Bayi Gumoh

bayiKita tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah gumoh di telinga kita. Gumoh atau memuntahkan sebagian ASI yang telah ditelan merupakan satu hal yang biasa terjadi pada bayi. Namun, bagi sebagian ibu yang belum mengetahui masalah gumoh ini mungkin akan membuatnya menjadi tegang, khawatir dan bertanya-tanya, terlebih lagi jika memang terjadi pada anak yang pertama.

Tidak perlu khawatir jika bayi anda gumoh, karena hal tersebut merupakan fenomena yang wajar. Berikut ini adalah alasan mengapa gumoh pada bayi dikatakan sebagai fenomena yang wajar.

  • Salah satu penyebab gumoh pada bayi adalah karena belum sempurnanya klep penutup lambung pada bayi. Ketika bayi menghisap ASI maka air susu tersebut akan masuk ke lambung dengan terlebih dahulu melewati saluran pencernaan atas. Klep penutup lambung yang dimaksud tadi terdapat di antara saluran pencernaan atas dan lambung. Karena klep penutup lambung pada bayi tersebut belum sempurna, maka ketika si bayi ditidurkan setelah minum susu kemudian menggeliat maka susu akan terdorong keluar kembali melalui mulut.
  • Perlu diketahui juga bahwa bayi memiliki volume lambung yang tidak sama dengan orang dewasa. Tentunya, bayi memiliki volume lambung yang jauh lebih kecil daripada orang dewasa. Dan inilah yang menjadi salah satu penyebab yang paling umum terjadinya bayi gumoh. Dan kembali lagi, gerakan menggeliat yang dilakukan oleh si bayi juga menjadi faktor penguat timbulnya gumoh pada bayi.

Untuk menghindari kedua hal ini, hendaknya pemberian ASI atau susu pada bayi dilakukan sedikit demi sedikit.

  • Penyebab lain terjadinya gumoh pada bayi adalah karena bayi menangis secara berlebihan. Bayi yang menangis secara berlebihan akan menelan udara dalam jumlah yang berlebihan pula, dan udara inilah yang akan mendorong isi perut si bayi keluar kembali.

Biasanya, tangisan yang berlebihan ketika sedang menyusu terjadi karena si bayi tidak dapat menelan ASI atau susu dengan sempurna. Dan jika hal ini terjadi, hendaknya hentikan memberikan ASI atau susu kepada si bayi, karena jika dipaksakan dapat mengakibatkan masuknya ASI atau susu ke dalam saluran pernapasan sehingga menimbulkan penyumbatan.

Pada dasarnya, gumoh memang merupakan tradisi yang sudah biasa terjadi pada awal-awal kehidupan bayi. Dan selama jumlah susu yang dikeluarkan itu masih dalam kapasitas yang seimbang, maka hal tersebut bukanlah masalah yang serius. Biasanya, dengan bertambahnya usia si bayi maka kebiasaan gumoh tersebut pun perlahan akan hilang, yang umumnya pada usia dua belas hingga enam belas minggulah bayi akan kehilangan kebiasaan gumohnya.

Meskipun pada dasarnya gumoh pada bayi adalah sebuah fenomena yang normal, namun bukan berarti tidak dapat dicegah dan hanya dapat didiamkan saja. Tentunya akan lebih baik lagi jika si bayi tidak mengalami gumoh. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gumoh pada bayi.

  1. Perkecil kemungkinan masuknya udara ketika si bayi sedang menyusu. Seluruh bibir si bayi hendaknya menutup puting sang ibu beserta daerah berwarna hitam di sekitarnya (aerola) dengan sempurna.
  2. Tengkurapkan bayi manakala ia mengalami gumoh berlebihan. Cara ini akan membantu mengeluarkan udara yang masuk dan tertahan di dalam lambung serta untuk mencegah masuknya cairan ke dalam paru-paru si bayi.
  3. Berikan minum pada bayi sedikit-demi sedikit untuk mencegah masuknya udara ke lambung.
  4. Jika gumoh terjadi secara berlebihan dan berkelanjutan, hendaknya konsultasikan masalah bayi anda tersebut ke dokter spesialis.

www.sekeluarga.com

Satu Tanggapan to “Bayi Gumoh”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: