Manfaat Mendongeng Bagi Anak

Banyak di antara orangtua yang untuk sekedar bercerita kepada sang anak saja sudah enggan. Mereka berpikir bahwa bercerita atau mendongeng bagi anak adalah perbuatan yang sia-sia, hanya membuat lelah saja. Terlebih lagi bagi orangtua yang kesehariannya sibuk dengan urusan pekerjaan kantor, banyak di antara mereka yang akhirnya tidak memiliki waktu untuk anak meskipun untuk sekedar mendongeng sebagai pengantar tidur sang anak.

Mendongeng bagi anak, seharusnya menjadi salah satu pekerjaan yang menyenangkan bagi setiap orangtua. Karena dalam mendongeng inilah terjadi sentuhan yang sangat dekat antara orangtua dan anak. Anak akan merasa dimanjakan dan disayangi sehingga timbul timbal balik berupa rasa kasih dan sayang yang dalam kepada kedua orangtuanya. Di sini, orangtua juga dapat memperhatikan perkembangan dan kekurangan si anak. Lepas dari semua itu, mendongeng bagi anak juga ternyata memiliki manfaat yang sangat bagus bagi anak. Itulah mengapa hendaknya orangtua dapat menghapus rasa enggan mereka untuk mendongengkan cerita kepada anak mereka. Berikut beberapa contoh manfaat yang dapat dipetik dari aktivitas mendongeng bagi anak.


Dapat Memberikan Teladan

Salah satu manfaat yang dapat diambil melalui aktivitas mendongeng bagi anak adalah, orangtua dapat memberikan teladan yang baik bagi anak mereka. Orangtua dapat memberikan contoh sikap-sikap atau perbuatan-perbuatan terpuji yang harus dikembangkan dan sikap-sikap atau perbuatan-perbuatan buruk yang tidak boleh dilakukan oleh si anak.


Memotivasi Anak

Biasanya, seorang anak ketika mendengarkan sebuah cerita atau dongeng ia kemudian akan berimajinasi sebagai tokoh protagonis yang berhasil memecahkan masalah dalam cerita tersebut. Seorang anak senantiasa membayangkan dirinya sebagai jagoan atau Hero dalam sebuah cerita. Di sinilah kesempatan orangtua untuk dapat menyemangati dan memotivasi anak mereka melalui sebuah dongeng.


Mengajarkan Berkomunikasi

Selain keuntungan-keuntungan di atas, membacakan dongeng atau cerita bagi anak yang belum dapat berbicara juga dapat menjadi media pembelajaran bagi si anak untuk berbicara. Dengan menceritakan dongeng maka akan merangsang kemampuan berkomunikasi verbal anak.

Itulah beberapa manfaat atau keuntungan yang dapat diperoleh dari membacakan dongeng atau cerita bagi anak. Jadi, dongeng bukanlah seringan yang banyak dipikirkan kebanyakan orang, hanya sebatas cerita yang tidak akan memberikan manfaat apa-apa. Dan ternyata, keuntungan-keuntungan yang telah disebutkan di atas adalah keuntungan yang sangat berharga sekali bagi orangtua dan bagi sang anak tentunya. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk mulai membacakan dongeng atau cerita bagi anak.

Di zaman yang sudah serba canggih ini, tentunya tidak akan sulit untuk memperoleh bahan cerita untuk anak. Kita bisa memperolehnya dari buku, majalah, koran, internet, televisi, atau bahkan dari pengalaman pribadi yang dikemas dengan cita rasa anak-anak. Banyak jalan menuju Rhoma, banyak jalan untuk memperoleh bahan cerita bagi anak. Dan banyak cara untuk bercerita bagi anak. Di mana ada niat dan usaha, maka di situlah jalan akan terbuka.

Demikian, semoga bermanfaat.

www.sekeluarga.com

4 Tanggapan to “Manfaat Mendongeng Bagi Anak”

  1. BSB Says:

    Assalamu’alaikum
    Maaf sblmny,y.Saya bingung,nich.Koq beda dg yg d sni: http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/06/25/cerita-cerita-khayalan-dalam-komik-untuk-anak-anak/
    Mn yg bnr,nich?!😕 Makasih bnyk ats pnjelasnny,y.O iya,salam kenal sj.🙂

    • nurdiyon Says:

      ‘alaykumsalam wr wb.

      sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas kunjungan, komentar, dan pertanyaan saudara.

      Secara pribadi, saya ingin mengatakan bahwa kita harus dapat membedakan antara bohongan dengan bohong, fiksi adalah cerita bohongan bukan bohong.

      Kemudian yang perlu kita tekankan di sini adalah tujuan dan isi dari cerita fiksi tersebut, apakah berisikan dan bertujuan untuk kemaksiatan (apapun jenisnya) atau berisikan ajakan kebaikan.

      Dan yang juga ingin saya sampaikan (lepas dari cerita fiktif itu dusta/bohong atau bohongan) adalah bahwa tidak semua kebohongan itu merupakan satu keharaman. Di dalam Islam ada kebohongan atau dusta yang diperbolehkan. Sabda Rasulullah saw:

      Ummu Kultsum ra. telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Bukan seorang pendusta, orang yang mendamaikan antara sengketa manusia, maka menimbulkan kebaikan atau berkata baik.” (HR. Bukhari-Muslim, dalam kitab Riyadhus Shalihin II)

      Dari hadits di atas, Intinya adalah jika memang kebohongan atau dusta itu dapat memberikan kebaikan atau maslahat maka tidak dapat disebut sebagai satu kebohongan atau dusta, maka hukumnya diperbolehkan.

      Secara pribadi, saya tidak melihat cerita fiksi itu sebagai suatu kebohongan atau dusta, melainkan cerita bohongan. Dan sekali lagi harus dibedakan antara bohong dengan bohongan.

      Satu lagi yagn tidak kalah penting, yang berkaitan dengan artikel ini adalah, tentu saja mendongeng yang dimaksud adalah mendongeng dengan cerita-cerita yang mendidik, membangun, bukan yang berbau kekerasan, pornografi, hal-hal negatif atau maksiat yang lain. Tidak ada orangtua berakal sehat yang berilmu dan beriman yang mau mendongengkan cerita porno atau kekerasan sebagai pengantar tidur si kecil.

      salah satu contoh cerita fiksi yang mendidik adalah cerita tentang POPEYE yang menjadi kuat karena makan bayam. di sini kita bisa mengajarkan anak kita untuk menyukai sayur-sayuran agar senantiasa menjadi orang yang kuat.

      kalau membicarakan masalah cerita yang mengandung unsur kekerasan, di Al Quran pun banyak. Percobaan pemerkosaan atau pemaksaan berzina (QS. Yusuf), mengenai pembunuhan, penguburan bayi hidup-hidup, dan lain-lain juga ada di dalam Al Quran. Semua itu tergantung bagaimana kita memilihnya untuk disajikan kepada si kecil dan kemudian memberikan pemahaman.

      demikian, penjelasan saya. Jika ada yang kurang silahkan kembali dipertanyakan, insya Allah saya akan menjawabnya jika mampu.

      semoga bermanfaat.

  2. BSB Says:

    Wah,hadist shahih,y.Ana bru tw.
    Ow,jd bgtu.Jd,yg dpt ana tangkap dr pnjelasn d ats,blh b’dongeng dg tujuan kbaikan & mmbri pemahaman/hikmah/pnjelasanny lg dr dongeng yg dsmpaikn kpd anak tsb.& jg disesuaikn dg kondisi anak tsb,mislny brp umurnya,bs dicerna atw tdk dongeng(kbaikan/kekerasan) yg akn dsmpaikn kpd si anak,dll.Bkn bgtu,Mas?🙂
    Nah,mslhny skrng mmberikn pemahamanny itu,y.Sbnrny,ana pun setuju dg postingan Mas ini.Tp,pd knyataanny skrng,kbnykn mental anak2 jd “aneh”.Lbih mngidam2kn dunia khayaln/fantasi,dsb.Shingga sering lari/tdk mnerima kenyataan.Tu karena tdk dbri pmahaman lanjutanny o/ orang tua.Conth sprt Popeye d ats,bnr kta Mas klo dbri pemahmnny lg,mmang bnyk yg dpt diambil hikmahny.Mmbri smangat/motivasi,mngajarkn anak agr bnyk makan biar sehat,kuat & bs mmbntu ayah ibu.😀 Klo tdk dp’jelas lg,beda jadinya kn yg ad d pikrn si anak.🙂 Tu tambhn dr ana.Mngkn ad tanggapan/pesan2 lg dr Mas agr tepat mnjlnkn slh 1 metode pndidikn u/ anak ini.Makasih bnyk ats pnjelasanny,y.Ana jd dpt ilmu baru dr sni.Mohn maaf klo ad kta2 yg kurang b’kenan. ^^ http://www8.mylog.info

  3. buku anak muslim Says:

    terima kasih sharingnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: