Kepala Rumah Tangga Bukanlah Raja

Kepala rumah tangga adalah pemimpin dalam keluarga. Ada yang beranggapan bahwa ia adalah raja dalam istana rumah tangga. Ia memiliki kuasa atas para isteri, anak, pelayan, dan setiap orang yang tinggal di dalam istana rumah tangga tersebut. Seluruh anggota istana rumah tangga tersebut patuh terhadap perintah dan larangannya.

Kondisi inilah yang akhirnya menuntut seorang kepala rumah tangga untuk memiliki sikap yang bijaksana dan rasa tanggung jawab. Tanpa adanya kedua sifat tersebut, maka kepala keluarga akan bertindak seolah-olah ia adalah benar-benar seorang raja, raja yang dhalim. Karena ia merasa sebagai orang yang paling berkuasa di dalam rumah tangga, yang menjadi tulang punggung keluarga, yang bekerja dan memeras keringat untuk anak dan istri serta untuk membayar gaji pembantunya, maka tumbuhlah benih-benih keangkuhan dalam dirinya.

Rumah tangga adalah sebuah kotak rahasia pribadi yang selalu terkunci rapat dari orang-orang yang bukan anggota. Orang luar tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di dalam rumah tangga orang lain. Orang luar tidak akan mengerti apa yang dilakukan dan bagaimana sikap seorang kepala rumah tangga terhadap anggota keluarganya. Bagaimana ia bersikap kepada anak, istri dan pembantunya? Apakah ia senantiasa bersikap bijaksana atau otoriter? Apakah ia bersikap lemah lembut dan penyayang atau kasar dan selalu mau menang sendiri? Rumah tangga yang bersifat rahasia ini sering kali membukakan kesempatan bagi seorang kepala rumah tangga untuk berlaku sewenang-wenang.

Tidak ada yang tahu manakala seorang kepala rumah tanga benar-benar berlaku sebagai seorang raja yang senantiasa mau dilayani, dituruti, dan ditakuti di dalam rumah tangganya. Tidak ada yang tahu manakala seorang kepala rumah tangga selalu memperlakukan anak dan istri mereka layaknya seorang pembantu. Dan tidak ada yang tahu pula manaka seorang kepala rumah tangga memperlakukan pembantunya seperti se-ekor binatang.

Itulah mengapa seorang kepala rumah tangga dituntut untuk memiliki sikap dan pola pikir yang bijaksana dan rasa tanggung jawab. Hilangnya kedua unsur tersebut tentu saja akan menyebabkan timbulkan sebuah kehidupan rumah tangga yang penuh dengan perbudakan. Kita dapat mengambil gambaran mengenai kehidupan rumah tangga semacam ini melalui berita-berita yang saat ini banyak beredar melalui berbagai media massa. Kekerasan rumah tangga, pelecehan seksual terhadap anak kandung atau pembantu rumah tangga, penyiksaan terhadap istri dan pembantu rumah tangga, dan lain-lain yang dilakukan oleh sang kepala rumah tangga.

Wahai para kepala rumah tanga, istri dan anak-anakmu bukanlah budakmu, dan pembantu rumah tangga bukanlah binatang peliharaanmu. Perlakukanlah mereka layaknya manusia dengan segala hak-hak kemanusiannya.

Engkau bekerja memeras keringat untuk menghidupi anak dan istrimu, untuk mengupah pembantu rumah tanggamu. Bukan berarti engkau dapat berlaku sesukamu dan menghilangkan hak-hak mereka di dalam istana rumah tanggamu. Ingatlah bahwa istrimu telah menyiapkan makanan untukmu dan anak-anakmu, ia yang menemanimu dalam lelah dan lelapnya tidurmu, ia yang menyiapkan pakaian dan sepatumu, ia yang mendidik anak-anakmu, dan ialah yang menjadi selimut di waktu malammu. Ingatlah bahwa anak-anakmu adalah amanah dari Yang Maha Kuasa untuk engkau pertanggung jawabkan kelak, anak-anakmulah yang telah menyempurnakan kehidupan rumah tanggamu. Dan ingatlah bahwa pembantu rumah tangga yang kau pandang dengan sepele itu, ia adalah orang yang sangat berjasa kepadamu. Pembantu itulah yang telah membantu menyelesaikan segala pekerjaan rumah tanggamu. Pembantu itulah yang turut meringankan beban istri tercintamu. Pembantu itulah yang turut menjaga anak-anak kesayanganmu.

Ingatlah selalu tangis istri tercintamu yang senantiasa memohon keselamatan dan kesuksesanmu. Ingatlah harapan-harapan indah anak-anak tercintamu. Dan ingatlah setiap ketaatan para pembantu rumah tanggamu.

Keluargamu tidak menuntut banyak kepadamu. Mereka hanya menginginkan sang ayah, sosok suami, dan kepala rumah tangga yang bijaksana dan penuh rasa tanggung jawab.

www.sekeluarga.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: