Lagi Ujian

Dalam balutan kerudung
Bersembunyi,
di balik kertas penuh tanda tanya

Sesekali mengernyitkan dahi
Sesekali menekuk alis
Sesekali tersenyum manis
Terkontaminasi kata dan angka-angka
yang menuntut jawaban darinya

Pensil mekanik
Dalam cengkraman jemari lentik
Tampak mulai menari-nari asyik
Di atas kertas yang penuh titik-titik
Sesekali tersendat
Lalu menari lagi
tersendat lagi
dan menari lagi
berkali-kali

Ada tujuh halaman kertas yang malang
Nasibnya mirip si sate padang
Dibolak-balik berulang-ulang
demi temukan angka-angka jawaban

Bibirnyapun kini mulai menggenit
Komat-kamit,
Pecahkan misteri angka yang berbait-bait
Yang kelihatannya sedikit rumit

Dan lagi-lagi bibirnya komat-kamit
Entah memang karena asyik
dengan angka yang berbait-bait
atau …
Karena misteri angkanya cukup sulit
hingga bibirnya berulangkali bergumam, “Amit-Amit!!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: