Mendeteksi Autisme Pada Anak-anak

Salah satu jenis kelainan pada anak-anak yang saat ini sering disebut-sebut dan tidak asing lagi di telinga masyarakat adalah autisme. Tidak hanya di Indonesia, autisme pada anak-anak merupakan salah satu penyakit yang sangat meresahkan para orangtua di tingkat dunia. Penyakit ini tercatat sebagai salah satu penyakit yang terus merebak di berbagai Negara.

Autisme adalah sejenis kelainan perkembangan yang luas dan berat, dan mempengaruhi anak-anak secara mendalam. Gangguan tersebut mencakup bidang interaksi sosial , komunikasi , dan perilaku.

Mengingat begitu buruknya efek dari penyakit autisme ini, maka hendaknya setiap orangtua mampu mendeteksi adanya autisme sejak dini pada anak-anak mereka. Pendeteksian sejak dini akan adanya autisme pada anak-anak, akan sangat membantu proses penanganan dan pengobatan anak-anak itu sendiri. Berikut adalah tanda yang dapat digunakan untuk mendeteksi eksistensi autisme pada anak-anak.

Mendeteksi Autisme Pada Bayi

  1. Jangan terlalu senang karena anak-anak anda senantiasa bersikap pasif, tenang, tidak pernah menangis dan tidak pernah rewel atau merepotkan. Anak-anak yang senantiasa pasif selama berjam-jam memiliki kemungkinan mengalami autisme.
  2. Tidak mau berkata-kata.
  3. Anda juga harus mencermati sikap anak-anak yang terlalu sensitif, misalnya mudah terusik oleh suara-suara yang sangat kecil atau gangguan-gangguan yang sebenarnya tidak sampai mengusik ketenangan anak-anak (bayi).
  4. Tanda-tanda autisme lain yang harus anda cermati adalah ketidakmampuan anak-anak dalam babbling, seperti “ma… ma… ma” atau “pa… pa… pa”.
  5. Perhatikan kemampuan anak-anak anda dalam berinteraksi dengan anda maupun dengan orang lain, apakah kontak matanya bekerja, atau ia hanya menatap dengan tatapan kosong.
  6. Tidak mau dipeluk atau digendong juga salah satu tanda-tanda yang memungkinkan adanya autisme pada anak-anak.
  7. Memiliki kebiasaan suka memperhatikan bagian tubuhnya sendiri.
  8. Suka menggigit tangan atau bagian tubuh orang  lain secara berlebihan.
  9. Apakah motorik kasar dan halusnya bekerja dengan normal.
  10. Anak-anak (bayi) yang terkena autisme biasanya tidak menyukai jenis-jenis permainan yang sederhana.

Mendeteksi Autisme Pada BATITA

  1. Cenderung lebih senang menyendiri. Tidak mau membaur dengan anak-anak yang lain.
  2. Tidak mau melakukan kontak mata dengan lawan bicara. Atau, ia melakukan kontak mata namun sangat sedikit.
  3. Melihat dan memperlakukan orang lain layaknya sebuah benda.
  4. Jika digendong, bisanya badannya kaku.
  5. Biasanya menyukai benda-benda tertentu yang tidak sewajarnya, seperti suka mengumpulkan tutup kaleng, bungkus makanan, dan lain-lain.

Mendeteksi Autisme Pada Anak-anak Usia Prasekolah

  1. Suka menyakiti diri sendiri (membentur-benturkan kepala, dan sejenisnya).
  2. Suka mengeluarkan atau menggunakan bahasa yang aneh.
  3. Mudah marah jika aktivitasnya terusik atau berubah.
  4. Suka menirukan suara orang
  5. Suka menyebut nama teman-teman dekatnya, dan lain-lain.

www.sekeluarga.com

Satu Tanggapan to “Mendeteksi Autisme Pada Anak-anak”

  1. dessy Says:

    tlg donk informasi tentang ciri anak autis yang sudah berumur 9-12 tahun?
    Dilihat dari ciri2 autis, hanya point konsentrasi saja yang kurang dari anak saya, apakah anak ini termasuk autis?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: