Suara Pejuang Terdahulu

Anak-anakku,
Ini aku
Yang dahulu berlari-lari di Medan Perang
Yang dengan senapan, pedang, dan harapan
Menjaga di Garis depan
Yang akhirnya tertembus peluru perang
Dan mati di ujung pedang

Ini kami anak-anakku,
Yang dahulu selalu menyusun strategi
Dalam permainan hidup dan mati
Agar kebebasan terebut kembali
Agar kalian bisa bermain lagi

Anak-anakku,
Kini kami di sini
Terhimpit tanah dan bebatuan
Gelap sekali…
Tubuh-tubuh kekar kami telah habis
Menjadi santapan cacing-cacing tanah
Tapi kami tersenyum bangga
Seraya hati kecil kami berkata
“ini untuk Indonesia”!

Putra-putriku,
Tapi sekarang kami menangis
Karena kami dengar Indonesia menjerit
Indonesia telah pincang
Indonesia lumpuh di tangan kalian
Tidakkah kalian mendengar
Dia merintih diantara permainan-permainan kotor kalian
Apakah anak-anakku semua telah menjadi buta
Hingga tak mampu,
Melihat Indonesia yang tengah berjalan terseok-seok

Anak-anakku,
Apakah kalian tidak malu
Sedangkan dalam merahnya bendera itu,
Mengalir darah-darah dari tubuh kami
Dan dalam putihnya bendera itu,
Di sanalah sisa-sisa belulang kami tersimpan

Tahukah kalian anak-anakku,
Jika saja kami bisa mendapatkan kembali jasad kami
Akan kami bakar seluruh Indonesia
Agar Indonesia tidak terjajah
Agar Indonesia tidak menjadi penjajah
Dan agar Indonesia tidak pula saling menjajah

Anak-anakku,
Tak perlu kalian ukir nama kami,
Wajah-wajah kami, dan perjuangan kami,
Sebagai penghias Museum, monumen, attaupun buku-buku sejarah
Kami tak butuh semua itu
Karena kami telah mati
Kami telah mati
Lanjutkan saja perjuangan kami
Agar Indonesia bangkit kembali
Kembali tegar, kokoh berdiri

www.lingkarcahaya.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: