Ia Masih Balita!!!

crySuatu pagi di sebuah warung sayur sederhana, tampak para ibu begitu ramai. Bertanya harga, menawar, dan membeli, tampak terjadi seperti pagi-pagi sebelumnya. Sekumpulan para ibu sedang berbelanja bahan sayuran, begitu riuh ditambah dengan banyolan dan polesan gossip Baca entri selengkapnya »

Iklan

Air Dalam Gelas

Cicit : Kek…ko pak Ahmad sama pak Jimmy beda banget ya sifatnya. air gelasKayanya, sifatnya pak Ahmad sama pak Jimmy ketukar ya Kek?

Kakek : Ah, kamu nih ada-ada aja sih Cit. Masa orang bisa ketukar sifatnya?

Cicit : Abis…emang kelihatannya begitu sih Kek…Liatain aja tuh pak Ahmad, diakan tiap hari pake gamis sama peci kaya pak haji, tapi…galaknya bukan main! Siapa coba yang berani sama dia? Semua orang di kampung sini kan takut sama dia, karena dia terkenal galak sama siapapun. Galaknya tanpa alasan lagi! Kemarin aja, tukang sayur gerobak yang sekali-kalinya kebetulan mangkal di depan rumah adiknya yang buka warung sayuran, dibikin kocar-kacir sama dia. Baca entri selengkapnya »

KEMATIAN NABI ADAM AS

Dari Uttiy bin Dhamurah As-Sa’di berkata, “Aku melihat seorang Syaikh di Madinah sedang berbicara. Lalu aku bertanya tentangnya.” Mereka menjawab, “Itu adalah Ubay bin Kaab.” Ubay berkata, “Ketika maut datang menjemput Adam, dia berkata kepada anak-anaknya, ‘Wahai anak-anakku, aku ingin makan buah Surga.” Lalu anak-anaknya pergi mencari untuknya. Mereka disambut oleh para Malaikat yang telah membawa kafan Adam dan wewangiannya. Mereka juga membawa kapak, sekop, dan cangkul. Para Malaikat bertanya, “Wahai anak-anak Adam, apa yang kalian cari? Atau apa yang kalian mau? Dan ke mana kalian pergi?” Mereka menjawab, “Bapak kami sakit, dia ingin makan buah dari Surga.” Para Malaikat menjawab, “Pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian telah tiba.” Lalu para Malaikat datang. Hawa melihat dan mengenali mereka, maka dia berlindung kepada Adam. Adam berkata kepada Hawa, “Menjauhlah dariku. Aku pernah melakukan kesalahan karenamu. Biarkan aku dengan Malaikat Tuhanku Tabaraka wa Taala.” Lalu para Malaikat mencabut nyawanya, memandikannya, mengkafaninya, memberinya wewangian, menyiapkan kuburnya dengan membuat liang lahat di kuburnya, menshalatinya. Mereka masuk ke kuburnya dan meletakkan Adam di dalamnya, lalu mereka meletakkan bata di atasnya. Kemudian mereka keluar dari kubur, mereka menimbunnya dengan batu. Lalu mereka berkata, “Wahai Bani Adam, ini adalah sunnah kalian.”

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad dalam Zawaidul Musnad, 5/136

Senyum Nabi Muhammad SAW

Turunnya Islam dalam kehidupan ini paling tidak memiliki dua tujuan, sebagaimana terdapat di dalam Al Quran yaitu sebagai rahmat bagi semesta alam dan untuk memperbaiki akhlak manusia melalui media dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Dan inti dari kedua tujuan tersebut pada dasarnya adalah sama, yaitu untuk memperbaiki kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat. Baca entri selengkapnya »

Elegi Keluarga Duka

Dipinggiran kota Jakarta…Duka, adalah seorang lelaki tua miskin yang tinggal di salah satu pemukiman kumuh bersama dengan seorang isteri, seorang anak laki-laki, dan seorang anak perempuan yang keduanya sudah berusia Sekolah dasar. Isterinya bernama Lara. Anak laki-lakinya bernama Derita, yang biasa dipanggil Deri. Sedangkan Nesta adalah panggilan kesayangan untuk anak perempuan mereka yang bernama lengkap Nestapa. Baca entri selengkapnya »

Lama Menunggu…kok BeTe?

Selesai menyapu dan menge-pel lantai rumah sederhananya, tepatnya rumah sederhana orang tuanya, Sholeh segera menuju kamar mandi dan mengguyur badannya dengan beberapa gayung air dari sebuah bak mandi kecil yang terbuat dari bahan plastik. Keluar dari kamar mandi, keharuman bekas olesan sabun dan shampoo yang ber-merek tidak terlalu terkenal itu-pun ternyata tetap mampu mengharumkan penampilan segarnya. Baca entri selengkapnya »

(TUTUP CLOSET) Jangan Asal Bicara

Ayah emang punya penyakit darah tinggi. Dan kata orang, penyakit darah tinggi itu membuat si penderitanya jadi gampang marah. Dan sepertinya, hal itu memang benar. Suatu ketika, ayahku keluar dari toilet dengan wajah garang. Aku, adikku, dan ibuku jadi bertanya-tanya, “Kenapa nih orang?”. Baca entri selengkapnya »