NGGAK JELAS (Narasi Gombal)

Kamu bilang itu ‘gombal’,
aku bilang itu ‘fakta’.
Kamu bilang ‘ke semua aku ucapkan yang sama’,
aku bilang ‘Ya, tapi buat kamu hati yang berbicara’.

Kamu tanya ‘kenapa aku begitu’,
ku jawab ‘karena harus kusamarkan rasa itu’.
Kamu tanya ‘kenapa harus kusamarkan’,
ku jawab ‘karena aku adalah lambang keterlambatan’.

Bisikmu ‘kenapa ngga jujur aja?’,
gumamku ‘sudah… selalu…’.
Bisikmu ‘kenapa belum terasa juga ya?’,
gumamku ‘karena kamu belum membuka resistansi di hati kamu’.

Tanyamu lagi ‘terus, apa yang kamu harapkan?’,
jawabku lagi ‘terjawab’.
Tanyamu lagi ‘itu aja?’,
jawabku lagi ‘Nggak!’.
Tanyamu lagi ‘trus apa lagi?’,
jawabku lagi ‘nggak tau, tapi aku yakin bukan cuma itu’.
Tanyamu lagi ‘kenapa nggak tau, kan itu rasa kamu?’,
jawabku lagi ‘karena di Kamus Besar Bahasa Indonesia aku belum menemukan nama yang tepat untuk rasa itu’.

Lanjutmu ‘kamu senang dengan rasa itu?’,
lanjutku ‘awalnya IYA’.
Lanjutmu ‘terus sekarang?’,
lanjutku ‘eummm… samar…’.
Lanjutmu ‘samar? maksudnya?’,
lanjutku ‘ya, samar antara senang atau sedih’.
Lanjutmu ‘maksud kamu, kamu ragu apakah kamu merasa senang atau sedih?’,
lanjutku ‘ya’.
Lanjutmu ‘boleh aku kasih saran?’,
lanjutku ‘ya, tentu’,
Lanjutmu ‘Tinggalkan sesuatu yang meragukan itu dan beralihlah kepada yang tidak meragukan. Karena sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara syubhat’. (Arba’in : 6 & 11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: