Surat Untuk Soleha…

Dear Soleha,


Soleha, dua tahun telah berlalu meninggalkan kita. Dua tahun yang aku rasa sangat lama, sangat meletihkan, dan mungkin yang kamu anggap nggak berarti. Dua tahun yang nggak pernah aku fikirkan akan berakhir tiga bulan yang lalu, dengan tubuhmu dalam pelukkanku. Dua tahun ini, telah ku habiskan seluruh kemampuan hati dan fikiran untuk memperjuangkan cinta mu. Ku telan semua perlakuan pahit darimu, tak sedikitpun tatapan kehangatan ada dimatamu. Aku nggak tau kenapa aku bertahan, aku nggak tahu kenapa aku nggak mendendam, dan akupun nggak tau kenapa aku nggak mau meninggalkan. Aku nggak pernah memperhitungkan tentang semua yang telah aku berikan, ataupun semua balasan yang pernah kamu tancapkan. Aku hanya terus berdoa, berfikir, dan terus melanjutkan perjuangan. Karena kupikir, kamu layak mendapatkan semua pengorbanan ini, kamu layak mendapatkan kesucian doa di seprtiga malam.

Soleha buah pengorbananku…kamu adalah mutiara terindah yang tersembunyi di balik kerudung suci. Kamu adalah kesucian bidadari yang tak tersentuh tangan-tangan jahil kaum lelaki. Kamu adalah roti favoritku yang tersegel dengan rapi, dan tersimpan di tempat yang selalu rapat terkunci, hingga tak sembarang pembeli dapat singgah dan mencicipi. Kamu adalah suara angin sepoi-sepoi, yang lembut tanpa gemuruh. Begitu sejuk, begitu menyentuh. Kamu adalah cahaya terang, yang menuntunku ketika jalanku mulai memadam. Kamu adalah hamba, yang selalu di bayangi ketaatan kepada-Nya. Itu semua yang membuat setiap hari-hariku penuh dengan perjuangan untuk cintamu. Itu yang membuat namamu selalu terucap di sepertiga malamku.

Soleha, harapan sakral disepertiga malamku…sudah tiga bulan kamu menjadi kekasihku. Aku sangat bersyukur, bersyukur sekali. Tapi…beberapa hari ini aku merenung dan berfikir tentang kita. Dan satu hal yang akhirnya harus ku tegaskan adalah…maafkan aku Soleha, karena setibanya surat ini ditanganmu, berarti semua telah berlalu. Anggap saja aku dan cerita ini nggak pernah ada. Aku akan pergi untuk meninggalkan hatimu, selamanya. Aku tak akan kembali untuk kamu, karena kamu bukan lagi Solehaku.

Solehaku sayang…aku adalah laki-laki yang sangat lugu, yang ingin mencintaimu dengan suci. Yang ingin selalu mencinta dengan menjaga, bukan dengan menjamahnya. Tapi kamu merusak harapan itu, dengan mengajarkanku permainan kotormu. Sejujurnya, akupun sama seperti lelaki normal lainnya, yang dapat tergoda bila kamu tak menjaga atau berjaga. Dan akupun tak akan mampu bertahan, bila berada disisimu, maka maafkan aku…AKU PERGI.

Soleha, musang berbulu dombaku…ini memang bukanlah cinta suci kita. Kuharap kamu mengerti, dan kuharap Tuhan mengampuni.

Kekasihmu


NB: Semoga kita dapat berjaga dan terjaga dari kebaikan yang hanya

tampak di luarnya saja. Dan semoga kita terhindar dari cinta yang

menipu. Amien.

4 Tanggapan to “Surat Untuk Soleha…”

  1. popcornish Says:

    sEEP…….

  2. mentari Says:

    Assalamualaikum
    naluri tuk slag mencinatai hal yang lumrah lada lawan jenis tentunya di salurkan pada hal yang sesuai syariat Alloh yaitu pernikahan yang syar’i yang mengharap rido Alloh semata,, so ngapain harus pergi pergi meninggal sholeha, knapa tidak kau lamar dya wahai lelaki sholeh.. semua kita ta ada yang sempurna kemungkinan terjerembab pada kesalahan itu sunatulloh so menikalah.. iya knapa ta’ kau lamar ia apa kaerana kau masih kuliah, blom kerja dan seribu alasan… sampe kapan syahwat mu akan tertahan jika seribu sholeha kau tinggal pergi bgitu sj dengan alasan menjaga dri.. kalo materi alasan mu bukankaha menikah menyatukan 2 rizki masalh ortunya dapat di nego yang penting kuatkan tekad tuk meminang sholeha yang
    men anti kdatanganmu…tuk menjadikan kau pdamping hidupnya dalam ngarungi terjal kehidupan….bismilah dan berdoalah.. agar tekadmu terujud nyata,,,

    akhirnya smoga Alloh memberikn qt pendamping sholeh-ah dunia akhirat..amin,,, ya Alloh bimbinglah aq slalu tuk menjaga kesucian ku..wallohual’am
    trims’
    wassalamualaikum

  3. julay Says:

    ijin copas ..untuk renungan….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: