari Ibnu Umar dari Nabi saw,beliau bersabada: “Isbal berlaku pada sarung, gamis dan serban. Siapa yang menurunkan pakaiannya sedikit saja karena sombong, tidak akan dilihat Allah di Hari Kiamat.” (HR. Abu Daud,NasaâI dan Ibnu Majah. Hadits shahih).

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Bukhari: “Apa saja yang berada di bawah mata kaki berupa sarung maka tempatnya di neraka.”

Rasulullah saw bersabda: “Sarung seorang mukmin sebatas kedua betisnya.Tidak mengapa bila dia menurunkan dibawah itu selama tidak menutupi kedua mata kaki.Dan yang berada di bawah mata kaki tempatnya di neraka.” (HR Imam Malik dan Abu Daud dengan sanad yang shahih)

Dari beberapa hadits Nabi saw di atas, Rasulullah saw telah mengatakan dengan jelas bahwa siapa saja yang menurunkan sarung atau pakaiannya hingga menutupi mata kaki, atau menyeret pakaiannya dengan sombong akan mendapat kebencian dari Allah swt, tidak akan dilihat oleh Allah swt pada hari kiamat, dan mereka akan ditempatkan di neraka.

Berkenaan dengan penggunaan kata “sombong” pada hadits-hadits di atas, Rasulullah saw kemudian bersabda:

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (Riwayat Muslim di dalam hadits yang panjang)

Melalui hadits di atas, Rasulullah saw telah menjelaskan apakah yang dimaksud dengan sombong tersebut, yaitu menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Berdasarkan pengertian terebut, tentu saja orang-orang yang melakukan isbal merupakan orang-orang yang telah menolak kebenaran dan meremehkan manusia, dalam hal ini adalah menolak kebenaran yang datang dari Rasulullah saw dan tentunya meremekan beliau. Ingatlah bahwa Rasulullah saw tidaklah berbicara hanya berdasarkan nafsunya semata, melainkan atas perintah dan petunjuk dari Allah swt.

Kemudian, berkenaan dengan kesombongan tersebut, Allah swt telah berkata dengan jelas di dalam Al Quran, yang artinya:

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman : 18)

Dengan demikian, tidak benar jika seorang lelaki beragama Islam mengatakan bahwa “Ah, inikan cuma modelnya saja. Yang pentingkan menutup aurat!”. Masih banyak aspek-aspek lain yang tentunya harus menjadi perhatian umat islam dalam kaitannya dengan kaidah berpakaian sebagaimana yang terdapat di dalam ajaran agama Islam, seperti kebersihannya yang kemudian meningkat menjadi kesuciannya, isbal atau tidak, sesuai dengan jenis kelaminnya atau tidak, diperoleh dengan cara yang bagaimana, dan lain-lain.Dan tidak dibenarkan pula orang-orang yang melakukan Isbal dengan alasan bukan untuk kesombongan, namun bukan pula dengan alasan yang syar’i. Karena pengertian sombong itu sendiri kata Rasulullah saw adalah “menolak kebenaran dan meremehkan manusia”. Dan dengan melakukan Isbal berarti mereka telah menolak kebenaran yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw, maka secara otomatis mereka telahmasuk dalam ketegori orang-orang yang sombong tersebut, dan termasuk ke dalam orang-orang yang dibenci oleh Allah swt seperti dijelaskan dalam  QS. Luqman : 18 di atas.

Saudaraku, jangan sampai hanya karena masalah berpakaian saja, kita menjadi lelaki Islam yang terdaftar dalam daftar tunggu pengontrak atau penghuni neraka selanjutnya.

Demikian. Semoga bermanfaat.

Wallahua’lam

www.syahadat.com

2 Tanggapan to “Isbal dalam pandangan Islam”

  1. raydial Says:

    sombong dsini mksudnya sombong yang bgaimna….???

    syukron.

    • nurdiyon Says:

      Petikan dari artikel di atas: “Karena pengertian sombong itu sendiri kata Rasulullah saw adalah “menolak kebenaran dan meremehkan manusia”. Dan dengan melakukan Isbal berarti mereka telah menolak kebenaran yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw, maka secara otomatis mereka telahmasuk dalam ketegori orang-orang yang sombong…”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: